Senin, 13 September 2021

Sejumlah Mahasiswa UNS Ditangkap Aparat Saat Kunjungan Kerja Jokowi

Sejumlah Mahasiswa UNS Ditangkap Aparat Saat Kunjungan Kerja Jokowi

 

Salah seorang peserta aksi membawa poster berisikan aspirasi untuk presiden Jokowi (Dok.Pribadi)


    Lpmvisi.com, Solo – Sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi di depan Kampus UNS ditangkap aparat pada Senin (13/09/2021). Penangkapan tersebut bertepatan saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk bertemu dengan Majelis Rektor Peguruan Tinggi Negeri Indonesia (MPTNI) di Auditorium Fakultas Kedokteran, UNS.

    Dalam rilis resminya, Presiden dan Wakil Presiden BEM se-UNS menyuarakan aspirasi melalui pembentangan poster. Aksi tersebut ditujukan untuk menyampaikan aspirasi kepada Jokowi.

    Setidaknya tujuh mahasiswa ditangkap oleh aparat, sedangkan tiga lainnya belum ada informasi.

    Menurut rilis tersebut, kejadian ini berawal saat D membentangkan poster di Halte UNS pukul 10.59 WIB. Lalu pada pukul 11.13 WIB, D dibawa aparat menggunakan mobil berwarna hitam. Dua mahasiswa lain berinisial K dan T yang menghampiri D turut ditangkap oleh aparat tersebut.

    Selain itu aparat juga menggeledah tas milik empat orang mahasiswa lainnya yang turut berpartisipasi dalam aksi tersebut.  

    Presiden BEM UNS, Zakky mengatakan pihaknya saat ini telah meminta bantuan hukum kepada Lembaga Bantuan Hukum Solo Raya Justice.

    “Kami sudah meminta bantuan lembaga bantuan hukum Solo Raya Justice dan sudah dapat pendampingan hukum. Kami juga berkomunikasi dengan aparat dan katanya akan dibebaskan begitu,” ujar Zakky.

    Disinggung mengenai isi poster yang dibawa oleh mahasiswa, Zakky mengatakan poster tersebut adalah aspirasi yang ingin disampaikan kepada Jokowi. Menurutnya, isi poster tersebut masih terbilang sopan.

    “Yang disayangkan adalah poster-poster kami dirampas padahal isinya ya nggak begitu sarkas. Isinya itu ‘Pak tolong benahi KPK’, ‘Pak tolong tuntaskan pelanggaran HAM masa lalu’. Ini menunjukkan ruang aspirasi begitu sulit,” pungkas Zakky. (Gede)


Rabu, 08 September 2021

17 Tahun Kematian Munir, Mahasiswa Gelar Aksi Nyalakan Lilin

17 Tahun Kematian Munir, Mahasiswa Gelar Aksi Nyalakan Lilin

 

 Aksi menyalakan lilin di Boulevard UNS peringati 17 tahun kematian Munir (Dok.Falah)


    Lpmvisi.com, Solo - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang berada di Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Aksi Menyalakan 100 lilin di Boulevard UNS pada Selasa (07/09/2021). Aksi ini digelar untuk menengenang salah satu aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib, yang meninggal 17 tahun silam.

    Juru Bicara Aksi, Luthfi Naufal mengatakan aksi ini untuk mengenang Munir sekaligus wujud keprihatinan mahasiswa atas kondisi penanganan HAM di Indonesia saat ini.       

    “Acara malam ini merupakan inisasi dari BEM untuk mengenang kematian Munir 17 tahun lalu. Aksi ini juga merupakan salah satu bentuk keprihatinan mahasiswa karena banyak terjadi tragedi yang menyangkut aktivis HAM, salah satunya Munir yang perjuangannya dihentikan,” ujar Luthfi saat ditemui VISI.

    Luthfi menegaskan acara tersebut murni untuk mengenang Munir. Ia mengungkapkan tidak ada pesan terselubung dalam acara tesebut.

    “Gak ada. Acara ini murni untuk menenang Munir. Biar remaja juga tahu bagaimana perjuangan beliau dulu dan bisa diteruskan sampai akhir,” sambung Luthfi.

