Jumat, 31 Juli 2020

Pamungkas dan Karyanya: Kisah Cinta Anak Muda dalam Lagu


Dok.Internet/tribunnews


Lagu menjadi salah satu cara untuk menyalurkan kegundahan hati. Pamungkas dengan karyanya, mampu membius penggemarnya melalui lagu yang ia lantunkan.

    Rizky Ramahadian Pamungkas atau yang akrab disapa Mas Pam atau Pamungkas adalah seorang penulis lagu, penyanyi, hingga produser dengan genre musik pop yang sedang naik daun dalam beberapa tahun terakhir. Lagunya yang berjudul I Love You But I’m Letting Go di album pertamanya, telah menyihir para pendengar untuk mengeluarkan air matanya. Lagu ini memiliki arti yang sangat dalam. Pasalnya lagu ini bercerita tentang kegalauan seseorang pria terhadap wanita yang sangat ia cintai. Pria tersebut harus merelakan wanita itu pergi dari hidupnya karena keadaan yang memaksa. Penulis menyampaikan bahwa semua yang telah digariskan dan diputuskan Tuhan adalah skenario terbaik. Mungkin saat orang yang kamu sayang dan cintai menolakmu, mengacuhkanmu, kamu sedang diuji kesabarannya tapi kesabaranmu itu akan membuahkan hasil disaat ada orang yang lebih baik  kembali mengenggam tanganmu. 

    Setelah sukses dengan album pertamanya yaitu Walk The Talk, dengan lagu pertamanya yang sangat melejit I Love You But I’m Letting Go, Pamungkas kembali merilis album keduanya yaitu Flying Solo dengan lagu To The Bone sebagai lagu yang sangat dicintai pendengarnya. Lagu ini memberi pesan  jika kamu mencintai seseorang biarkanlah dia bebas makna ini terkandung dalam lirik “if you love somebody gotta set them free” dan utarakan sejujurnya apa yang kamu rasakan kepada orang tersebut. Lagu ini tampaknya terinspirasi dari kisah hidup penulis dan sangat relate dengan para pendengar. Tak hanya itu lagu ini merupakan obat dari lagu pada album sebelumnya yaitu I Love You But I’m Letting Go. Dalam lagu ini penulis telah menemukan kembali pujaan hatinya dan sangat amat menginginkannya. Pesan ini disampaikannya saat lagu ini dinyanyikan secara akustik pada sebuah kedai kopi di daerah Tangerang.

Dok.Instagram/@pamungkas

    Tak berhenti pada 2 album itu saja, beberapa waktu lalu, Pamungkas merilis album barunya yang berjudul Solipsism. Pada awalnya album ketiga ini hanya berisi 10 lagu. Tetapi dalam salah satu unggahan di Instagramnya, Pamungkas menyatakan bahwa ia menambahkan satu lagu lagi jadi totalnya ada 11 lagu. Dilihat dari media sosialnya, lagu-lagu dalam album ini digarap saat pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa ia tetap produktif walaupun di rumah saja. Tak heran jika ia mendapat pujian dari sahabatnya dan mendapatkan penghargaan musisi paling produktif dari teman-temannya. Solipsism sendiri memiliki arti bahwa pengetahuan dan kebenaran berasal dari diri sendiri, karena saat ini kita hidup di dunia modern dengan media sosial jadi setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing. Di dalam sebuah unggahannya Pamungkas menyatakan bahwa album ini merupakan bentuk rasa syukur untuk para pendengarnya. Semua lagu ditulis pamungkas berdasarkan pengalaman pribadinya yang biasanya dipilih untuk ia simpan sendiri. (Anggie Desriantika)



SHARE THIS

0 komentar: