POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

Di Balik Lilin Terdapat Doa untuk Jurnalis yang Belum Pulang

(Sejumlah jurnalis menggelar kegiatan Doa Bersama & Menyalakan Lilin Harapan di pelataran Balai Kota Solo/Dok.Ilham Nur Arifin/JNA Press) 

Lpmvisi.com, Solo – Kegiatan doa bersama & menyalakan lilin harapan digelar di pelataran Balai Kota Solo, Senin (14/9/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bentuk solidaritas komunitas pers terhadap lima pewarta foto yang masih dalam pencarian di Selat Sunda. Mereka menjadikan solidaritas sebagai ikhtiar untuk menjaga harapan di tengah ketidakpastian.

 

Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Solo, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Solo, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Surakarta. Para jurnalis berkumpul untuk mendoakan lima pewarta foto serta tiga orang lainnya yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

 

Bagi Ilham Nur Arifin, pewarta foto lepas di JNA Press dan pewarta foto magang di Antarafoto.com, kehadirannya dalam kegiatan tersebut didorong oleh rasa simpati terhadap rekan seprofesi. Ia juga merupakan mahasiswa Program Studi D3 Komunikasi Terapan UNS angkatan 2024. Penulis melakukan wawancara kepada Ilham pada Selasa (15/9/2026) pukul 14.23 WIB di wilayah UNS. “Alasannya ya karena saya simpati, mereka semua kan teman-teman seprofesi dengan saya,” ujar Ilham.

 

Ilham mengaku kerap meliput insiden dan bencana. Pengalaman tersebut membuatnya memahami risiko yang dapat dihadapi jurnalis saat bekerja di lapangan.  Ia mengetahui kegiatan doa bersama juga digelar di Yogyakarta. Namun, saat kegiatan tersebut berlangsung, Ilham sedang tidak berada di Yogyakarta. Ketika mengetahui adanya kegiatan doa bersama di Solo, ia kemudian memutuskan untuk hadir. Bagi Ilham, kehadiran di tengah kegiatan bukan berarti ia dapat membantu proses pencarian secara langsung dengan turun langsung ke lokasi pencarian. Doa bersama juga menjadi bentuk ikhtiar yang dapat dilakukan dari jauh. “Ini sebagai ikhtiar sesama jurnalis yang mungkin tidak bisa membantu di lapangan,” ujar Ilham.

 

Doa dan penyalaan lilin menjadi simbol untuk menjaga harapan atas keselamatan para pewarta yang masih dicari hingga sekarang. Bentuk solidaritas tersebut juga menjadi ruang bagi para jurnalis untuk saling menguatkan satu sama lain. Berdasarkan pemberitaan Media Indonesia, pencarian terhadap lima pewarta foto dan tiga orang lainnya masih dilakukan oleh tim SAR (Search and Rescue) gabungan hingga saat ini. Operasi pencarian tersebut telah memasuki hari ketujuh ketika kegiatan solidaritas digelar.

 

Ruang Solidaritas

Menurut Ilham, solidaritas antarjurnalis bukan hanya muncul ketika terjadi suatu musibah. Dalam pekerjaan sehari-hari, jurnalis juga membutuhkan bantuan satu sama lain ketika melakukan peliputan. “Ketika kami liputan di lapangan pasti kami enggak sendiri dan pasti membutuhkan satu sama lain. Wartawan tulis butuh wartawan foto, begitu pula sebaliknya,” terang Ilham. Hubungan tersebut membuat kabar hilangnya lima pewarta foto terasa dekat bagi Ilham sebagai sesama jurnalis. Pengalamannya meliput berbagai insiden membuat risiko tersebut terasa dekat dengan pekerjaannya. Situasi tersebut semakin menunjukkan pentingnya solidaritas antarjurnalis. Terlebih ketika rekan seprofesi sedang menghadapi suatu keadaan yang sulit.

 

Kegiatan doa bersama juga menjadi ruang bagi para jurnalis untuk merespons perbincangan di media sosial. Ilham mengatakan, terdapat komentar warganet yang menyalahkan keputusan para jurnalis untuk pergi ke lokasi bencana. Alih-alih terus merespons komentar buruk tersebut, para jurnalis memilih melakukan kegiatan yang dianggap lebih positif. “Daripada kami sibuk meladeni hate comment seperti itu, jadi kami lebih memilih untuk doa bersama yang kami rasa lebih positif,” tutur Ilham. Bagi Ilham, pilihan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengarahkan perhatian pada dukungan dan harapan. Solidaritas pun tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan secara langsung.

 

Menjaga Harapan

Salah satu momen yang paling berkesan bagi Ilham adalah ketika doa bersama dipimpin oleh salah seorang wartawan. Ia berharap kegiatan doa bersama ini dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mendapatkan titik terang. Ilham berharap kelima pewarta foto dan tiga orang lainnya dapat ditemukan dalam keadaan selamat. Ia juga berharap upaya seluruh petugas di lapangan memperoleh hasil terbaik. “Semoga mereka yang hilang ditemukan dengan keadaan selamat dan semoga dari upaya semua petugas yang di lapangan, hasil terbaik yang akan dicapai,” harap Ilham.

 

Menurut Ilham, dukungan masyarakat di luar komunitas pers juga memiliki arti penting. Keterlibatan masyarakat dapat menjadi dukungan yang sangat berarti bagi para jurnalis sekaligus menguatkan harapan bersama pada situasi saat ini. “Penting sekali, karena itu jadi sebuah dukungan kepada semua jurnalis bahwa masih ada harapan dan juga tentu akan saling menguatkan baik dari para jurnalis maupun masyarakat,” ujarnya.

 

Di pelataran Balai Kota Solo, lilin yang menyala menjadi simbol harapan bagi mereka yang belum pulang. Cahaya tersebut juga menjadi bentuk dukungan dari mereka yang tidak dapat membantu langsung di lokasi pencarian. Bagi Ilham, saling menguatkan menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi seperti ini. Doa bersama akhirnya bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk kepedulian ketika bantuan secara langsung belum dapat diberikan. Harapan tetap dijaga sembari proses pencarian terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Para jurnalis yang hadir mungkin tidak dapat ikut menyisir perairan Selat Sunda. Namun, mereka tetap mengambil bagian melalui doa dan solidaritas. Di tengah ketidakpastian, doa menjadi salah satu cara untuk menjaga harapan. Sebab, bagi mereka yang masih menunggu kabar, harapan adalah ikhtiar yang belum boleh padam. (Adinda)

Posting Komentar

0 Komentar