    Acara ini tak hanya dihadiri oleh aliansi BEM, namun juga dihadiri Mahasiswa UNS di luar aliansi BEM. Acara ini dilakukan dengan menyalakan 100 buah lilin yang membentuk angka satu dan tujuh.

    “Simbolisasi menggunakan lilin dan formasi mahasiswa membentuk angka satu dan tujuh ini sebagai peringatan 17 tahun kematian Munir,tutur Luthfi.

    Said Thalib adalah aktivis HAM kelahiran Malang, 8 Desember 1965. Ia pernah menangani kasus seperti kasus Marsinah dan kasus warga Nipah di Madura. Munir meninggal pada 7 September 2004 dalam perjalanan ke Amsterdam. Dari temuan tim investigasi, terdapat kadar arsenik yang sangat tinggi dalam tubuh Munir. (Falah).


UNS Gelar PTM Perdana, Rektor: Secara Bertahap Akan Ditingkatkan

UNS Gelar PTM Perdana, Rektor: Secara Bertahap Akan Ditingkatkan

 

Rektor UNS mengajar dalam sesi kuliah PTM perdana di Fakultas Hukum UNS (Dok.Internet)

 

    Lpmvisi.com, Solo - Menindaklanjuti izin yang diberikan oleh Walikota Surakarta, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar perkuliahan tatap muka (PTM) pada Senin (06/09/2021). Setidaknya terdapat empat fakultas yang memulai PTM yakni Fakultas Hukum (FH), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Keolahragaan (FKOR), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Dalam rilis resminya, PTM yang digelar di FH UNS dihadiri oleh 12 mahasiswa semester pertama. Sedangkan mahasiswa lainnya mengikuti kuliah secara daring. Pada PTM hari pertama di FH UNS, Rektor UNS, Jamal Wiwoho langsung mengajar materi hukum dagang.

Menurut rencana, perkuliahan tatap muka di UNS akan dilakukan bersyarat dan bertahap sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 87/UN27/PK.01.03/2021 tentang Perkuliahan Tatap Muka Mahasiswa Program Sarjana dan Diploma Universitas Sebelas Maret yang diterbitkan pada Kamis (02/09/2021). Meskipun begitu, saat ini UNS masih membatasi kapasitas setiap ruang kuliah maksimal 30 persen dari kapasitas normal.

“Kita mulai karena semester satu baru masuk. Nanti bertahap lagi ke semester lima dan tujuh. UNS sudah bisa kita mulai termasuk ujian skripsi, disertasi, tesis, dan sebagainya yang berikutnya kalau sudah memungkinkan 30 persen bisa naik ke 40 persen dan 50 persen. Semua sudah harus menerapkan tata cara disiplin prokes,” ungkap Jamal.

Rektor UNS mengajar dalam sesi kuliah PTM perdana di Fakultas Hukum UNS (Dok.Internet)



Syarat mahasiswa yang dapat mengikuti kuliah tatap muka yaitu sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 minimal satu dosis, berasal dari wilayah Solo raya, mendapat izin dari orang tua, dan tidak memiliki penyakit komorbid. Bagi mahasiswa yang belum mendapat vaksinasi, UNS akan bekerja sama dengan Pemkot Surakarta terkait pendataan serta menyediakan vaksin Covid-19 untuk mereka.

“Kalau yang belum divaksin harus vaksin dulu. Bisa dari UNS, bisa dari Pemkot Surakarta. Mas Gibran kemarin sudah tanya namun kami belum hitung karena yang mahasiswa semester satu kemarin waktu kita vaksinasi massal kan belum berstatus sebagai mahasiswa,” pungkas Jamal. (Bagas)

 

Kamis, 26 Agustus 2021

Apresiasi Kebudayaan Tutup Rangkaian PKKMB UNS 2021

Apresiasi Kebudayaan Tutup Rangkaian PKKMB UNS 2021

 

Penutupan PKKMB diselenggarakan secara dari melalui kanal youtube Generasi UNS (Dok.Muthia)



    Lpmvisi.com, Solo – Rangkaian parade kebudayaan yang disuguhkan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), resmi menutup Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) UNS 2021, Sabtu (21/08/2021).

