Kamis, 29 April 2021

Audiensi Terbuka Digelar, Rektorat Sepakati Dua Tuntutan

Audiensi Terbuka Digelar, Rektorat Sepakati Dua Tuntutan



Pejabat rektorat tengah menyampaikan jawaban atas tuntutan mahasiswa 
(Dok.zulfa)


    Lpmvisi.com, Solo – Desakan untuk melakukan perubahan kebijakan kampus yang dianggap tidak berpihak kepada mahasiswa akhirnya digelar Rabu (28/04/2021).

Audiensi yang digelar secara daring dan luring ini turut dihadiri sejumlah perwakilan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Dalam audiensi terbuka yang digelar di Ruang Sidang 2 Gedung Rektorat UNS, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. tidak menghadiri acara yang kemudian digantikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.  Audiensi yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB ini juga dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom yang menghadirkan lebih dari 300 mahasiswa UNS dari berbagai fakultas.

Dalam audiensi terbuka kali ini, terdapat empat tuntutan yang dibawakan mahasiswa yaitu: pemerataan sistem penetapan uang kuliah tunggal (UKT) untuk semua jalur masuk mahasiswa baru UNS, kebijakan biaya sumbangan pengembangan institusi (SPI) 0 rupiah bagi mahasiswa baru jalur seleksi mandiri, kuota jalur seleksi mandiri tidak lebih dari 30%, dan jaminan tidak adanya kenaikan UKT dan SPI serta adanya sanggah UKT bagi semua jalur masuk UNS.

Alif, selaku tim kajian yang juga memaparkan kajian ketiga dan keempat, mengungkapkan bahwa audiensi ini tidak akan berhenti sampai disini. Perlu dilaksanakan audiensi tiap tahunnya untuk ekskalasi yang lebih besar agar tercipta mahasiswa yang sejahtera.


Peserta audiensi terbuka turut berpartisipasi meskipun lewat daring. 
(Dok.zulfa)

“Komitmen UNS untuk menjadi kampus kerakyatan dengan jaminan tidak ada kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal -red) dan SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi -red). Diharapkan biaya murah ini masih ada pasca UNS PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum -red),” ujar Alif.

Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut, Ahmad Yunus menyangkal bahwa UNS saat ini adalah institusi komersial. Yunus mengatakan UNS adalah kampus yang memberikan dispensasi UKT terbesar di Indonesia. Disinggung mengenai kuota mandiri, ia mengungkapkan kuota tersebut merupakan aturan dari kementerian.

“Mandiri bukan untuk ajang jual kursi, Nak. Tapi kita ingin mendapatkan kualitas yang bagus juga. Jangan minta SPI 0 tapi membandingkan dengan UGM, UI,” ungkap Direktur Reputasi Akademi dan Kemahasiswaan.  Dr. Sutanto, S.Si, DEA.

Meskipun telah disinggung mengenai peniadaan SPI 0 rupiah, pihak rektorat bersikukuh bahwa SPI ini adalah bentuk infaq yang perlu diberikan oleh orang-orang mampu. Rektorat mengatakan, jika mahasiswa tidak mampu maka dapat diperbolehkan mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP). Analogi infaq ini lantas menimbulkan kontra dari pihak mahasiswa. Mereka menilai infaq bersifat sunnah bukan wajib.

Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFrA selaku direktur keuangan dan optimalisasi aset menegaskan bahwa tidak ada kenaikan UKT dan SPI, yang menandakan bahwa tuntutan keempat dari perwakilan mahasiswa telah disepakati oleh pihak rektorat. Beliau menambahkan bahwa sebanyak 173 mahasiswa tahun lalu telah mendapatkan pengurangan serta pembebasan SPI hingga mencapai angka 3 Milyar bahkan lebih.

Setelah melalui perdebatan yang panjang, audiensi terbuka bersama rektorat menghasilkan dua keputusan yang disepakati bersama rektorat, yaitu pemerataan sistem penetapan UKT untuk semua jalur masuk mahasiswa UNS, jaminan tidak ada kenaikan UKT dan SPI, dan diadakannya sanggah UKT bagi semua jalur masuk UNS. Sedangkan tuntutan pengembalian SPI 0 rupiah dan kuota mandiri 30% tidak disepakati.

“Kuota tetap 45% untuk seleksi mandiri, karena itu keputusan rektor, dan rektor melakukan kontrak dengan menteri bukan dengan BEM. BEM boleh mengusulkan, tapi kalau BEM memaksa kepada kami, itu lain persoalan. Usulan adalah usulan, bukan memaksa untuk menuruti usulan BEM,” pungkas Ahmad Yunus. (zulfa)


Rabu, 21 April 2021

Ngabuburit dari Rumah, Kenapa Tidak?

Ngabuburit dari Rumah, Kenapa Tidak?

