Selasa, 08 Juni 2021

Commparty 2021 Ajak Mahasiswa untuk Bangkit Berkarya

Commparty 2021 Ajak Mahasiswa untuk Bangkit Berkarya

 

Penampilan KMF di acara Commparty 2021 (Dok. Anya)


    Lpmvisi.com, Solo – Dalam rangka perayaan ulang tahun program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sebelas Maret (UNS) yang ke-45, Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) UNS menyelenggarakan acara malam puncak Commparty (Communication Party) 2021 yang disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Himakom UNS, Sabtu (05/06/2021).

Acara malam puncak Commparty 2021 merupakan acara penutupan dari rangkaian dies natalis Ilmu Komunikasi UNS dengan tema “Rise Up, Level Up” dan pertama kalinya diadakan secara daring (dalam jaringan) dikarenakan situasi pandemi COVID-19 masih berlangsung. Meski begitu, kegiatan ini tidak mengurangi antusias mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS untuk menyaksikan acara ini terlihat dari jumlah penonton yang berhasil terpantu VISI mencapai 59 penonton ketika pemutaran perdana.

Aisyah Fithrotulhaq selaku ketua Himakom FISIP UNS mengungkapkan kegiatan Commparty ini merupakan program kerja di bawah naungan bidang Minat dan Bakat Himakom. Kegiatan ini juga mengajak teman-teman non-pengurus Himakom untuk berkolaborasi dan mengambil bagian dalam kepanitiaan ini. Dirinya juga mengharapkan terciptanya bonding antar seluruh warga Ilmu Komunikasi dan adanya kontribusi kepada masyarakat dari mahasiswa Ilmu Komunikasi lewat acara Commparty 2021.

“Karena memperingati HUT-nya FISIP UNS yang ke-45, jadi harapannya tidak hanya bonding antar angkatan saja, tapi warga Ilmu Komunikasi yang mana termasuk dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika kampus. Harapannya juga kita memberikan kontribusi kepada masyarakat yang mana diwujudkan dengan adanya rangkaian Commparty ini dengan diadakannya perlombaan, webinar digital marketing, Satu Ilkom yang merupakan apresiasi karya mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS dan acara puncak yang dapat diakses dan dinikmati seluruh mahasiswa Indonesia,” ujar Aisyah.


Detik-detik malam puncak Commparty 2021 melalui kanal Youtube Himakom FISIP UNS (Dok.Anya)



    Commparty tahun ini mengusung tema utama yakniRise Up, Level Up”. Tema ini  diharapkan menjadi dorongan untuk terus berkarya ditengah keterbatasan karena pandemi. Aisyah menuturkan tema ini diharapkan menjadi sorakan untuk bangkit kembali di tengah keterbatasan selama pandemi. Aisyah mengatakan kita harus bangkit untuk terus berkarya dan membagikan informasi dan pengetahuan bagi sesame mahasiswa maupun masyarakat Indonesia.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kompilasi persiapan acara Commparty 2021. Kemudian Cuap Bareng Commers dimana 18 mahasiswa Ilmu Komunikasi dari angkatan 2018, 2019, dan 2020 ditanyakan mengenai mereka sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi. Commparty 2021 juga dimeriahkan dengan kuis interaktif juga penampilan dari Komunitas Musik FISIP (KMF) dan Hexa Band.

Sebelum acara berakhir, diadakan pengumuman pemenang-pemenang dari lomba Commparty 2021 yang telah terselenggara meliputi lomba podcast dan menulis opini. Salah satu mahasiswi Ilmu Komunikasi, Renata Listya (19), mengaku terhibur dengan adanya acara Commparty 2021 ini.

“Seru sih, editannya lucu banget. Asik. Semoga semakin kompak terutama buat seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan juga semakin kreatif,” ujar Ratna saat dihubungi VISI.

Sebelumnya, acara puncak Commparty 2021 telah melewati serangkaian acara lainnya seperti lomba podcast dan menulis opini, webinar digital marketing, dan juga pameran karya Satu Ilkom. (Anya)






Senin, 31 Mei 2021

Sosial Ngobral Ajak Mahasiswa Kurangi Low Self Esteem

Sosial Ngobral Ajak Mahasiswa Kurangi Low Self Esteem


Pemaparan materi seputar low self esteem dalam Webinar Sosial Ngobral yang dilaksanakan BEM FISIP UNS. (Dok. Nur Haliza)



Lpmvisi.com, Solo – Self esteem atau harga diri merupakan salah satu aspek yang paling penting karena merupakan kunci dari kesehatan mental. Ketika kita mengembangkan harga diri yang positif, maka kita akan memiliki pertumbuhan psikologi yang baik. Begitupun sebaliknya. Kondisi low self esteem dapat dialami oleh seluruh kalangan baik secara sadar maupun tidak sehingga perlu berbagai cara untuk mengatasinya.