    Dengan mengusung tema “Apresiasi dan Paguyuban Kebudayaan”, parade kebudayaan tersebut menampilkan ragam kebudayaan dari seluruh Nusantara. Acara ini turut dimeriahkan oleh persembahan Sendatari Lakon Gathotkaca Jadi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Badan Koordinasi Kesenian Tradisional (UKM BKKT UNS)

    Ketua PKKMB UNS 2021, M. Khairil Ibadu Rahman,  meyakini mahasiswa baru akan memberikan kontribusi bagi UNS dan Indonesia. Ia menceritakan beberapa kisah mengenai pemuda-pemuda masa lampau yang berhasil meraih kesuksesan di masa mudanya.

    Selain penampilan bertema kebudayaan, acara penutupan PKKMB 2021 kali ini juga diisi dengan pemberian penghargaan untuk mengapresiasi mahasiswa baru yang telah menyelesaikan penugasan dengan baik.

    “Saya mengucapkan terima kasih banyak karena saya telah terpilih untuk menjadi pemenang lomba cover jingle PKKMB UNS tahun 2021” ujar Nabila (18), salah satu mahasiswa baru penerima penghargaan saat dihubungi VISI.


Parade busana Nusantara meriahkan acara penutupan PKKMB UNS 2021
(Dok.Muhia)

    Acara turut dimeriahkan dengan peragaan Busana Nusantara yang menampilkan lima pakaian adat mewakili pulau-pulau besar di Indonesia. Peragaan busana dibawakan oleh Duta Kampus UNS 2019-2021. Acara ditutup dengan menampilkan video formasi papermob mahasiswa baru yang berhasil meraih rekor muri.

    “Tadi acaranya menurutku seru banget, aku nonton dari awal sampai akhir. Banyak hiburannya. MC (Master of ceremony/pembawa acara) juga gak ngebosenin, Paling terkesan pas fashion show pakaian adat dari lima pulau besar itu. Dari awal pembukaan ‘kan pakai gamelan, aku seneng banget sama suara gamelan. Seru pol!” ungkap Natalia, salah satu mahasiswi baru saat ditemui VISI. (Muthia)


Pecahkan Rekor MURI, Inilah Formasi Papermob Mahasiwa Baru UNS 2021

Pecahkan Rekor MURI, Inilah Formasi Papermob Mahasiwa Baru UNS 2021

 

Penyerahan Rekor Muri kepada UNS 

(Dok. Muthia)


    Lpmvisi.com, Solo – Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali mencatatkan rekor dalam Museum Rekor Indonesia (MURI), Sabtu (21/08/2021). Formasi yang diberi nama “Formasi Gelora Satria Sebelas Maret Pameran Budaya Virtual dengan Peserta Terbanyak 5200 Mahasiswa” ini telah menggeser rekor tahun sebelumnya, yakni pembuatan formasi melibatkan sekitar 4000 mahasiswa baru.

    Pembuatan formasi dilakukan dengan menggunakan media virtual background melalui aplikasi Zoom Meeting. Virtual background warna merah, biru, dan putih mengambil peran penting dalam pembuatan formasi kali ini. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang hanya memakai warna hitam dan putih.

    Setiap peserta berperan dalam membentuk formasi sesuai instruksi panitia. Peserta memasuki Zoom Meeting dengan menggunakan virtual background yang telah disediakan. Kemudian peserta hanya perlu mengganti virtual background sesuai ketentuan dan instruksi.

    Persiapan pembuatan formasi papermob ini memakan waktu kurang lebih satu minggu. Sementara itu, perekaman formasi berlangsung selama dua hari, mulai 7 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2021. 



 


 

    Beberapa bentuk formasi yang ditampilkan antara lain adalah logo UNS, logo Candradimuka PKKMB UNS 2021, Peta Indonesia, dan 6 rumah adat perwakilan dari pulau besar di Indonesia. (Muthia)

 


Minggu, 22 Agustus 2021

Presiden BEM FKIP Meminta Maaf Atas Orasi Masalah Kampus

Presiden BEM FKIP Meminta Maaf Atas Orasi Masalah Kampus

 

 Presiden BEM FKIP resmi meminta maaf atas orasinya pada saat PKKMB FKIP 2021. (Dok.Bagas)


    Lpmvisi.com, Solo – Pasca orasi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam acara Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) 2021, Presiden BEM FKIP, Alqis Bahnan menyampaikan permohonan maafnya dalam konferensi pers pada Kamis (19/08/2021).

