Rabu, 21 Juli 2021

 Mengejar Mimpi Monster Laut Lewat Film LUCA

Mengejar Mimpi Monster Laut Lewat Film LUCA

 

Judul : LUCA | Tanggal Rilis : 18 juni 2020 | Sutradra 

Enrico Casarosa | Durasi : 96 menit

(Dok.Wikipedia)

Film ini merupakan hasil kolaborasi Disney dan Pixar yang mulai diproduksi pada Juli 2020. Inspirasi pembuatan film LUCA tidak lain datang dari memori masa kecil sang sutradara, Enrico Casarosa, di Genova, Italia. Tim produksi sampai mengirim perwakilannya langsung ke Italia untuk melakukan riset dan mengambil gambar pemandangan daerah setempat. Wah, totalitas banget, Ya!

LUCA mengisahkan petualangan persahabatan 2 monster laut yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, yaitu Luca dan Alberto. Mereka memulai petualangan musim panas di dunia manusia, tepatnya di Kota Portorosso, yang berada di daerah pesisir Pantai Riviera. Petualangan ini dilakukan demi mewujudkan impian mereka, yaitu memiliki skuter Vespa. Dikisahkan bahwa masyarakat Portorosso sangat tidak menyukai monster laut. Tenang, Luca dan Alberto akan berubah wujud menjadi manusia asalkan tubuh mereka tetap kering. Hal ini memudahkan mereka dalam berpetualang di dunia manusia dengan tetap menjaga rahasia bahwa mereka adalah monster laut. Kedua sahabat itu pun dipertemukan dengan Giulia Marcovaldo, gadis baik hati yang dengan senang hati membantu mereka mendekatkan diri dengan impian mereka. Mereka bertiga kemudian membentuk satu tim untuk bekerja sama memenangkan kompetisi. Hadiah dari kompetisi tersebut akan dibagi dan digunakan untuk membeli skuter Vespa impian Luca dan Alberto.

Meskipun banyak yang menilai film ini kurang menunjukkan sisi emosional seperti ciri khas film Pixar pada umumnya, nyatanya film ini masih sangat cocok ditonton bersama keluarga. Alur yang sederhana dan ringan membuat anak-anak akan mudah memahaminya. Ditambah dengan visualisasi yang dikemas apik dan sangat berwarna, menjadikan nilai tambah untuk film ini. Visualisasi suasana musim panas Italia yang tergambar dalam film ini, seperti berjemur di pantai, keliling kota makan gelato, dan mengunyah pizza margherita sukses membuat penikmatnya senang sekaligus sedih bersamaan saat menontonnya di masa pandemi seperti sekarang ini.

 LUCA mengajarkan kita bahwa tidak perlu takut untuk bermimpi. Meskipun impian kita diremehkan orang lain, bahkan orang terdekat kita sendiri. Tidak ada yang mustahil jika kita berusaha keras dan pantang menyerah. Percaya kepada diri sendiri juga mengambil peran penting dalam perjalanan menuju impian. Hilangkanlah gangguan-gangguan yang akan menghambat perjalanan kita dan teruslah fokus pada tujuan kita.  Monster laut saja bisa meraih impiannya, apalagi kita

Jadi, kalian sudah nonton LUCA belum, nih? Kalau belum, tonton di platform resmi ya, friends! Film ini cocok untuk mengisi liburan semester kalian!  (Muthia Alya)






Sabtu, 03 Juli 2021

Menilik Proses Vaksinasi Mahasiswa UNS

Menilik Proses Vaksinasi Mahasiswa UNS

 Oleh: Gede Arga Adrian

Lpmvisi.com, Solo - Program vaksinasi merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Saat ini, Indonesia tengah mengejar ketertinggalannya untuk melakukan vaksinasi secara merata di seluruh daerah. Salah satu yang turut melaksanakan vaksinasi adalah Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program “Serbuan Vaksin Untuk Mahasiswa” pada Sabtu (03/07/2021) di Gedung Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, UNS.

