| Poster Film "Tunggu Aku Sukses Nanti" |
Judul Film : Tunggu Aku Sukses Nanti
Produser : Sunil Samtani
Sutradara : Naya Anindita
Skenario : Evelyn Avnillia dan Naya Anindita
Durasi : 1 jam 50 menit
Genre : Drama, komedi
Pemain : Ardit Erwandha, Adzana Ashel, Maudy Effrosiana
Lpmvisi.com, Solo - Pasti tidak asing lagi dengan nama film ini kan? Yap, film “Tunggu Aku Sukses Nanti” benar benar sukses di dunia perfilman, bahkan banyak orang memberi perhatian di berbagai platform media sosial. Film ini menorehkan prestasi capaian 1 juta penonton hanya dengan waktu 8 hari. Film ini juga termasuk berani dalam menampilkan diri ditengah gempuran film horor yang menjadi primadona film Indonesia. Film ini merupakan suara hati seluruh manusia di Indonesia. Bagi penulis, film ini mampu disaingkan dengan film internasional dilihat dari akting, pengambilan gambar serta relevansinya terhadap dunia nyata. Apalagi dengan tambahan lagu khasnya “Gemilang” membuat terngiang-ngiang setelah menonton film.
Film ini menceritakan seorang Arga yang sedang menapaki usia serius dalam hidupnya. Arga menjalani hari-hari yang dipenuhi masalah ekonomi dan pencarian jati diri. Dalam perjalanan hidupnya, Arga bertemu dengan berbagai macam orang, seperti Wicak dengan karakter kocak, Fanny dengan kebijaksanaannya, dan tante Yuli dengan dorongannya. Tante Yuli mempunyai sifat tertentu menjadikan Arga punya luka batin di benaknya, tapi terdapat sisi baik juga disini. Singkat cerita, Arga mencari pekerjaan, namun sepertinya menganggur adalah teman karibnya. Hari demi hari ia lalui untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Lalu Arga akhirnya mendapat pekerjaan yang membuat dirinya naik ke level lebih tinggi, akan tetapi walau status nganggur sudah hilang tetap saja orang lain menganggap remeh Arga. Dari sini Arga memang tidak dapat validasi orang lain, tapi dia dapat pengakuan dari dirinya sendiri. Arga mendapati hidup itu seperti roda, kadang diatas kadang dibawah, namun semua itu tidak penting, yang terpenting bagaimana kita menerima hal tersebut.
Sang sutradara perlu diapresiasi atas hasil karyanya yang luar biasa, mampu membawakan film cerita sederhana namun menyentuh hati tanpa menggunakan efek-efek yang berat. Ide konsep penggambaran suasana dan kejadian lebaran sangat mirip dengan peristiwa yang dialami orang di seluruh Indonesia seakan membuat penonton ikut hadir dalam acara lebaran tersebut. Sisi akting tidak kalah menarik, Ardit membawakan peran Arga dengan sangat baik, mulai dari bagaimana dia marah, bercanda, dan sedih, tampak nyata bukan akting semata. Apalagi akting tante Yuli yang merepresentasikan suasana lebaran tampak horor, mirip sekali dengan keadaan nyata di luar sana.
Walaupun banyak orang bilang film ini bagus, tetap ada kekurangannya. Bagian pengambilan gambar yang kurang inovasi, namun ditolong dengan selipan komedi membuat penonton tidak memperhatikan. Penyampaian alur yang tiba-tiba, seperti pada adegan “bos memecat Arga tanpa mengulik kasusnya” dan ketidakpedulian sutradara kepada mantan Arga yang tidak ada kabar. Padahal bisa aja Arga meminta maaf dan mendapat nasihat. (Fahri)
0 Komentar