    Permohonan maaf tersebut Ia sampaikan atas orasi problematika di dalam Kampus UNS yang dilakukan saat PKKMB FKIP UNS. Alqis membenarkan pemanggilan dirinya oleh dekanat FKIP UNS untuk memberikan penjelasan mengenai orasi tersebut. Alqis menganggap orasi tersebut harus disampaikan kepada mahasiswa baru.

  “Saya menyesal telah menganggu acara tersebut, namun apa yang kami sampaikan merupakan sebuah kewajiban kami sebagai pelayan mahasiswa” ungkap Alqis dalam konferensi pers.

    Orasi Alqis tersebut memuat beberapa hal seperti pemisahan biaya uang kuliah tunggal (UKT) dengan biaya jaket almamater, penghapusan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI) nol Rupiah, pembangunan UNS Tower disaat fasilitas lain belum optimal, pengadaan SPBU di dalam kampus yang berlawanan dengan Green Campus, dan kurangnya pemerataan sarana dan prasarana di kampus wilayah.



    Menurut Alqis, tujuan orasi tersebut untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai kondisi kampus mereka saat ini. Ia tidak membantah adanya pro dan kontra dari berbagai pihak mengenai orasinya.

    Disinggung mengenai rencana ke depan, Alqis mengatakan BEM FKIP UNS akan terus mengadvokasi berbagai permasalahan yang ada di Kampus UNS serta terus melakukan evaluasi agar aspirasi yang disampaikan dapat tepat sasaran dengan menggunakan cara-cara yang lebih baik.

    Di akhir konferensi pers, Alqis berharap agar mahasiswa selalu peka terhadap isu seputar Kampus UNS. Ia menegaskan tidak perlu takut untuk menyampaikan keresahan mengenai kampus.

    “Ini bukan hanya kewajiban dan tanggung jawab dari BEM saja. Perlu adanya sinergi dari BEM dan seluruh mahasiswa UNS untuk terus mengawasi dan mengawal problematika kampus,” pungkas Alqis. (Bagas)


Selasa, 17 Agustus 2021

Memaknai Perjuangan Guru Bangsa, Tjokroaminoto

Memaknai Perjuangan Guru Bangsa, Tjokroaminoto

 

Judul : Guru Bangsa: Tjokroaminoto

 | Tanggal Rilis : 2015 | Sutradra 
Garin Nugroho

 | Durasi 161 menit (2 jam 41 menit)




Oleh: Clarisa Kusuma Wardani

Oemar Said Tjokroaminoto seorang muslim bumiputera, ketua perkumpulan Sarekat Islam yang merupakan perkumpulan terbesar di Hindia Timur ketika itu. Secara garis besar film ini mengisahkan perjuangan Tjokroaminoto dalam mendirikan Sarekat Islam. Film ini juga mengangkat berbagai lika-liku yang dihadapi Tjokroaminoto dalam upaya membuka mata masyarakat terhadap penindasan yang terjadi.

Film ini turut memberikan gambaran bagaimanna kehidupan pribadi Tjokroaminoto hingga hubungannya dengan pahlawan lain seperti KH. Agus Salim yang merupakan pengurus Sarekat Islam.

Salah satu perkataan Tjokroaminoto dalam film ini yang cukup berkesan dan mampu membangkitkan semangat adalah “...bahwa seseorang berhak untuk memiliki kiblat baru, menuju masyarakat yang lebih baik”. Kalimat tersebut dapat dimaknai sebagai bahwa masyarakat Indonesia punya hak untuk menuju ke kehidupan yang lebih baik.

Film yang mengambil latar tahun 1900-an ini berjalan dengan alur yang smooth. Cerita yang disuguhkan dapat dikatakan ringan dan cukup bagus, walaupun menurut sebagian pihak masih kurang greget atau menghanyutkan. Meskipun demikian, film ini sangat cocok untuk ditonton karena didalamnya terdapat kisah-kisah yang apik. Tak hanya itu, pemikiran dan tekad luar biasa para pejuang juga memuat banyak pesan moral. Sehingga penonton dapat terbius kegigihan Tjokroaminoto dalam memperjuangkan tekad dan pemikirannya.