Peserta yang telah mengisi formulir pendaftaran melalui Google Form, akan melakukan registrasi dengan menunjukkan kartu tanda mahasiswa, kartu tanda penduduk, dan menyerahkan salinan kartu tanda penduduk.


Peserta selanjutnya diberikan formular kartu tanda penerima vaksin dan diminta untuk menuliskan data berupa nomor induk kependudukan (NIK), nama, tanggal lahir, dan alamat tinggal.


Setelah melengkapi berkas registrasi, peserta diarahkan untuk memasuki ruangan vaksinasi. Tentunya peserta harus melakukan cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh. 


Sebelum melakukan vaksinasi, peserta harus melalui pemeriksaan seperti pengecekan tekanan darah. Setelah dilakukan uji klinis, peserta diarahkan untuk duduk di kursi tunggu yang telah disediakan. 


Peserta kemudian disuntik vaksin ketika gilirannya sudah tiba. 


Khusus untuk peserta vaksin yang mengenakan hijab, terdapat bilik khusus untuk proses pemberian vaksin.



Setelah mendapatkan vaksin, peserta akan diarahkan ke ruangan khusus untuk menunggu selama 30 menit sebagai antisipasi efek samping dari vaksin ini. Kartu vaksin juga diisikan oleh petugas selama proses vaksinasi.

Gencarkan Vaksinasi, UNS Gelar Pemberian Vaksin Untuk Mahasiswa

Gencarkan Vaksinasi, UNS Gelar Pemberian Vaksin Untuk Mahasiswa

 

Proses pemberian vaksin untuk kalangan mahasiswa UNS. (Dok. Gede)

Lpmvisi.com, Solo – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menahan laju penularan virus Covid-19. Salah satu caranya adalah dengan program vaksinasi. Dalam upaya mendukung program vaksinasi, Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pemberian vaksin untuk mahasiswa pada Sabtu, (03/07/2021) bertempat di Gedung Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran (FK), UNS.

Program vaksinasi merupakan program yang dikhususkan bagi mahasiswa UNS yang masih berada di wilayah Surakarta. Program ini merupakan kerjasama antara UNS dengan Detasemen Kesehatan Wilayah Tentara Nasional Indonesia (TNI) Kodam Diponegoro. Andri Putranto selaku Koordinator Kegiatan Lapangan Program Vaksinasi mengatakan, tujuan dari program vaksinasi ini ialah untuk menyelamatkan anak-anak bangsa.

“Kebetulan TNI juga memiliki program “Serbuan Vaksinasi” dan disaat yang bersamaan UNS membutuhkan vaksinasi untuk mahasiswa yang harus melakukan perkuliahan secara luring. Sehingga diadakanlah program vaksinasi ini,” ujar Andri saat ditemui VISI (03/07/2021).

Andri menuturkan, vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi ini adalah vaksin Sinovac. Ia mengatakan pemilihan vaksin tersebut karena lebih dulu ada dan sudah siap pendistribusiannya dari pemerintah. Tidak seperti vaksin lain yang baru menyusul pendistribusiannya.

Andri juga mengungkapkan program vaksinasi ini menyasar mahasiswa dari beberapa fakultas yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (FP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Fakultas Keolahragaan (FKOR). Fakultas pertama yang mendapatkan program vaksinasi adalah FK dengan total penerima sebanyak 500 orang meliputi mahasiswa, tenaga kependidikan, dan dosen. Dipilihnya keempat fakultas lain selain FK sebagai pilot project bukan tanpa alasan. Hal ini didasarkan pada prioritas urgensi mahasiswa di fakultas tersebut.

“Alasan kami memilih keempat fakultas tersebut dikarenakan kami melihat fakultas-fakultas mana yang memerlukan vaksinasi untuk segera kuliah luring. Maka yang terbanyak adalah teman-teman dari eksak. Hal ini karena fakultas tersebut harus melakukan perkuliahan di laboratorium,” lanjut Andri.