 


Ilustrasi Suasana Ngabuburit Di Rumah. (Dok.Internet)


Bulan puasa tentunya tidak lengkap tanpa kegiatan ngabuburit. Ngabuburit sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan sambil menanti waktu berbuka puasa. Pandemi Covid-19 telah mengubah cara ngabuburit yang biasanya dilakukan di luar rumah, kini harus dilakukan di dalam rumah.

Meskipun di rumah saja, banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat ngabuburit. Berikut ini adalah beberapa hal yang telah VISI rangkum untuk referensi kegiatan apa yang bisa dilakukan di rumah sembari menanti waktu berbuka.

1.      Menjalankan hobi

Dengan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan hobi, rasa bosan menanti waktu berbuka akan menghilang.

2.      Beberes rumah, mencuci baju¸membersihkan kamar mandi.

Selain membuat tempat tinggal menjadi bersih, beberes juga membuat tubuh kita aktif bergerak.

3.      Olahraga kecil, seperti yoga dan olahraga ringan lainnya.

Walaupun kita sedang berpuasa, kita tetap harus berolahraga supaya tubuh kita tetap sehat dan imun kita tetap kuat. Puasa bukan menjadi halangan untuk terus aktif bergerak.

4.      Nonton drama korea, serial, ataupun film favorit.

Menonton drama korea ataupun film membuat waktu kita akan teraca cepat berlalu. Hal ini tentu saja akan membuat kita merasa waktu berbuka puasa semakin cepat. Selain itu, kita juga merasa terhibur.

5.      Membaca Alquran setelah menunaikan ibadah salat asar.

Membaca Alquran dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang menunggu buka puasa. Dengan membaca Alquran juga dapat menambah pahala kita.

6.      Mendengarkan kajian-kajian islami

Kegiatan ini dapat menambah wawasan tentang dunia islami dan juga menambah pahala di bulan Ramadan.

7.      Berkumpul dan berbagi cerita dengan keluarga.

Ngabuburit dirumah juga bisa menjadi ajang family time. Yang bisa mempererat hubungan di internal keluarga.

8.      Membantu keluarga menyiapkan menu makanan berbuka.

Membantu ibu atau saudara kita menyiapkan makanan untuk buka puasa juga bisa menjadi kegiatan ngabuburit yang bisa kalian lakukan dirumah.

 

Ngabuburit memang salah satu hal yang sangat ditunggu ketika bulan puasa Ramadan tiba. Namun, ngabuburit di tahun ini berbeda suasananya. Kita tidak boleh berakivitas di luar rumah dan hanya boleh beraktvitas di rumah aja.

 

Oleh karena iu, tips-tips ngabuburit di rumah aja versi LPM VISI tersebut bisa teman-teman terapkan. Tentunya tips-tips tersebut, dapat dikombinasikan dengan aktivitas ngabuburit dirumah yang memang sudah kalian lakukan secara rutin. Selamat dan semangat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1442 H! (Cika).

 

 

 

  



Senin, 12 April 2021

Menengok Uji Coba Kuliah Luring Fisip UNS

Menengok Uji Coba Kuliah Luring Fisip UNS

Uji coba kuliah luring yang dilaksanakan di Aula Fisip UNS, Senin (12/04/2021).
 (dok.VISI/Gede)


Lpmvisi.com, Solo – Setelah satu tahun program perkuliahan dilakukan secara daring, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Sebelas Maret (UNS) akhirnya melakukan uji coba kuliah luring Senin, (12/04/2021).

            Uji coba tersebut dihadiri oleh Dekan Fisip UNS, Prof. Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si beserta jajaran wakil dekan dan kepala program studi (kaprodi). Tak hanya itu, uji coba ini juga diikuti oleh 42 mahasiswa Fisip yang berasal dari Kota Surakarta. Ismi mengaku sangat mengapresiasi keikut sertaan mahasiswa Fisip untuk mengikuti uji coba kali ini. Hal ini menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi lantaran dari 57 mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 42 mahasiswa sanggup untuk menghadiri uji coba kali ini.

          "Fakultas lain sempat berencana untuk melaksanakan kegiatan ini, namun batal karena pesertanya sedikit. Saya senang karena partisipannya cukup banyak dalam acara ini,” ujar Ismi dalam sambutannya, Senin (12/04/2021).

              Ismi mengatakan, kuliah luring nantinya akan dilaksanakan khusus untuk mahasiswa semester II dan semester akhir. Tidak hanya itu, dalam pantauan VISI, protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat. Mulai dari mencuci tangan, pengecekan suhu, penggunaan masker, hingga jaga jarak antar bangku peserta. Pengisian presensi juga dilakukan dengan memindai kode QR untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19.