Tontonan bernuansa berbeda apabila ingin beralih sejenak dari kebanyakan film ataupun drama berlatar belakang kehidupan modern yang banyak berseliweran saat ini. Film ini cocok untuk kamu tonton apalagi masih dalam nuansa bulan kemerdekaan seperti ini. Dirgahayu Indonesiaku! 


Kolaborasi Musisi Indonesia Meriahkan Peringatan Kemerdekaan RI

Kolaborasi Musisi Indonesia Meriahkan Peringatan Kemerdekaan RI

 

Rendy Pandugo membawakan lagu "Cinta Negeriku" pada sesi pembuka Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
  (Dok.Gede)


    Lpmvisi.com, JakartaKolaborasi musisi Indonesia turut mememeriahkan Peringatan Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, Selasa (17/08/2021). Kolaborasi ciamik ini menampilkan musisi Rendy Pandugo, Sivia Azizah, Andmesh dan Agatha Pricilla. Musisi-musisi tersebut berkolaborasi dengan penari dan Paduan Suara dan Orkestra Gita Bahana Nusantara.

    Penampilan ini disuguhkan sebagai pembuka sebelum acara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Kolaborasi unik ini membawakan  lagu “Cinta Negeriku” karya Almarhum Chrisye dan lagu “Cinta Indonesia” karya Guruh Soekarno Putra.

    Uniknya, penampilan ini didukung oleh 144 putra dan putri terbaik utusan dari 26 provinsi bersama 70 orang komposisi muda dari berbagai daerah. Semua tergabung dalam Gita Bahana Nusantara di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

    Lagu pertama “Cinta Negeriku” dibawakan oleh Rendy Pandugo dan Sivia Azizah. Tak hanya menyanyi, kolaborasi kedua musisi ini juga dibarengi dengan penari latar yang menarikan tarian khas daerah di Indonesia.

Lagu kedua “Cinta Indonesia” dibawakan oleh Andmesh dan Agatha Pricilla. Berbeda dengan penampilan pertama, penampilan kedua ini menyuguhkan kolaborasi dengan paduan suara Gita Bahana Nusantara

    Meskipun diselenggarakan secara virtual dan dibatasinya jumlah tamu dan peserta upacara, acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung khidmat. Selain disiarkan melalui saluran televisi, acara ini juga disiarkan melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

    Peringatan tahun ini adalah peringatan kedua di masa pandemi dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Terlihat dari penggunaan masker ganda baik oleh Presiden Joko Widodo, tamu, protokoler, hingga peserta upacara.

    Selain dimeriahkan oleh penampilan musisi-musisi tanah air, tamu undangan yang hadir tetap mengenakan pakaian adat daerah sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Presiden Joko Widodo secara khusus mengenakan baju adat Pepadun dari Lampung. (Tazki)


Memperingati Kemerdekaan dari Jalanan

Memperingati Kemerdekaan dari Jalanan

 

Sebuah cerita foto karya: Gede Arga Adrian



Lpmvisi.com, Solo - Beragam cara dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Tak terkecuali di Kota Solo. Komunitas Republik Aeng Aeng yang dipimpin oleh Presiden Republik Aeng Aeng, Mayor Haristanto menggelar upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dari jalanan. Upacara ini digelar di kawasan perempatan Ngarsopuro pada Selasa (17/08/2021) mulai pukul 10.00 WIB.

Republik Aeng Aeng mengajak komunitas pecinta sepeda onthel untuk turut berpartisipasi dalam acara ini.

Acara diawali dengan long march sambil membawa bendera merah putih.



Sesampainya di perempatan, bendera kemudian dikibarkan. Peserta upacara kemudian mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta mengajak pengguna jalan lainnya untuk berhenti sejenak dan mengikuti upacara.


Upacara ini tidak hanya diikuti oleh orang-orang dewasa, tetapi generasi muda hingga anak-anak turut mengikuti acara ini.


Peringatan HUT Ke-76 RI, Ganjar Ajak Tingkatkan Riset dan Kualitas Laborat

Peringatan HUT Ke-76 RI, Ganjar Ajak Tingkatkan Riset dan Kualitas Laborat

 

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76 di Halaman Balai Kota Surakarta. (Dok.Falah)


Lpmvisi.com, Solo –
Dalam sambutan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Kota Solo, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menekankan pentingnya peningkatan riset dan kualitas  laborat di Indonesia. Pernyataan tersebut dibacakan  oleh Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka selaku inspektur upacara di Balai Kota Surakarta, Selasa (17/08/21).