Tak hanya itu, dalam program vaksinasi ini, melibatkan mahasiswa kedokteran sebagai tenaga medis utama untuk mengecek kondisi fisik peserta hingga melakukan proses penyuntikan vaksin. Selain itu, Andri menuturkan dalam proses administrasi, manajemen lapangan, dan hal-hal non-medis lainnya, pihaknya melibatkan mahasiswa dari empat fakultas tersebut untuk menjadi panitia.  

Andri juga mengatakan program vaksinasi ini tidak hanya menyasar pada kalangan mahasiswa tetapi juga civitas akademika UNS dan warga di sekitar kampus.

“Kita (UNS -red) tidak hanya berdiri sendiri. Kita ada bina lingkung (bina lingkungan -red) masyarakat sekitar yang menopang hidup mahasiswa UNS. Maka ada upaya sosial dimana masyarakat sekitar juga kami layani pemberian vaksin,” sambung Andri.

Disinggung mengenai rencana program vaksinasi ke depannya, Andri mengatakan ada rencana untuk melakukan vaksinasi kepada fakultas-fakultas lainnya.

“Sebentar lagi kami akan melakukan vaksinasi kepada mahasiswa sebanyak tiga ribu dosis di tahap berikutnya untuk fakultas lain. Insyaallah semuanya dapat dan vaksinnya tetap Sinovac,” jelas Andri.

Program vaksinasi ini mendapat antusiasme yang besar dari mahasiswa UNS. Terbukti pada hari pertama penyelenggaraan vaksinasi, jumlah peserta vaksin mencapai hampir seribu orang.

Peserta yang telah mendapatkan vaksin akan diberikan kartu vaksinasi yang berisi identitas diri dan juga data suntikan dosis pertama vaksin. (Dok.Gede)

Informasi mengenai vaksinasi umumnya disebarkan melalui obrolan grup. Ardan Syaifuddin, mahasiswa FKOR UNS mengatakan ia mendapatkan informasi mengenai vaksinasi dari grup pencak silat UNS. Ia kemudian tertarik dan akhirnya mengikuti program vaksinasi ini.

“Tadi habis vaksin rasanya nyeri pegal di bagian bekas suntikan. Saya harap semoga segera berlanjut karena vaksin ini buat kebaikan kita bersama. Untuk pelaksanaan hari ini sudah bagus kok,” pungkas Ardan saat ditemui VISI. (Gede)

Kamis, 01 Juli 2021

Yuk, Kenali Cara Mendaftar Program Vaksinasi Pra-Lansia

Yuk, Kenali Cara Mendaftar Program Vaksinasi Pra-Lansia

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (Dok. Internet)


Saat ini Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan program vaksinasi. Hal ini dilakukan agar herd immunity di Indonesia dapat segera tercapai. Salah satu langkahnya adalah denagn memberikan vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Vaksinasi yang semula hanya untuk kalangan tertentu seperti nakes dan lansia, kini mulai menyasar berbagai lapisan masyarakat. Hal ini tentu menjadi kabar baik karena vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat umum usia 18 tahun ke atas mulai dibuka pada Juli 2021 yang tersedia di 33 provinsi di Indonesia.

Kota Surakarta menjadi salah satu kota yang juga menggelar vaksinasi Covid-19 untuk kalangan pra-lansia. Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta membuka layanan vaksinasi Covid-19 untuk periode 5 Juli 2021 sampai 15 Juli 2021 yang dilaksanakan di Pendhapi Gede Balaikota Surakarta. Pemkot Surakarta juga menggandeng Halodoc sebagai penyedia aplikasi kesehatan yang membantu jalannya program vaksinasi ini. Untuk mendapatkan vaksin maka masyarakat harus mendaftar dulu melalui aplikasi Halodoc. Program vaksinasi ini juga mensyaratkan hanya warga yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Surakarta saja yang boleh mendaftar. Adapun cara pendaftaran vaksinasi bagi pra-lansia yaitu untuk umur 50 tahun ke atas melalui aplikasi Halodoc sebagai berikut:

