(Poster resmi Iron Lung yang di crop, Sumber: IronLung.com) |
Pembuka
Setiap bintang yang diketahui di alam semesta telah lenyap. Yang tersisa hanyalah beberapa stasiun luar angkasa, tempat manusia mengais setiap sumber daya terakhir yang mereka miliki demi bertahan hidup. Peristiwa itu dikenal sebagai The Quiet Rapture, di mana yang tersisa dari mereka hanyalah stasiun-stasiun yang melayang di kekosongan ruang angkasa, dan anomali-anomali di sekitarnya. Anomali yang dimaksud adalah bulan-bulan dengan lautan darah di permukaannya. Tak seorang pun tahu bagaimana bulan-bulan ini selamat dari kejadian The Quiet Rapture, namun mungkin inilah harapan terakhir umat manusia untuk bertahan hidup. Salah satu dari bulan-bulan tersebut, AT-5, kini menjadi perhatian besar bagi para ilmuwan yang tersisa. Seorang narapidana akan dikirim ke sana untuk menyelidiki bulan tersebut.
Simon, yang dihukum setelah diduga menghancurkan salah satu stasiun, yaitu filament station, dilas masuk ke dalam kapal selam bernama SM-13. Tugasnya sederhana: menyelidiki dan mengambil gambar dari titik-titik kepentingan di kedalaman lautan. Ia diberi sebuah peta sederhana yang harus digunakan sepanjang ekspedisi. Kapal selam ini hanya memiliki satu jendela, namun karena tekanan di kedalaman lautan darah begitu besar, jendela tersebut harus ditutup rapat, sehingga satu-satunya hal yang dapat memandu Simon melintasi lautan hanyalah sistem koordinat yang dimiliki kapal. Pada peta itu sendiri terdapat koordinat titik-titik penting yang harus ia selidiki. Sederhana, bukan? Memang begitu, sampai ia menyadari bahwa ia tidak tahu apa yang mengintai di kedalaman. Menyebutnya kapal pun terasa berlebihan. Ini hanyalah logam berkarat yang dilas seadanya, dengan harapan bisa bertahan di lautan darah. Begitu Simon dilas masuk, tidak ada jalan keluar, atau lebih tepatnya, membukanya kembali akan membutuhkan biaya yang jauh lebih besar, sehingga Simon dibiarkan di sana dan tidak pernah bisa keluar, kecuali pihak berwenang menginginkannya, dan mereka tidak menginginkannya.
Ulasan
Iron Lung, sebuah film yang berani, dan memukau. Film pertama dari seorang YouTuber bernama Markiplier itu sukses pada ranah domestik Amerika Serikat, dan dunia internasional. Film ini merupakan adaptasi dari sebuah video game dengan nama yang sama, yaitu Iron Lung oleh David Szymanski. Film ini menghadirkan ketegangan eksistensial yang jarang ditemukan dalam sinema fiksi ilmiah modern. Konsep dunia alam semesta yang telah kehilangan seluruh bintangnya, lautan darah di bulan antah berantah, dan seorang narapidana yang terjebak dalam hukuman, dilas hidup-hidup di dalam kapal selam. Semua aspek tersebut membangun atmosfer keputusasaan yang begitu pekat dan mencekam. Film ini berhasil meyakinkan penontonnya bahwa kesendirian dan isolasi jauh lebih mengerikan daripada monster yang ada di dalamnya.
Meski demikian, film ini tidak lepas dari sejumlah kekurangan yang cukup terasa. Dari segi audio, tata suara dalam film ini terasa kurang optimal di beberapa bagian penting. Momen-momen yang seharusnya dapat membangun ketegangan justru terasa hambar karena tidak bisa mendengar dialog atau momen yang penting secara jelas. Volume terkadang terlalu pelan pada adegan krusial, sehingga harus ada upaya lebih untuk mendengarkan dan menangkap apa yang film ini coba untuk menyampaikan.
Selain itu, film ini tampak lebih berbicara kepada mereka yang sudah akrab dengan game aslinya. Referensi-referensi tertentu, istilah teknis seperti filament station, sistem koordinat, hingga detail tentang The Quiet Rapture, disampaikan begitu saja tanpa banyak penjelasan, sehingga penonton awam mungkin akan merasa tertinggal dan kebingungan di tengah cerita. Lebih tepatnya, ini adalah film yang "lebih dimengerti oleh yang pernah memainkan gamenya”.
Terakhir, awal pertama film ini berjalan dengan tempo yang cukup lambat. Dibutuhkan kesabaran ekstra sebelum cerita benar-benar menemukan pacingnya, dan tidak semua penonton mungkin bersedia untuk bertahan.
Kesimpulan
Terlepas dari kekurangan tersebut, Iron Lung tetaplah sebuah film yang kuat dan berkesan, karya yang membuktikan bahwa horor terbaik lahir bukan dari apa yang ditampilkan, melainkan dari apa yang tidak pernah kita lihat sama sekali. Keterbatasan budget yang dimiliki oleh Mark dan timnya bukanlah halangan yang berarti untuk film ini. (Mikhael Aulia Putra).
0 Komentar