Ganjar menyatakan dirinya memberi hormat setinggi-tingginya kepada tenaga kesehatan yang telah berjuang untuk merawat pasien Covid-19. Selain itu, Ganjar berharap agar masyarakat khususnya yang sedang menjalani isolasi dapat tertular semangat dan spirit kemanusiaan dari tenaga medis di tengah pandemi.

Panjenengan tidak sendirian, yang penting kita harus terus berjuang untuk pulih, meningkatkan imun, jangan loyo apalagi nglokro,” ujar Ganjar yang diwakili Gibran.

Selain itu, Ganjar turut mengajak masyarakat dan pemangku kepentingan untuk gotong-royong, bahu membahu menyiapkan segala hal untuk meningkatkan riset ilmu pengetahuan, memperbanyak dan meningkatkan kelas laboratorium.

“Percuma kita menyebut diri sebagai bangsa yang besar kalau ternyata riset saja masih lemah. Percuma kita membanggakan diri seperti bangsa adiluhung kalau laboratoriumnya masih jadul (jaman dulu -red) tidak bisa diadu di kancah dunia. Mulai sekarang ayo gotong-royong, bahu membahu menyiapkan segala hal,” sambung Gibran membacakan sambutan Ganjar.

Setelah pembacaan sambutan Ganjar oleh Gibran, upacara ditutup dengan pembacaan doa, menyanyikan lagu Andhika Bayangkara dan penyerahan surat keputusan (SK) remisi umum kepada dua napi yang hadir dalam Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. (Oentari).

Memperingati Kemerdekaan Indonesia, Walikota Solo Beri Remisi ke Narapidana

Memperingati Kemerdekaan Indonesia, Walikota Solo Beri Remisi ke Narapidana

 

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan remisi secara simbolis kepada narapidana di Rutan Surakarta (Dok.Gede)

Lpmvisi.com, Solo – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, memberikan remisi kepada beberapa narapidana (napi) pada peringatan Kemerdekaan Ke-76 Republik Indonesia di Balaikota Surakarta, Selasa (17/08/2021).

Salah seorang napi, Elvira (26), mengaku senang setelah mendapat remisi dari Wali Kota. Sebelumnya, ia divonis 4 tahun penjara atas kasus penyalahgunaan narkoba, merasa senang setelah mendapat remisi dari Walikota.

“Senang. Setelah ini mau manfaatin ilmu yang udah di dapet waktu di rutan. Momen kemerdekaan tahun ini bisa kumpul sama keluarga,” ujarnya saat ditemui VISI.

Selain itu, wajah bahagia juga terpancar dari Fajar (20). Ia merasa senang mendapat remisi di momen kemerdekaan seperti sekarang. Ia tak henti-hentinya mengucapkan syukur ketika bercerita mengenai pemberian remisi.

Saat ditanya mengenai rencana ke depannya, ia bercerita ingin membuka usaha jahit dengan berbekal ilmu yang ia dapat semasa di rumah tahanan (rutan).

“Insyaallah, mau lanjut kerja. Buka jahit kayak yang diajari di rutan kemarin, ungkapnya saat ditemui VISI.

Kepala Rutan Surakarta, Urip Dharma Yoga, mengatakan pemberian pelatihan kepada narapidana dimaksudkan agar narapidana dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri setelah keluar dari rutan.

“Pelatihan diberikan kepada narapidana dengan harapan mereka bisa mendapatkan ilmu selama di rutan dan bisa diaplikasikan ketika kembali ke masyarakat,” ujar Urip saat ditemui VISI. (Falah)

SPECTRUM 2021, Ajang Unjuk Bakat Mahasiswa Indonesia Resmi Dibuka

SPECTRUM 2021, Ajang Unjuk Bakat Mahasiswa Indonesia Resmi Dibuka


Penayangan logo SPECTRUM 2021 melalui live streaming youtube BEM FISIP
 (Dok. Nur Haliza)


Lpmvisi.com, Solo – Ajang kompetisi mahasiswa Social Political Education and Sport Tournament (SPECTRUM) resmi dibuka pada Sabtu (14/08/2021) melalui live streaming kanal YouTube Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sebelas Maret (UNS).