  1. Mengunduh aplikasi Halodoc di App Store atau Play Store di gawai Anda.
  2. Anda akan diarahkan untuk mendaftar biodata di aplikasi Halodoc.
  3. Setelah itu Anda dapat memilih layanan Vaksinasi Covid-19 bagi pra-lansia. Anda kemudian akan diarahkan untuk membuat janji untuk vaksinasi Covid-19. Pengguna perlu mengunggah kartu identitas orang yang akan menerima vaksin. Kemudian pengguna tinggal menunggu konfirmasi janji dari Halodoc
  4. Selagi menunggu konfirmasi dari Halodoc, pengguna juga perlu membaca informasi ‘Persiapan’ di aplikasi Halodoc

Penting bagi kita semua untuk memperoleh vaksinasi yang bertujuan untuk memberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu sehingga apabila kita terpapar penyakit tersebut, akan mengurangi resiko gejala berat. Jadi tunggu apalagi daftarkan dirimu dan suksekan program vaksinasi Covid-19! (Kikis)

Jumat, 18 Juni 2021

UNS Gelar Doa Bersama Peringati Wafatnya Dosen Akibat Covid-19

UNS Gelar Doa Bersama Peringati Wafatnya Dosen Akibat Covid-19

 

Peserta yang hadir menghadiri doa bersama memalui zoom
(Dok.David)



Lpmvisi.com, Solo – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kegiatan doa bersama menyusul meninggalnya tiga dosen dan satu tenaga pendidik akibat infeksi virus Covid-19. Kegiatan doa bersama digelar segera setelah keluarnya pengumuman pembatasan kegiatan di area kampus Kamis (17/6/2021).

   Doa bersama ini digelar untuk memperingati wafatnya tiga dosen dan satu tenaga pendidik (tendik) yaitu: Dosen Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Ir. Antonius Mediyanto, M.T.; Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Didik Sri Wiyono, S.T., M.T.; Dosen Fakultas Kedokteran, Dr. dr. M. Taufiqurrohman; dan Subkoordinator Subbag Akademik Fakultas Ilmu Budaya, Maretta Elly Susilowati, S.E.

 Kegiatan yang mengusung tema Doa Bersama Civitas Akademika UNS ini digelar secara daring melalui Zoom dan disiarkan melalui kanal Youtube Universitas Sebelas Maret. Acara ini turut dihadiri oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum,, Wakil Majelis Wali Amanah, Prof. Dr. Hasarfauzi, pejabat kampus, hingga mahasiswa. Doa bersama berlangung sejak pukul 19.30 WIB dan berakhir pada pukul 21.00 WIB.

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan  ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Hadib, yang dilanjutkan dengan sambutan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., sambutan dari  dr. Nur Hafida, istri Almarhum Didik Sri Wiyono, S.T., pembacaan tausiyah singkat oleh Arifuddin, pembacaan surat-surat Al-Qur’an, yang kemudian diakhiri oleh dzikir dan doa. 

 


Penyampaian sambutan oleh rektor UNS
(Dok.David)


Dalam sambutannya, Jamal memaparkan perkembangan Covid-19 di lingkungan kampus. Ia mengatakan hampir semua fakultas di UNS terjangkit kasus Covid-19.  Secara rinci Jamal memaparkan jumlah penderita Covid-19 di setiap fakultas sebagai berikut:

1.      Fakultas Pertanian  terdapat empat orang,

2.      Bagian Perencanaan terdapat satu orang,  

3.      Perpustakaan terdapat satu orang, 

4.      Fakultas Ekonomi dan Bisnis  terdapat tiga dosen, satu mahasiswa,  dan tiga orang anggota keluarga dosen,

5.      Fakultas Hukum terdapat dua dosen beserta istri dan dua anak,

6.  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam terdapat empat dosen dan tenaga kependidikan,