Melalui Webinar Ngobral Sosial, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sebelas Maret (UNS), mengajak mahasiswa untuk memahami pentingnya low self esteem. Dengan mengusung tema “Low Self Esteem: How To Deal With It”, Bambang Pujo Legowo selaku Ketua Pelaksana menjelaskan webinar ini tidak hanya dikhususkan untuk mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum. Webinar yang diselenggarakan secara daring (dalam jaringan) melalui aplikasi Zoom pada Sabtu (29/05/2021) ini menghadirkan dua pembicara, yakni Ni Made Putri A, M.Psi., Founder Simpul Psikologi dan Fajri Kirana A, S. Psi., M.A., Dosen Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Pada sesi pertama, Putri menjelaskan terkait “Silence Your Inner Critic, Improve Your Self-Esteem”. Ia menjelaskan self esteem terbentuk karena berbagai faktor dan pengalaman hidup. Putri memaparkan ketika seseorang memiliki harga diri yang tinggi maka orang tersebut akan menghargai kepribadian diri sepenuhnya dan menerima diri apa adanya dengan kelebihan dan kelemahan yang dimiliki. Namun, ketika seseorang memiliki harga diri yang rendah maka orang tersebut akan bergantung pada penilaian orang lain dan selalu menganggap orang lain lebih dari orang tersebut.

“Ketika kita mengembangkan harga diri yang positif, harga diri yang tinggi, maka kita akan memiliki pertumbuhan psikologis yang baik, sebaliknya apabila kita memiliki harga diri yang rendah maka pertumbuhan psikologi kita juga akan terhambat,” jelas Putri.

Dirinya mengatakan low self esteem itu sendiri merupakan pandangan negatif terhadap diri sendiri seperti selalu menyalahkan diri sendiri terhadap kekurangan diri atau atas suatu hal. Ia menguraikan ciri seseorang dengan harga diri yang rendah yakni ditandai dengan selalu memandang diri sendiri tidak berharga, menggunakan kata-kata negatif untuk menggambarkan diri sendiri, selalu ragu akan kemampuan diri, merasa bahwa tidak memiliki kelebihan, sesuatu yang dimiliki terasa tidak penting, selalu merasa tidak puas dengan diri sendiri, serta jarang memberikan pujian kepada diri sendiri. Putri menjelaskan terdapat berbagai dampak yang ditimbulkan akibat dari harga diri yang rendah seperti depresi, kecemasan, agresif, mudah marah, serta tidak pernah puas dan berharga. Self esteem yang rendah ada karena inner critic yang kita berikan kepada diri sendiri telah menguasai diri kita.

Putri juga menjelaskan beberapa cara untuk meningkatkan self esteem. Pertama, Be mindful dengan menyadari pembicaraan diri negatif kita dan tidak percaya semua yang kita pikirkan karena pikiran hanyalah pikiran. Kedua, self-distancing dengan mengganti kata “aku” dengan kata ganti orang ketiga, tanya pada diri sendiri “mengapa”, serta memberikan waktu berhenti sejenak untuk berpikir jelas dan rasional. Ketiga, self-affirmation dengan mempercayai kemampuan diri sendiri. Keempat, penerimaan diri dengan mempraktikan penerimaan diri dan berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain serta kenali kelebihan dan kelemahan diri sendiri. Kelima, forgiveness dengan memaafkan diri sendiri dan orang lain yang telah menyakiti kita. Terakhir, konsultasi ke ahli (psikolog/psikiater) jika diperlukan.

“Gunakanlah kalimat-kalimat kepada diri sendiri seperti yang kalian ucapkan untuk berbicara dengan orang-orang yang kalian sayangi, karena ketika kalian berbicara pasti akan berpikir dua atau tiga kali lipat supaya orang tersebut tidak tersakiti,” ucap Putri mengakhiri sesi presentasinya.

Selanjutnya, Fadjri selaku pembicara kedua juga menjelaskan cara untuk meningkatkan self-esteem yakni dengan melakukan sesuatu yang kita senangi, mencari orang-orang yang menghargai dan yang memberikan pesan positif kepada kita, hidup sehat, berani memberikan tantangan kepada diri sendiri, dan selalu fokus terhadap sesuatu yang positif.


