POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

Dialog Vol 2: Ketika Perempuan Terkukung oleh Sistem Sosialnya

(Sesi Diskusi Isu Aktual dan Logis “Dialog” di Hutan FISIP UNS / Dok.VISI/Kia)



Lpmvisi.com, Solo - Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menggelar Diskusi Isu Aktual dan Logis (Dialog) kedua mereka pada Selasa sore (9/6/2026) pukul 16.30 WIB yang bertempatkan di Hutan FISIP UNS. Pada sesi kali ini, penyelenggara berkolaborasi dengan Solo Pukaps (Pusat Kajian Perempuan Solo). 


Tema yang diangkat dalam diskusi kali ini begitu hangat dan menarik. Buku novel fenomenal karya Nawal el - Saadawi yang berjudul “Perempuan di Titik Nol” menjadi acuan utama pembahasan diskusi. Buku ini secara garis besar menceritakan tentang kehidupan yang amat pahit dan menyedihkan dari seorang perempuan bernama Firdaus. 


Melalui buku tersebut, acara ini mendiskusikan berbagai ragam masalah di dalam kehidupan seorang perempuan. Acara Dialog ini perlu diapresiasi, terutama perihal keberanian dari pihak Himasos dalam menyelenggarakan diskusi ini, pasalnya tema yang diangkat cukup sensitif.  Salah satu penonton, Tata (20) turut mengamini hal ini. 


“Dialog kali ini membahas buku yang sangat menarik, aku mengakui keberanian HIMASOS untuk bahas buku yang cukup triggering ini” ujarnya. 


Penyelenggara diskusi ini mengungkapkan alasan mereka mengangkat isu yang tengah panas ini, bukan hanya sekadar memenuhi nama departemen mereka, yaitu Riset dan Diskusi (RnD), ”Kita melihat di lingkungan kampus, khususnya FISIP UNS pembahasan mengenai feminisme, patriarki, pelecehan seksual masih dianggap tabu. Banyak yang belum sepenuhnya paham apa yang kemudian bisa dikategorikan sebagai pelecehan dan segala macam karena budaya pemerkosaan disini masih mengudara” ujar Maya (20).


Dialog dibuka dengan pantikan diskusi dari moderator, Tania (19) yang selanjutnya turut ditanggapi oleh masing-masing pembicara, yaitu Anggraini Syabila yang merupakan perwakilan dari Solo Pukaps serta Aulia Putri Vanya dan Luthfi Fatimah yang merupakan mahasiswa Sosiologi angkatan 2024. 


Secara mendalam, pembahasan diskusi ini cukup kompleks, yaitu relevansi antara isi dari buku yang diusung dengan realitas kehidupan perempuan saat ini. Isi buku dibedah satu persatu, dimulai dari pandangan umum setiap pembicara terhadap buku hingga menjalar kepada isu-isu lainnya, seperti budaya patriarki, stigma atau labeling, serta peran sistem sosial,   konstruksi sosial, relasi kuasa, dan agama yang secara sengaja justru terus digunakan dan dilanggengkan untuk mengukung dan menyengsarakan kehidupan perempuan. 


Sesi diskusi berjalan lancar, para hadirin juga tampak antusias dalam menyimak setiap opini-opini yang disampaikan oleh masing-masing pembicara. Sebelum ditutup, sesi tanya jawab juga turut mewarnai acara ini. 


Pada penghujung acara, masing-masing pembicara menyampaikan closing statement yang berisi harapan bagi para penonton. Dari ketiga pembicara sama-sama berharap, semoga seluruh perempuan terhindar dari segala bentuk kejahatan, upaya pemaksaan dan dominasi sepihak, yang mencacati kemerdekaan dan kebebasan. 


Bagi beberapa penonton yang telah membaca buku “Perempuan di Titik Nol”, merasa bahwa isi Dialog ini mampu memvalidasi pemikiran dan opini yang penuh keraguan dari buku tersebut. Selanjutnya, beberapa penonton juga turut menyampaikan harapannya untuk acara ini kedepannya “Harapannya bisa lebih ramai lagi entah itu mahasiswa atau mahasiswi, mungkin bisa banget dibuat lebih interaktif biar audiens lebih terpancing” ujar Tata (20). 


Dengan acara Dialog ini, Himasos berhasil menghadirkan sebuah ruang yang mampu membuka pikiran, meningkatkan berpikir kritis, menambah wawasan, dan meningkatkan keberanian perempuan di negeri ini untuk melawan segala bentuk penindasan dan ketidakadilan. (Kia)

Posting Komentar

0 Komentar