7.      Fakukltas Teknik terdapat satu dosen dan satu mahasiswa, 

8.      Sekolah Vokasi terdapat satu orang,

9.      Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terdapat dua orang,   

10.  Rumah Sakit UNS terdapat tiga karyawan,

11.  Fakultas Kedokteran terdapat dua dosen.

Melihat situasi seperti ini, Jamal mengungkapkan pihaknya mengambil langkah untuk melakukan pembatasan kegiatan di dalam kampus UNS. Pembatasan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2185/UN27/TU/2021 mengenai pembatasan sementara seluruh aktivitas di lingkungan UNS. Pembatasan tersebut dilakukan pada tanggal 18 hingga 25 Juni 2021.

“Seluruh kegiatan di UNS dilakukan secara daring. Jumlah pegawai yang diperbolehkan hanya yang sedang piket. Penyelenggaraan rapat dilakukan secara daring. Penggunaan fasilitas umum untuk sementara dihentikan. Apabila terpaksa menerima tamu dari luar harus menerapkan  protokol kesehatan ketat,” pungkas Jamal. (David)

 

 


Gelar Aksi Bela KPK, Aliansi SEMARAK Suarakan Lima Tuntutan

Gelar Aksi Bela KPK, Aliansi SEMARAK Suarakan Lima Tuntutan

 

Suasana Aksi di Boulevard UNS (Dok.Rifai)



Lpmvisi.com, Solo – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (Aliansi SEMARAK) menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (07/06/2021) di Boulevard Universitas Sebelas Maret (UNS).

Aksi tersebut merupakan bentuk tanggapan atas upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat adanya revisi Undang-Undang (UU) KPK. Tak hanya itu, aksi ini juga menjadi bentuk dukungan kepada lembaga anti rasuah tersebut. Aksi serupa pernah dilakukan pada 2019 dan dilakukan kembali tahun ini pasca dinonaktifkannya 75 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan. 

Aliansi SEMARAK sendiri merupakan gabungan dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) fakultas dan universitas serta organisasi eksternal. Rifki Hananto selaku Humas Aliansi SEMARAK menegaskan aksi mimbar bebas tersebut dilakukan agar tuntutan melalui media online dan massa yang ada dapat didengar oleh pemerintah, juga dijadikan sebagai wadah edukasi pada masayarakat terkait isu yang sedang berkembang khususnya permasalahan di tubuh pemerintahan terkait korupsi dan KPK.

“Lagi-lagi korupsi adalah permasalahan yang mendasar dan sanggat luar biasa. Ya lebih dari kerenlah kalau orang biasa bilang. Kalau tidak ditindak lanjut maka pemberantasan di Indonesia tidak akan selesai,” ujar Rifki saat ditemui VISI.


Dalam aksi tersebut, setidaknya terdapat lima tuntutan yang disuarakan yaitu: Pertama mendesak Ketua KPK untuk mencabut Surat Keputusan nomor 652 tahun 2021 atas penonaktifan 75 pegawai KPK; Kedua mendesak presiden untuk bertanggung jawab dalam upaya pelemahan KPK; Ketiga meminta Ketua KPK untuk mundur dari jabatannya; Keempat adalah mendesak agar KPK menjaga marwah dan semangat pemberantasan korupsi; Kelima menuntut KPK untuk segera menyelesaikan permasalaahan korupsi seperti Bantuan Sosial Covid-19, Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), dan lain-lain.

Selain mengadakan aksi unjuk rasa, Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi juga menyelenggarakan agenda diskusi publik bersama pakar yang membahas mengenai isu pelemahan KPK. Hal ini dikarenakan, masalah KPK merupakan masalah yang harus disikapi bersama. Dalam aksi tersebut pula, peserta aksi menyuarakan berbagai tuntutannya dalam berbagai bentuk, seperti orasi monolog, menyanyi, hingga berpuisi.