Game untuk peserta webinar oleh Fadjri, pembicara kedua. (Dok. Nur Haliza)



Selain itu, Fadjri juga memberikan sesi permainan dalam webinar tersebut untuk menggugah antusias dari peserta dengan mengisi link untuk menjawab pertanyaan “siapa aku?” yang diikuti oleh setengah lebih peserta yang mengikuti webinar tersebut.

Meskipun webinar ini dilaksanakan secara daring. Hal tersebut tidak membuat antusias peserta surut. Dalam pantauan VISI sebanyak 88 peserta dan berasal dari berbagai daerah mengikuti webinar ini. Sebagian peserta mengatakan webinar ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Candra, guru Sekolah Menengah Kejuruan Budi Utomo, Depok.

“Webinar ini bermanfaat baik kalangan muda maupun tua karena kondisi low self esteem dialami oleh seluruh kalangan,” ungkap Candra saat dihubungi VISI.

Hal senada juga dikatakan oleh Naufal, Mahasiswa Universitas Brawijaya.

“Webinar tersebut tentunya bermanfaat dan insightful banget, terutama materi yang dibawakan Kak Putri. Materi tersebut sangat berhubungan dengan kejadian-kejadian yang dialami oleh anak-anak muda yang selalu mengalami inner critic dan insecure kepada orang lain dan menganggap dirinya lebih rendah daripada orang lain,” pungkas Naufal saat dihubungi VISI.


           


      Di penghujung acara, BEM FISIP UNS juga meluncurkan layanan konseling yang dikemas dalam suatu program bernama Ruang Sosial. Program tersebut merupakan fasilitas yang diberikan oleh BEM FISIP UNS, khususnya untuk mahasiswa FISIP UNS yang membutuhkan pendampingan dan konseling dari ahlinya. Program  tersebut merupakan kerja sama antara BEM FISIP UNS dengan Simpul Psikologi Fakultas Kedokteran UNS. (Nur Haliza)

     

Sabtu, 22 Mei 2021

Kolaborasi BEM FISIPxCensor Ajak Mahasiswa Bangun Personal Branding

Kolaborasi BEM FISIPxCensor Ajak Mahasiswa Bangun Personal Branding

 

Kegiatan webinar personal branding yang diadakan oleh BEM FISIP UNS berkolaborasi dengan Censor (Dok.Gede)

Lpmvisi.com, Solo – Di tengah industri 4.0, personal branding menjadi salah satu hal yang patut dipertimbangkan. Personal branding dianggap oleh sebagian kalangan menjadi penilaian awal sebelum memasuki jenjang karir berikutnya.

Kolaborasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Censor, mengajak mahasiswa untuk menyadari dan membangun personal branding. Dengan mengusung tema Build An Outstanding Personal Branding in Digital Era “Be the real you, be the best of you”, kolaborasi ini menghadirkan dua pembicara, yakni CEO dan Founder GM Group Muflih Dwi Fikri dan Announcer Kalimaya Octa Kumaraningtyas. Webinar yang diselenggarakan pada Sabtu (22/05/2021) ini dilakukan secara dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan aplikasi Zoom.

Dalam webinar ini, Fikri selaku pembicara pertama menekankan pentingnya menentukan tujuan kita sebelum membangun personal branding. Hal ini perlu dilakukan agar tujuan membangun personal branding menjadi jelas dan terarah.

“Yang penting dalam personal branding itu tujuannya. Selain itu platform media yang kamu pakai juga penting. Jadi harus tahu tujuannya, beri value pada apapun yang kalian lajukan meskipun itu hal yang kecil, media yang digunakan apa, dan yang paling penting be brave,” ujar Fikri.

Fikri juga membagikan tips media sosial yang cocok untuk digunakan dalam proses membangun personal branding. Fikri mengatakan terdapat tiga media sosial yang umum digunakan saat ini yakni Instagram, LinkedIn, dan Tiktok. Menurutnya, masing-masing media sosial tersebut mempunyai perannya dan fungsinya masing-masing.

Alasan dipilihnya ketiga media tersebut, menurut Fikri, karena pertama, Instagram merupakan media yang sering dibuka pertama kali untuk mencari tahu personal branding seseorang. Fikri mengatakan, untuk membangun personal branding di Instagram, fokus utama dari platform ini adalah personal story

Peserta antusias mengikuti agenda acara webinar personal branding (Dok. Gede)

Kedua, LinkedIn merupakan media profesional. Fikri mengatakan fungsinya berbeda dari Instagram. LinkedIn lebih menekankan pada banyaknya data yang kita susun dalam unggahan kita. Interaksi yang terjadi umumnya flexing atau membagikan informasi mengenai prestasi kita. Fikri mengungkapkan media ini cocok untuk fresh graduate atau mahasiswa semester akhir. Ketiga adalah Tiktok. Fikri menekankan bahwa Tiktok mempunyai algoritma khusus dan fokusnya untuk menjadi viral.

