(Ilustrasi Penggunaan AI, Dok.detikedu/Trisna Wulandari) |
Lpmvisi.com, Solo - Perkembangan digital yang semakin pesat memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, tak terkecuali aspek pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam memajukan sebuah negara dan mencapai cita-citanya. Seperti negara Indonesia yang memiliki cita-cita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, salah satu upayanya yaitu melalui pendidikan. Pendidikan dapat menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk memajukan negaranya.
Mahasiswa merupakan kelompok masyarakat dari berbagai disiplin ilmu yang diharapkan dapat memberikan inovasi dalam memajukan negaranya di masa depan. Mahasiswa dipandang sebagai agent of change (agen perubahan) yang memiliki peran penting dalam memperbaiki aspek-aspek kehidupan masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi tempat belajar tentang materi saja, tetapi juga tempat untuk mengasah daya pikir kritis, mencari solusi dalam permasalahan, dan simulasi kehidupan yang sebenarnya.
Beberapa tahun terakhir, banyak mahasiswa yang menggunakan sebuah teknologi bernama Artificial Intelligence (AI), teknologi yang memungkinkan mesin dapat meniru kemampuan intelektual manusia. Dengan adanya teknologi ini, banyak mahasiswa yang memanfaatkannya untuk mempermudah memahami materi, menulis akademik, atau mengerjakan tugas dengan cepat. Sebelum adanya AI, mahasiswa banyak menghabiskan waktu untuk mencari dan membaca tambahan materi secara mandiri melalui buku, jurnal fisik/digital, dan sumber informasi lainnya. Sekarang, tidak sedikit dari mereka yang memilih jalur instan dengan menggunakan AI. Selain hemat waktu, mereka juga mendapatkan lebih banyak informasi dari sumber-sumber yang mungkin tidak dijangkau. Contohnya, mahasiswa dapat menemukan sumber informasi di AI, yang tidak mereka temukan di platform lain. Dapat dibilang, AI sangat membantu mahasiswa dalam proses belajar di perkuliahan.
Meski dibilang mempermudah, mahasiswa perlu memilah-milah apa yang harus dibantu dan tidak oleh AI. Mahasiswa boleh saja menggunakan AI untuk menambah wawasan/materi yang dirasa kurang lengkap. Akan tetapi jika digunakan untuk mengerjakan tugas dari dosen, itu akan melemahkan daya pikir mereka. Bisa saja, nantinya mereka lulus tanpa paham sepenuhnya dengan apa yang dipelajari saat di bangku perkuliahan. AI juga dapat menimbulkan ketergantungan bagi penggunanya. Mahasiswa yang menggunakan AI mungkin berpikir bahwa dengan AI mereka dapat menyelesaikan pekerjaan dengan mudah, jadi untuk apa menggunakan cara manual yang lebih susah dan memakan waktu.
Hal tersebut menunjukkan bahwa AI memiliki sisi positif dan negatif. Dampak bagi penggunanya tentu saja tergantung bagaimana cara penggunaannya. Sebagai mahasiswa yang sudah dibekali banyak ilmu pengetahuan, sudah selayaknya mereka mampu memanfaatkan AI dengan bijak. Salah satunya dengan mengombinasikan ide dan analisis pribadi mereka dengan AI, sehingga tidak sepenuhnya merupakan hasil dari AI. Jika didominasi/sepenuhnya oleh hasil AI, berarti pendidikan gagal menciptakan mahasiswa yang berkualitas dengan kemampuan dirinya sendiri. Sehingga, bagaimana mereka akan memajukan negaranya, jika memajukan dirinya sendiri pun mereka mengandalkan mesin (AI). (Latifatul ‘Aini)
0 Komentar