POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

"GASPOL GOES TO CAMPUS : Pemikiran Kritis, Keresahan Pemuda"

 

        


               Lpmvisi.com, Solo — Gagasan Politik (Gaspol) Goes to Campus yang diadakan di Aula Gedung Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) Lantai 2 oleh Kompas.com berhasil menarik partisipasi aktif para mahasiswa sebagai audiens. Pada Selasa, 24 Februari 2026 pukul 13.00 WIB kegiatan dimulai setelah para peserta melakukan registrasi ulang di depan ruang Aula. Acara dibuka oleh pemandu acara yakni salah satu mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2024.            

             Kegiatan Gaspol tersebut terdiri dari Pembukaan, Sambutan oleh Rektor Universitas Sebelas Maret, Penyampaian Awalan oleh Moderator, Live Podcast 1, Sesi tanya jawab, Live Podcast 2, Sesi tanya jawab, dan Penutup sesi Live Podcast. Tidak hanya menghadirkan rangkaian Live Podcast yang dibuka untuk umum dan disaksikan banyak peserta, Gaspol juga mengadakan sesi Coaching Clinic dengan tiga topik bahasan menarik dan relevan di tiga ruangan FISIP UNS  secara bersamaan. 

        Rektor Universitas Sebelas Maret, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. dalam sesi sambutannya menyampaikan pelaksanaan Gaspol Goes To Campus merupakan salah satu bentuk sinergi antara media massa dan perguruan tinggi dengan semangat kolaborasi. Tujuan diadakannya Live Podcast dan Coaching Clinic dengan menghadirkan tokoh politik dan musisi atau seniman di era kini, diharapkan para peserta dapat menjadi inisiator konten kreator bertanggung jawab dan komunikator politik beretika dengan pemikiran kritis, sehingga mampu membentuk narasi sehat di masa depan. 


                 Sebagai bentuk terima kasih, Rektor Universitas Sebelas Maret memberikan sebuah cinderamata pada Kepala Redaktur Pelaksana Kompas. Sesi dilanjutkan dengan pengambilan dokumentasi para peserta dan undangan pada acara Live Podcast yang dihadiri juga oleh Dekan serta Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik. Tak lupa pula, sesi dokumentasi diakhiri dengan arahan oleh pemandu acara untuk memasuki sesi inti kegiatan yakni Live Podcast bersama dua pembicara. 

            Live Podcast pertama dipandu oleh Moderator, Tatang Guritno. Pada sesi ini, terdapat sesi diskusi menarik bersama Aria Bima dengan topik diskusi “Bagaimana Berpikir Kritis Membentuk Regulasi Berdampak dan Kredibilitas Pemimpin”. Pembicara dengan latar belakang amanah sebagai Wakil Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat dan Alumni Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada memberikan kesadaran dan pemahaman berdasarkan pengalaman dalam menumbuhkan pemikiran kritis di era post truth. 

        Aria Bima menyampaikan, bahwa proses berpikir kritis dimulai dengan adanya ide gagasan yang membawa narasi kebaruan hingga nantinya menjadi suatu produk dan realitas publik. Kritik yang disusun oleh mahasiswa timbul dari kepedulian akan hal vital di sekitar yang diperkuat dengan wawasan akademik dan bersifat argumentatif, bukan kritik bernada sinis berupa prasangka buruk. 

        Live Podcast pertama telah selesai, kemudian dilanjut dengan sesi kedua bersama Amir Mutaqin, vokalis band asal Klaten, The Jeblogs. Sesi ini mengangkat topik “Kritis Jadi Konten: Musik Harus Berisi dan Berisik”. Amir berbagi pengalaman yang menarik. The Jeblogs lahir dari sebuah perkumpulan pemuda karang taruna yang dijadikan tempat untuk bertumbuh bersama. Beberapa lagu mereka identik dengan kehidupan sehari-hari, seperti track 8, bonjour, dan masih banyak lagi. 

        Amir menjelaskan, langkah awal untuk membuat lirik yang apik dimulai dari aware dengan kondisi di lingkungan sekitar. Dengan mengimplementasikan hal tersebut, inspirasi akan datang dengan sendirinya. Ia juga memberikan pesan kepada seluruh peserta “Ketika kamu tahu risikonya, dan kamu berani ambil, ya gas aja!”. Kedepannya Amir berharap The Jeblogs akan terus menciptakan karya-karya yang berisi, berdampak baik bagi masyarakat, dan mampu menghibur para penikmat lagu di Indonesia. (Kia Sahda dan Yunita Chaerunissa)

Posting Komentar

0 Komentar