Tak hanya itu, ada pula tips yang dibagikan Fikri dalam membangun personal branding kepada peserta yang hadir.

“Yang pertama kita harus ngasih value ke orang. Jangan hanya nyombong doang. Kedua, kita harus rutin memanfaatkan media sosial kita. Ketiga tunjukkan kehidupan aslimu, tunjukkan kehidupan aslimu, your real life,” papar Fikri.

Webinar ini juga turut menarik antusiasme peserta dimana sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa. Tercatat sebanyak 92 orang hadir dalam webinar tersebut. Almira (20), mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNS mengatakan acara ini sangat seru dan memotivasi dirinya.

“Acaranya seru banget. Membuat kita jadi termovitasi untuk membangun personal branding dan tidak perlu terlalu mendengarkan perkataan negatif dari orang lain mengenai diri kita. Anggap saja itu jadi bahan introspeksi diri kita. Semoga webinar selanjutnya dapat menghadirkan sesi games sebelum masuk ke sesi tanya jawab,” pungkas Almira. (Gede)

Kamis, 29 April 2021

Audiensi Terbuka Digelar, Rektorat Sepakati Dua Tuntutan

Audiensi Terbuka Digelar, Rektorat Sepakati Dua Tuntutan



Pejabat rektorat tengah menyampaikan jawaban atas tuntutan mahasiswa 
(Dok.zulfa)


    Lpmvisi.com, Solo – Desakan untuk melakukan perubahan kebijakan kampus yang dianggap tidak berpihak kepada mahasiswa akhirnya digelar Rabu (28/04/2021).

Audiensi yang digelar secara daring dan luring ini turut dihadiri sejumlah perwakilan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Dalam audiensi terbuka yang digelar di Ruang Sidang 2 Gedung Rektorat UNS, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. tidak menghadiri acara yang kemudian digantikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.  Audiensi yang berlangsung sejak pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB ini juga dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom yang menghadirkan lebih dari 300 mahasiswa UNS dari berbagai fakultas.

Dalam audiensi terbuka kali ini, terdapat empat tuntutan yang dibawakan mahasiswa yaitu: pemerataan sistem penetapan uang kuliah tunggal (UKT) untuk semua jalur masuk mahasiswa baru UNS, kebijakan biaya sumbangan pengembangan institusi (SPI) 0 rupiah bagi mahasiswa baru jalur seleksi mandiri, kuota jalur seleksi mandiri tidak lebih dari 30%, dan jaminan tidak adanya kenaikan UKT dan SPI serta adanya sanggah UKT bagi semua jalur masuk UNS.

Alif, selaku tim kajian yang juga memaparkan kajian ketiga dan keempat, mengungkapkan bahwa audiensi ini tidak akan berhenti sampai disini. Perlu dilaksanakan audiensi tiap tahunnya untuk ekskalasi yang lebih besar agar tercipta mahasiswa yang sejahtera.


Peserta audiensi terbuka turut berpartisipasi meskipun lewat daring. 
(Dok.zulfa)

“Komitmen UNS untuk menjadi kampus kerakyatan dengan jaminan tidak ada kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal -red) dan SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi -red). Diharapkan biaya murah ini masih ada pasca UNS PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum -red),” ujar Alif.

Menanggapi tuntutan mahasiswa tersebut, Ahmad Yunus menyangkal bahwa UNS saat ini adalah institusi komersial. Yunus mengatakan UNS adalah kampus yang memberikan dispensasi UKT terbesar di Indonesia. Disinggung mengenai kuota mandiri, ia mengungkapkan kuota tersebut merupakan aturan dari kementerian.

“Mandiri bukan untuk ajang jual kursi, Nak. Tapi kita ingin mendapatkan kualitas yang bagus juga. Jangan minta SPI 0 tapi membandingkan dengan UGM, UI,” ungkap Direktur Reputasi Akademi dan Kemahasiswaan.  Dr. Sutanto, S.Si, DEA.

Meskipun telah disinggung mengenai peniadaan SPI 0 rupiah, pihak rektorat bersikukuh bahwa SPI ini adalah bentuk infaq yang perlu diberikan oleh orang-orang mampu. Rektorat mengatakan, jika mahasiswa tidak mampu maka dapat diperbolehkan mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP). Analogi infaq ini lantas menimbulkan kontra dari pihak mahasiswa. Mereka menilai infaq bersifat sunnah bukan wajib.