Peserta uji coba luring melakukan presensi dengan memindai kode QR yang tersedia di papan pengumuman. (dok.VISI/Gede)

Pengecekan suhu dilakukan petugas kepada para peserta uji coba kuliah luring. (dok.VISI/Gede)

Peserta uji coba kuliah luring melakukan cuci tangan sebagai langkah penerapan protokol kesehatan. (dok.VISI/Gede)
            
            Acara yang berlangsung selama tiga jam itu diisi oleh pemaparan dari beberapa jajaran dekanat Fisip. Acara dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya, sambutan Dekan Fisip UNS, Visi Misi dan Profil Fisip UNS, Sosialisasi Program Kampus Merdeka, Sosialisasi dari Kaprodi, pemutaran video profil Fisip UNS, hingga sesi tanya jawab.

            Salah seorang peserta, Almahdi (18), mengaku senang mengikuti kegiatan uji coba luring kali ini. Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara ini mengatakan alasannya mengikuti kegiatan ini untuk merasakan sensasi kuliah secara langsung di UNS.

            “Awalnya saya mengira bakal tegang, bakal ada pertanyaan yang menyulitkan mahasiswa. Tapi ternyata dari pihak fakultasnya sendiri malah membuat ini fun sehingga memberi kesan bahwa kuliah di Fisip itu menyenangkan,” ujar Almahdi saat ditemui VISI, Senin, (12/04/2021).

            Lebih lanjut Almahdi berharap agar mahasiswa Fisip UNS dapat segera melaksanakan kuliah luring.

            “Kalau boleh jujur, kuliah luring jauh lebih efektif daripada kuliah daring,” pungkasnya. (Gede, Oentari)

Jumat, 09 April 2021

“Gerbang Waktu”, Rayakan Satu Dekade Pesta Film Solo

“Gerbang Waktu”, Rayakan Satu Dekade Pesta Film Solo

 

(Dok.Vika)


Lpmvisi.com, Solo – Perayaan satu dekade Pesta Fim Solo (PFS) menandai 10 tahun berproses menjadi sebuah gerbang untuk menampilkan dan mengapresiasi film nusantara karya sineas Indonesia.

PFS 10 ini diselenggarakan oleh Kineklub Fisip Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 8-10 April 2021. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PFS kali ini digelar secara daring melalui laman bicaraevent.id. Hal ini dikarenakan pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan acara untuk diselenggarakan secara luring.

“Penggunaan web dipilih agar konsep dan tema acara bisa didesain sehingga pesan bisa tersampaikan dengan baik. Selain itu juga bertujuan untuk menjaga keamanan film,” ujar Agustina Nur Hapsari selaku Ketua Panitia PFS saat ditemui VISI, Kamis (8/4/2021).

Agustina menuturkan tema yang diusung dalam PFS kali ini ialah Gerbang Waktu. Agustina mengatakan tema ini bermaksud untuk mengajak penonton memaknai waktu dengan lebih baik, menyadari eksistensi waktu, dan melihat dinamika waktu. Implementasi dari tema tersebut adalah melalui gerbang layar alternatif dan film-film yang diputarkan dalam Pesta Film Solo.

Lebih lanjut, Agustina mengatakan penyelenggaraan PFS secara daring mampu menghadirkan penonton dan pecinta film dari berbagai penjuru Tanah Air. Selain itu, penonton juga tidak dipungut biaya sepeserpun.

 “Sebenarnya target kita lebih ke komunitas dan warga Solo, tapi karena daring maka jangkauannya lebih luas. Kalau komunitas kita ada program spesial temu komunitas jadi ngobrol-ngobrol  bersama komunitas pecinta film,” sambung Agustina.

                Secara keseluruhan terdapat beberapa rangkaian acara diantaranya Pemutaran Film Tematis, Focus On, Kelas Virtual, Temu Komunitas, serta Pemutaran Film Utama. Selain itu terdapat juga diskusi film dengan pembicara Kamila Andini, Jason inskandar, Richard Oh, dan Arfian Purnama.

                Pesta Film Solo kali ini tetap mendapat antusiasme dari penonton meskipun digelar secara daring. Salah satunya adalah Yuli Dewi Safitri, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNS. Yuli mengaku tertarik untuk mengikuti kegiatan PFS karena dapat menonton film yang baru pertama kali ditonton. Ia juga senang karena acara PFS kali ini digelar secara daring dan juga gratis.

                “Aku suka sekali mengikuti agenda PFS (Pesta Film Solo -red) meskipun kali ini digelar secara daring dan bebarengan dengan jam kuliah. Menurut saya dengan hadirnya PFS ini, kita jadi tahu kalau karya film dalam negeri itu banyak banget. Semoga tahun depan bisa digelar secara luring,” ungkap Yuli saat dihubungi VISI, Kamis (8/4/2021). (Vika, Clarisa)





Senin, 05 April 2021

Paskah 2021, Jadikan Momentum untuk Membuka Hati

Paskah 2021, Jadikan Momentum untuk Membuka Hati

 

Penyampaian Khotbah oleh Pdt. Yotam Tedi Kusnandar. M.Th dalam ibadah Minggu Paskah di Gereja Solagratia Solo. ( Dok.David )



Lpmvisi.com, Solo – Ibadah Paskah yang digelar GBIS Sola Gratia berlangsung khidmat baik ibadah daring maupun luring.