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FISIP UNS, Prahastiwi Utari mengajak seluruh mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan SPECTRUM karena sangat kegiatan tersebut dinilai sangat bermanfaat.

“Teman-teman mahasiswa dapat berkompetisi dan menunjukkan kemampuan dalam bidang yang akan dilombakan sehingga dapat meningkatkan kompetensi diri”, ungkap Prahastiwi.

Selain itu, Presiden BEM FISIP UNS, Nur Afif Ristiyanto berharap kegiatan yang akan dilaksanakan dapat meningkatkan semangat seluruh pihak yang terlibat dalam acara itu baik panitia maupun peserta SPECTRUM 2021.

SPECTRUM 2021 memiliki tujuan untuk membangun motivasi, mewadahi, dan mengajak mahasiswa seluruh Indonesia berkompetisi untuk menyalurkan minat dan bakatnya. SPECTRUM tahun ini mengangkat tema “Rinascita Anyala Sukma”. Tema tersebut diartikan sebagai jiwa yang terlahir kembali seperti kobaran api.

“Diangkatnya tema ini kami berharap mahasiswa di seluruh Indonesia dapat menumbuhkan semangatnya kembali dan dapat meraih prestasi serta dapat menjadi inspirasi bagi pemuda-pemuda lainnya untuk tetap semangat dengan keadaan yang ada,” tutur Eugenia Faradiva Amanda selaku Ketua Pelaksana SPECTRUM 2021.

New Born, New Achievement” merupakan tagline dalam kegiatan SPECTRUM ini. Tagline tersebut dimaksudkan agar mahasiswa merasa terlahir kembali dengan cara mencetak prestasi. Selain itu, event ini juga memiliki logo dalam bentuk burung Phoenix, burung api yang berumur abadi.

“Ketika burung sudah berusia tua dan membakar diri, akan melahirkan sosok baru, harapannya semangat teman-teman masih menggelora seperti burung ini,” jelas Dendi selaku pembawa acara.

SPECTRUM tahun ini sepenuhnya akan diselenggarakan secara daring. Ada dua sistem perlombaan yang dapat diikuti yakni submisi terbuka dan lomba e-sports. Mahasiswa dapat mengikuti cabang perlombaan seperti lomba podcast, lomba poster, lomba film pendek, dan lomba esai dengan menggunakan sistem open submission. Sedangkan untuk lomba e-sport, SPECTRUM menyelenggarakan turnamen catur daring.

Masing-masing lomba memiliki temanya masing-masing. Lomba esai mengusung tema Optimalisasi Mahasiswa untuk Berkarya di Era Digital. Lomba film pendek mengusung tema Perjuangan dalam Menjalani Kuliah Online. Lomba podcast mengusung tema Revolusi Diri untuk Membangun Optimisme dalam Hidup. Dan Lomba poster mengusung tema Semangat Partisipasi dalam Menyukseskan Vaksinasi Nasional.

Lomba dengan sistem open submission dibuka mulai 14 Agustus 2021 hingga 14 September 2021. Untuk lomba chess online tournament akan menggunakan e-sport lichess. Lomba tersebut dibuka pada 14 – 31 Agustus 2021.

Salah satu mahasiswi Universitas Setia Budi, Intan Cahaya Puspita Putri mengaku event SPECTRUM sangat bermanfaat.

“Event SPECTRUM FISIP UNS ini menumbuhkan spirit bagi pemuda-pemudi bangsa khususnya kalangan mahasiswa tentang menormalisasikan lingkungan yang berkualitas,” ujar Intan saat dihubungi VISI.

Hal senada juga diungkapkan oleh Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNS, Salma Prastika.

 Tentu saja event SPECTRUM bermanfaat, apalagi perlombaan yang tidak biasa diselenggarakan universitas lain. Jujur saya baru menemukan sekarang di event kemahasiswaan terdapat lomba catur online,” ujarnya saat dihubungi VISI. Salma juga mengaku persyaratan yang telah ditentukan tidak rumit dan tertarik untuk mengikuti lomba esai dalam event tersebut. “Saya cukup tertarik untuk mengikuti lomba esai SPECTRUM,” pungkas Salma saat dihubungi VISI. (Nur Haliza)