Dr. E. Muhtar, S.Pd., M.Si., CFrA selaku direktur keuangan dan optimalisasi aset menegaskan bahwa tidak ada kenaikan UKT dan SPI, yang menandakan bahwa tuntutan keempat dari perwakilan mahasiswa telah disepakati oleh pihak rektorat. Beliau menambahkan bahwa sebanyak 173 mahasiswa tahun lalu telah mendapatkan pengurangan serta pembebasan SPI hingga mencapai angka 3 Milyar bahkan lebih.

Setelah melalui perdebatan yang panjang, audiensi terbuka bersama rektorat menghasilkan dua keputusan yang disepakati bersama rektorat, yaitu pemerataan sistem penetapan UKT untuk semua jalur masuk mahasiswa UNS, jaminan tidak ada kenaikan UKT dan SPI, dan diadakannya sanggah UKT bagi semua jalur masuk UNS. Sedangkan tuntutan pengembalian SPI 0 rupiah dan kuota mandiri 30% tidak disepakati.

“Kuota tetap 45% untuk seleksi mandiri, karena itu keputusan rektor, dan rektor melakukan kontrak dengan menteri bukan dengan BEM. BEM boleh mengusulkan, tapi kalau BEM memaksa kepada kami, itu lain persoalan. Usulan adalah usulan, bukan memaksa untuk menuruti usulan BEM,” pungkas Ahmad Yunus. (zulfa)


Rabu, 21 April 2021

Ngabuburit dari Rumah, Kenapa Tidak?

Ngabuburit dari Rumah, Kenapa Tidak?

 


Ilustrasi Suasana Ngabuburit Di Rumah. (Dok.Internet)


Bulan puasa tentunya tidak lengkap tanpa kegiatan ngabuburit. Ngabuburit sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan sambil menanti waktu berbuka puasa. Pandemi Covid-19 telah mengubah cara ngabuburit yang biasanya dilakukan di luar rumah, kini harus dilakukan di dalam rumah.

Meskipun di rumah saja, banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat ngabuburit. Berikut ini adalah beberapa hal yang telah VISI rangkum untuk referensi kegiatan apa yang bisa dilakukan di rumah sembari menanti waktu berbuka.

1.      Menjalankan hobi

Dengan melakukan aktivitas yang berhubungan dengan hobi, rasa bosan menanti waktu berbuka akan menghilang.

2.      Beberes rumah, mencuci baju¸membersihkan kamar mandi.

Selain membuat tempat tinggal menjadi bersih, beberes juga membuat tubuh kita aktif bergerak.

3.      Olahraga kecil, seperti yoga dan olahraga ringan lainnya.

Walaupun kita sedang berpuasa, kita tetap harus berolahraga supaya tubuh kita tetap sehat dan imun kita tetap kuat. Puasa bukan menjadi halangan untuk terus aktif bergerak.

4.      Nonton drama korea, serial, ataupun film favorit.

Menonton drama korea ataupun film membuat waktu kita akan teraca cepat berlalu. Hal ini tentu saja akan membuat kita merasa waktu berbuka puasa semakin cepat. Selain itu, kita juga merasa terhibur.

5.      Membaca Alquran setelah menunaikan ibadah salat asar.

Membaca Alquran dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang menunggu buka puasa. Dengan membaca Alquran juga dapat menambah pahala kita.

6.      Mendengarkan kajian-kajian islami

Kegiatan ini dapat menambah wawasan tentang dunia islami dan juga menambah pahala di bulan Ramadan.

7.      Berkumpul dan berbagi cerita dengan keluarga.

Ngabuburit dirumah juga bisa menjadi ajang family time. Yang bisa mempererat hubungan di internal keluarga.

8.      Membantu keluarga menyiapkan menu makanan berbuka.

Membantu ibu atau saudara kita menyiapkan makanan untuk buka puasa juga bisa menjadi kegiatan ngabuburit yang bisa kalian lakukan dirumah.

 

Ngabuburit memang salah satu hal yang sangat ditunggu ketika bulan puasa Ramadan tiba. Namun, ngabuburit di tahun ini berbeda suasananya. Kita tidak boleh berakivitas di luar rumah dan hanya boleh beraktvitas di rumah aja.

 

Oleh karena iu, tips-tips ngabuburit di rumah aja versi LPM VISI tersebut bisa teman-teman terapkan. Tentunya tips-tips tersebut, dapat dikombinasikan dengan aktivitas ngabuburit dirumah yang memang sudah kalian lakukan secara rutin. Selamat dan semangat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1442 H! (Cika).