Dalam pantauan VISI, ibadah Paskah yang digelar hari Minggu (04/04/2021) ini, dilakukan melalui dua cara yakni daring dan luring. Ibadah luring digelar melalui kanal Youtube GBIS Solagratia dan siaran langsung Instagram.

Protokol kesehatan yang ketat juga diberlakukan bagi jemaat yang hadir di gereja. Tak hanya itu, pihak keamanan juga bersiaga di lingkungan gereja. Hal ini sebagai bentuk antisipasi menyusul adanya ledakan bom gereja di Makassar beberapa waktu lalu.

Dalam ibadah Paskah tahun ini, tema yang diangkat adalah “Pintu Kubur Yang Terbuka”.  Pdt. Yotam Tedi Kusnandar, M.th menjelaskan beberapa poin penting yaitu pintu kubur merupakan bukti bahwa Yesus hidup, kemudian kebangkitan Krisus adalah dasar iman kekristenan, serta mengenai pandangan yang keliru dan menyesatkan tentang kebangkitan Yesus.

“Pintu kubur yang terbuka seharusnya membuka pintu hati kita untuk mengeluarkan dan mempertontonkan kuasa Tuhan yang hebat dalam hidup kita, dan menyadari dengan pintu kubur yang sudah terbuka, artinya hidup kita jangan seperti dalam kubur terus dalam arti  terus berada dalam kesesakan, kesedihan, tekanan, tapi harus bangkit dan berkemenangan dalam Kristus,” ujar Yotam dalam pantauan VISI, Minggu (4/4/2021). (David)

 


Gelar Karya Fotografi Tutup Rangkaian Pameran Besar FFC 2021

Gelar Karya Fotografi Tutup Rangkaian Pameran Besar FFC 2021



Pengunjung antusias menikmati karya pameris dalam acara Pameran Besar FFC UNS Sabtu (2/4/2021). (Dok.Nova)


Lpmvisi.com, Solo – Rangkaian Pameran Besar Fisip Fotografi Club (FFC) Universitas Sebelas Maret (UNS) 2021 resmi ditutup dengan melakukan gelar karya di Hartono Mall, Solo Baru, 2 – 4 April 2021.

            Gelar karya ini dilaksanakan menggunakan sistem hybrid yaitu daring dan luring. Gelar karya luring menyajikan sebanyak 13 karya pameris dari anggota FFC Angkatan 2018. Sedangkan gelar karya daring menyajikan karya anggota FFC Angkatan 2018 dan tiga karya lain dari alumni FFC UNS. Karya yang disajikan adalah cerita foto yang mengangkat seputar perempuan.

            “Untuk pameran daring sendiri kami menggunakan artstep yaitu layanan realitas virtual khusus untuk pameran tiga dimensi. Untuk katalog kami menggunakan fitur web dari wix.com,” ujar Valinda selaku ketua acara saat ditemui VISI, Minggu (4/4/2021).

            Pameran besar FFC tahun ini mengusung tema “WO(move)MEN”. Tema tersebut merupakan gabungan dari kata women dan movement. Melalui tema tersebut, FFC ingin mengangkat cerita seputar pergerakan perempuan dimasa kini.

            “Kami memilih tema tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap perubahan pergerakan perempuan yang lebih maju karena perempuan mampu mengisi sektor-sektor publik. Kami juga ingin menyuarakan kembali isu-isu tentang perempuan yang sekarang masih kurang,” sambung Valinda.

            Pengunjung tampak antusias menikmati karya yang disajikan. Nova (21) mengaku senang dapat hadir dalam pameran besar ini.

            “Bagus acaranya, foto-fotonya keren keren. Kemarin juga banyak yang mampir baik anak UNS, bapak-bapak dan ibu-ibu juga turut menonton karya pameris. Aku jujur menikmati banget. Paling suka sama karya yang berjudul ‘Insecurity’,” ujar Nova saat ditemui VISI, Sabtu (3/4/2021).

            Sebelumnya, FFC UNS juga menggelar webinar Woman Campaign pada Jumat (26/4/2021). Rangkaian acara kemudian berlanjut pada Bedah Foto Online bersama Marrysa Tunjung Sari (Poeticpicture), Jumat (2/4/2021). Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi karya dalam Photography 101 : Human Interest, Minggu (4/4/2021), dengan menghadirkan jurnalis foto, Mast Irham. (Gede)