Rifqi mengatakan, tindak lanjut dari aksi tersebut adalah dengan melakukan pencerdasan kepada pihak sekitar. Selain itu dalam program kerja masing-masing instansi baik BEM di tingkat fakultas maupun universitas dan organisasi eksternal secara pribadi akan ada tindak lanjut, baik dengan diskusi maupun menggandeng teman-teman yang dinonaktifkan untuk mengetahui secara bersama duduk persoalan di KPK.

Lebih lanjut, Rifqi mengatakan segenap aliansi berharap supaya tuntutan dapat dipenuhi oleh pemerintah dan KPK itu sendiri. Ia juga mengharapkan adanya pencerdasan kepada masyarakat sipil untuk memahami persoalan bangsa dan bersama-sama bergerak bersama mahasiswa maupun organisasi lain (Rifai, Bintang, Nova)























Merajut Harmoni Topeng Dunia Lewat IMF 2021

Merajut Harmoni Topeng Dunia Lewat IMF 2021

 

Penampilan Delegasi Fajar Nugroho Dalam International Mask Festival 2021 (Dok.Gede)



Lpmvisi.com, Solo - International Mask Festival (IMF) kembali digelar untuk ke-8 kalinya. IMF tahun ini diselenggarakan secara hybrid pada 11-12 Juni 2021 dengan disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube SIPA Festival dan secara luring di nDalem Purwohamijayan, Surakarta.

IMF tahun ini menghadirkan dua guest star yakni Dr. Martinus Miroto M.F.A dari Yogyakarta dan Wangi Indriya dari Indramayu. Dalam penampilannya, Dr. Martinus Miroto M.F.A membawakan karya masterpiece-nya yang berjudul ‘Penumbra’. Karya tersebut disajikan pada Jumat (11/06/2021). Sedangkan Wangi Indriya membawakan sajian berjudul Tari Topeng Panji Gaya Indramayu. Karya tersebut disajikan pada Sabtu (12/06/2021).

IMF tahun ini mengangkat tema dengan judul PANJI: Road to Jalan Rempah. Maksud dari tema tersebut ialah Panji yang mengungkap sejarah keagungan Nusantara dan membentuk jalur rempah yang menjadi cikal bakal Nusantara. Dalam sambutannya, Chief Excecutive IMF 2021, Mimi Zulaikha, S.S, mengatakan IMF digelar sebagai wujud konsistensi penyelenggaraan festival di era new normal dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna.

“IMF 2021 digelar secara hybrid sebagai wujud konsisten penyelenggaraan festival di era new normal. Penonton yang hadir di lokasi acara sangat terbatas sedangkan penonton live streaming tidak terbatas (menjangkau seluruh dunia -red). Inovasi dan krestivitas menjangkau seluruh negeri bantuan teknologi. Bertujuan untuk merajut harmoni dalam keanekaragaman topeng dunia melalui seni pertunjukan,” ujar Mimi dalam sambutannya.

Sama seperti tahun sebelumnya, IMF tahun ini juga menggelar Tiktok challenge, kuis Instagram, dan live chat sehingga tercipta komunikasi dua arah antara penonton dan penyelenggara. IMF juga hadir sebagai diplomasi antar masyarakat sekaligus mempromosikan wisata kota Solo dalam jangka panjang.

Mimi Zulaikha juga menjelaskan kegiatan luring dilaksanakan dengan menghadirkan delegasi Indonesia yang tampil secara langsung meskipun jumlah penonton dibatasi. Sedangkan untuk event secara daring, delegasi Indonesia dan mancanegara menampilkan karya mereka melalui video rekaman yang ditayangkan secara live streaming kanal Youtube SIPA Festival. Adapaun delegasi mancanegara yang tampil pada IMF 2021 berasal dari Fillipina, Malaysia, Perancis, Republik Korea, dan Vietnam. Sedangkan delegasi Indonesia berasal dari 





Selasa, 08 Juni 2021

Commparty 2021 Ajak Mahasiswa untuk Bangkit Berkarya

Commparty 2021 Ajak Mahasiswa untuk Bangkit Berkarya

 

Penampilan KMF di acara Commparty 2021 (Dok. Anya)


    Lpmvisi.com, Solo – Dalam rangka perayaan ulang tahun program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sebelas Maret (UNS) yang ke-45, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) UNS menyelenggarakan acara malam puncak Commparty (Communication Party) 2021 yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Himakom UNS, Sabtu (05/06/2021).

