POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

Edukasi Ketahanan Pangan Sejak Dini melalui Pemahaman SDGs dan B2SA

Lpmvisi.com, Solo — Ketahanan pangan merupakan isu global yang krusial, berfokus pada ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan di Indonesia, terutama di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dengan proyeksi 318 juta orang akan menghadapi kelaparan pada tahun 2026, Indonesia menargetkan swasembada pangan dan mencanangkan anggaran Rp 210,4 triliun untuk penyediaan pupuk dan kerjasama pertanian. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan mencakup 82,3 juta orang pada akhir 2026, berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat. Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam ketahanan pangan berkelanjutan melalui kesadaran gizi dan praktik ramah lingkungan. Program seperti ProGAS dan MBG mengaitkan makanan sehat dengan pendidikan gizi guna mengurangi stunting. Badan Pangan Nasional mengintegrasikan makanan lokal dalam kurikulum serta memanfaatkan ekopedagogi untuk menarik minat anak terhadap keamanan pangan.

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret Kelompok 113 di bawah bimbingan DPL kami, yaitu ibu Dr. Rokhmaniyah, M.Pd, berfokus pada "Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan Desa Siaga Bencana," serta inisiatif edukasi ketahanan pangan untuk mendidik generasi muda mengenai SDG 2: Nol Kelaparan mencakup konsumsi bertanggung jawab. Program KKN UNS bertujuan meningkatkan literasi pangan di kalangan siswa. Namun, kurangnya pengetahuan pada siswa sekolah dasar mengenai ketahanan pangan di Indonesia terhambat oleh keterbatasan kurikulum, pendidikan orang tua, dan ketergantungan pada makanan tidak sehat.

(Foto bersama para siswa kelas IV dan V SD Negeri Clapar, (28/1)  / Dok. Tim KKN UNS kelompok 113)

Pada daerah Clapar, Purworejo, ketergantungan pada pasar memperburuk kerawanan pangan akibat kekeringan. Namun, penerapan prinsip SDGs di sekolah melalui Project-Based Learning (PjBL) meningkatkan pemahaman anak tentang ketahanan pangan. Program "Edukasi Ketahanan Pangan Sejak Dini" diusulkan untuk memberikan pemahaman tentang pola makan sehat kepada siswa di sekolah, dengan mengedepankan pendidikan yang menarik dan mudah dipahami.

Program KKN UNS 113 ini memperkenalkan konsep SDGs dan pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) untuk membantu siswa memahami pengaruh pilihan makanan terhadap kesehatan. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran dan komitmen terhadap ketahanan pangan dan pola makan sehat sejak dini, sehingga kesadaran tersebut dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang berkelanjutan di kehidupan sehari-hari.

Program ini ditujukan untuk siswa kelas empat dan lima, mengutamakan pengajaran yang komunikatif dan partisipatif. Siswa diharapkan terlibat aktif dalam proses pembelajaran agar materi lebih mudah dipahami, membangun suasana belajar yang ramah dan menginspirasi. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa dapat mengaitkan teori ketahanan pangan dengan praktik sehari-hari mereka dengan efektif.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2026 dan bertempat di ruang kelas lima SD Negeri Clapar. Pemilihan waktu dan tempat tersebut disesuaikan dengan jadwal kegiatan belajar siswa agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan tertib, nyaman, dan kondusif bagi proses pembelajaran. Hasil positif telah ditunjukkan dari implementasi program Edukasi Ketahanan Pangan Sejak Dini, terutama dalam hal meningkatkan pemahaman siswa tentang gagasan mendasar di balik SDGs dan pola makan B2SA. Siswa mulai memahami pentingnya membuat pilihan makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari mereka melalui penyampaian konten yang interaktif dan komunikatif. Jawaban siswa selama sesi diskusi dan contoh yang mereka berikan tentang kebiasaan makan di rumah dan di sekolah juga menunjukkan kesadaran mereka tentang pola makan sehat.

(Kegiatan pemaparan materi ketahanan pangan (28/1) / Dok. Tim KKN UNS Kelompok 113)

Melalui pembuatan dan pembacaan Janji Ketahanan Pangan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga secara efektif mendorong dedikasi siswa. Siswa merespons program ini dengan antusias, berpartisipasi penuh dan menunjukkan kreativitas mereka. Keterlibatan antusias mereka selama program berlangsung menunjukkan bahwa program kerja ini tidak hanya disambut dengan hangat tetapi juga secara aktif melibatkan siswa dalam proses pendidikan yang bermanfaat.

(Kegiatan pembacaan janji ketahanan pangan oleh siswa SDN Clapar / Dok. Tim KKN UNS Kelompok 113)


Dengan menyajikan informasi tentang SDGs dan pola konsumsi B2SA melalui cara yang mudah dipahami dan lugas, program Pendidikan Ketahanan Pangan Anak Usia Dini telah berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Pendekatan pendidikan ini membantu siswa mengenali pentingnya keamanan pangan dan kebiasaan makan sehat sejak usia dini.

Pengetahuan dan dedikasi siswa untuk menerapkan praktik konsumsi yang lebih sehat dan bertanggung jawab juga meningkat dengan menyusun dan mengulang ikrar keamanan pangan. Program ini berpotensi memiliki dampak jangka panjang pada kebiasaan dan perilaku konsumsi sehari-hari anak-anak jika siswa berpartisipasi aktif sepanjang program.

Pelaksanaan program kerja Edukasi Ketahanan Pangan Sejak Dini bertujuan untuk menanamkan kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan serta pola konsumsi sehat pada generasi muda. Melalui edukasi yang mengintegrasikan nilai-nilai SDGs dan konsep B2SA, diharapkan para siswa dapat tidak hanya memahami, tetapi juga menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Program ini diharapkan menjadi kontribusi kecil namun signifikan dalam mendukung ketahanan pangan mandiri dan pembangunan desa berkelanjutan.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Universitas Sebelas Maret (UNS) atas dukungan dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Apresiasi juga kami berikan kepada SD Negeri Clapar, guru, dan seluruh siswa yang berpartisipasi secara aktif dan antusias. Besar harapan kami dapat memberikan manfaat jangka panjang dan berkelanjutan serta menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus mendukung edukasi tentang ketahanan pangan sedari dini sebagai bagian dari upaya kolektif dalam pembangunan masyarakat. (Milla Maulida Izzah)

Posting Komentar

0 Komentar