| Source: website Gramedia.com |
Identitas Buku:
Sinopsis:
Resensi:
Jack sangat mencintai bonekanya yang diberi nama Si Piggy. Jack selalu menceritakan apapun yang ia alami kepada Si Piggy, terutama tentang kedua orang tuanya yang berpisah. Bersama keluarga barunya, Jack mendapatkan seorang kakak bernama Holly, si atlet senam. Namun, semakin lama Holly semakin menyebalkan dan membenci Jack. Hingga pada suatu hari, Holly membuang Si Piggy karena ingin membalas Jack.
Jack merasa sangat kehilangan. Bujukan dari Mama dan Granpa (kakeknya) tak mengurangi kesedihannya. Holly turut merasa bersalah, ia menghadiahi Jack sebuah boneka babi berwarna merah muda yang sangat mirip dengan Si Piggy. Boneka itu diberi nama Piggy Natal. Sayangnya, Piggy Natal tak dapat menggantikan Si Piggy, seberapapun miripnya mereka.
Pada sebuah malam natal, semua benda tak bernyawa di dalam kamar Jack menjadi hidup dan berbicara, termasuk Piggy Natal. Piggy Natal memberitahu Jack bahwa ia mungkin tahu dimana Si Piggy berada. Petualangan mereka berdua dalam mencari Si Piggy dimulai di Tanah yang Terhilang, tempat semua benda yang hilang hidup di dalamnya. Melalui pencarian yang panjang dan penuh lika-liku, mereka akhirnya menemukan Si Piggy di Pulau yang Disayangi.
Buku Petualangan Jack & Piggy Natal adalah sebuah novel yang menggambarkan arti sebuah kehilangan bagi seseorang. Jack yang kehilangan mainan kesayangannya merasa bahwa hidupnya menjadi muram dan tak ada yang dapat menggantikan Si Piggy. Bahkan ketika Piggy Natal yang tak kalah baik dan menyenangkan datang, Jack tetap tidak bisa mengikhlaskan kepergian Si Piggy.
Dengan usaha dan tekad yang kuat, semua yang hilang tetap dapat ditemukan. Namun, selalu ada harga yang harus dibayar untuk dapat berjumpa lagi dengan sesuatu yang kita sayangi. Banyak sekali tantangan dan keputusan sulit yang harus dihadapi dalam perjalanan untuk mencari sesuatu yang kita butuhkan.
Bagi pembaca dewasa, makna-makna kehidupan yang disisipkan dalam narasi yang ada di novel ini akan sangat jelas dan dibungkus dengan analogi ringan, sehingga pembaca tidak perlu terlalu fokus menafsirkan pesan tersirat sang penulis. Sedangkan, bagi pembaca anak-anak, novel ini sangat berkesan dalam memberikan pengalaman imajinatif yang tinggi. Alur cerita yang menarik dan unik menjadi alasan mengapa novel ini dapat membuat rasa penasaran mereka tergugah. Namun, pesan-pesan kehidupan yang disampaikan masih terasa sulit untuk dipahami tanpa bimbingan dari orang lain yang lebih tua.
Novel ini lahir dari pabrik ide yang sama dengan novel seri Harry Potter. J.K. Rowling selalu berhasil membungkus perasaan dan emosi yang relevan kita rasakan sehari-hari dengan sentuhan sihir, sehingga pembaca dapat melihat emosi tersebut dengan sudut pandang lain. Di Tanah yang Terhilang, semua perasaan yang kita rasakan di fase kehilangan tergambarkan dengan apik dalam perjalanan yang ditempuh Jack dan Piggy Natal. Perasaan kerinduan, kesedihan, dan pengharapan menjadi latar suasana yang kuat dalam novel Petualang Jack & Piggy Natal.
Novel Petualang Jack & Piggy Natal karya JK. Rowling sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh semua kalangan usia karena novel ini mengajak pembaca untuk merasakan petualangan di sebuah tempat penuh sihir yang selalu punya kejutan di setiap halamannya. (Kyla)
0 Komentar