Acara malam puncak Commparty 2021 merupakan acara penutupan dari rangkaian dies natalis Ilmu Komunikasi UNS dengan tema “Rise Up, Level Up” dan pertama kalinya diadakan secara daring (dalam jaringan) dikarenakan situasi pandemi COVID-19 masih berlangsung. Meski begitu, kegiatan ini tidak mengurangi antusias mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS untuk menyaksikan acara ini terlihat dari jumlah penonton yang berhasil terpantu VISI mencapai 59 penonton ketika pemutaran perdana.

Aisyah Fithrotulhaq selaku ketua Himakom FISIP UNS mengungkapkan kegiatan Commparty ini merupakan program kerja di bawah naungan bidang Minat dan Bakat Himakom. Kegiatan ini juga mengajak teman-teman non-pengurus Himakom untuk berkolaborasi dan mengambil bagian dalam kepanitiaan ini. Dirinya juga mengharapkan terciptanya bonding antar seluruh warga Ilmu Komunikasi dan adanya kontribusi kepada masyarakat dari mahasiswa Ilmu Komunikasi lewat acara Commparty 2021.

“Karena memperingati HUT-nya FISIP UNS yang ke-45, jadi harapannya tidak hanya bonding antar angkatan saja, tapi warga Ilmu Komunikasi yang mana termasuk dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika kampus. Harapannya juga kita memberikan kontribusi kepada masyarakat yang mana diwujudkan dengan adanya rangkaian Commparty ini dengan diadakannya perlombaan, webinar digital marketing, Satu Ilkom yang merupakan apresiasi karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS dan acara puncak yang dapat diakses dan dinikmati seluruh mahasiswa Indonesia,” ujar Aisyah.


Detik-detik malam puncak Commparty 2021 melalui kanal Youtube Himakom FISIP UNS (Dok.Anya)



    Commparty tahun ini mengusung tema utama yakniRise Up, Level Up”. Tema ini  diharapkan menjadi dorongan untuk terus berkarya ditengah keterbatasan karena pandemi. Aisyah menuturkan tema ini diharapkan menjadi sorakan untuk bangkit kembali di tengah keterbatasan selama pandemi. Aisyah mengatakan kita harus bangkit untuk terus berkarya dan membagikan informasi dan pengetahuan bagi sesame mahasiswa maupun masyarakat Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kompilasi persiapan acara Commparty 2021. Kemudian Cuap Bareng Commers dimana 18 mahasiswa Ilmu Komunikasi dari angkatan 2018, 2019, dan 2020 ditanyakan mengenai mereka sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi. Commparty 2021 juga dimeriahkan dengan kuis interaktif juga penampilan dari Komunitas Musik FISIP (KMF) dan Hexa Band.

Sebelum acara berakhir, diadakan pengumuman pemenang-pemenang dari lomba Commparty 2021 yang telah terselenggara meliputi lomba podcast dan menulis opini. Salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi, Renata Listya (19), mengaku terhibur dengan adanya acara Commparty 2021 ini.

“Seru sih, editannya lucu banget. Asik. Semoga semakin kompak terutama buat seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan juga semakin kreatif,” ujar Ratna saat dihubungi VISI.

Sebelumnya, acara puncak Commparty 2021 telah melewati serangkaian acara lainnya seperti lomba podcast dan menulis opini, webinar digital marketing, dan juga pameran karya Satu Ilkom. (Anya)