(Sesi journaling dalam acara "Moments of Meaning" pada Sabtu (23/5) di Radya Litera, Griya Solopos/ Dok. Panitia)
Lpmvisi.com, Solo - Solopos Media Group (SMG) menggelar sebuah kegiatan eksperiensial bertajuk "Moments of Meaning" pada Sabtu (23/5). Acara ini berlangsung di Radya Litera, Griya Solopos dengan harga tiket masuk Rp55.000,00/orang. Melalui acara ini, SMG berkolaborasi dengan Literaworka dan Linkara Agency untuk menciptakan ruang aman bagi para peserta dalam menyampaikan keluh kesah.
Acara ini berangkat dari sebuah keresahan yang muncul akibat maraknya kasus ‘silent struggling’’ atau kondisi di mana seseorang terlihat baik-baik saja tetapi mengalami gejolak di dalam diri masing-masing. Nafila (21), selaku Person in Charge (PIC) kegiatan ini, mengungkapkan, “Moment of Meaning” sebagai bentuk ajakan untuk berani jujur kepada diri sendiri maupun orang sekitar.
“Awalnya tuh kita memang udah kepikiran pengen bikin acara yang nggak cuma jadi hiburan, tapi juga bisa bikin orang lebih relate sama dirinya sendiri,” terangnya.
Acara ini dimulai pada pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB. Rangkaian acara dibuka dengan pemutaran film pendek berjudul "Sukses untuk Siapa?". Film ini memotret realitas tentang ekspektasi, tekanan sosial, dan rasa lelah yang sering kali dipendam sendiri oleh banyak orang. Hal ini sejalan dengan tema yang diambil, yaitu cerita yang dekat dengan realita banyak anak muda sekarang, terutama tentang tekanan kehidupan, ekspektasi, dan juga perjuangan yang sering dipendam sendirian.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi guided journaling dan self-reflection. Menariknya, sesi ini dipandu langsung oleh seorang psikolog profesional. Sesi ini bertujuan agar setelah menonton film, peserta dapat menuliskan perasaan mereka atau hal-hal lain yang ingin diungkapkan.
“Menurut kita journaling ini jadi cara yang lebih personal karena nggak semua orang nyaman ngomong langsung tentang perasaannya, tapi lewat tulisan biasanya orang bisa lebih jujur sama dirinya sendiri,” ujar Nafila.
Nafila mengungkapkan, antusiasme dari masyarakat cukup luar biasa. Respon yang muncul tidak hanya datang dari kalangan mahasiswa atau pelajar saja, tetapi menjangkau kalangan milenial. Menurutnya, konsep acara yang santai, intimate, dan semi-formal membuat orang awam merasa lebih nyaman untuk mengikuti kegiatan ini.
"Pesan utama yang pengen kita tinggalin ke peserta itu sebenarnya sederhana, yaitu bahwa nggak apa-apa kalau capek, bingung, atau lagi merasa nggak baik-baik aja. Kita pengen peserta sadar kalau mereka nggak sendirian dalam menghadapi tekanan hidup dan semua orang juga punya perjuangannya masing-masing yang kadang nggak kelihatan dari luar," ungkap perwakilan penyelenggara tersebut saat ditemui di lokasi acara.
Melalui perpaduan media film dan aktivitas journaling "Moments of Meaning,” SMG telah sukses menghadirkan sebuah ruang aman bagi peserta yang hadir untuk kembali mengenali diri sendiri. (Dhaniska)
0 Komentar