Sesi foto bersama dengan 4 pengajar dari GARIS dan 20 anak-anak setelah
sosialisasi pengenalan produk dan pembelajaran selesai di Griya Qur’an
Al Fatih, Gedongan, Colomadu, Karanganyar. (Luisa Christmas Nandari Rengirit)
Lpmvisi.com, Solo –- Sekelompok mahasiswa Program Studi Sosiologi angkatan 2024 Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan sosialisasi inovasi produk camilan berbahan dasar pepaya muda yang diberi nama Kate’z pada Minggu (26/10). Kegiatan sosialisasi produk Kate’z ini, dilaksanakan di Griya Qur’an Al Fatih yang berlokasi di Gedongan, Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Sosialisasi produk Kate’z berlangsung pada pukul 08.00 sampai 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anak dan 4 orang pengajar.
Sosialisasi produk Kate’z berangkat dari upaya mengenalkan alternatif camilan yang ramah anak serta didukung dengan pendanaan program Wirausaha Baru Mahasiswa (WIBAWA) UNS. Kelompok Usaha Kate’z berhasil merealisasikan ide inovasi yang hanya berawal dari seringnya mereka melihat pepaya muda yang dibiarkan begitu saja, kurang memiliki nilai jual, dan hanya diolah menjadi sayur. Kini, Kelompok Kate’z berhasil mewujudkan inovasi olahan dari pepaya muda dan meningkatkan daya jual dari pepaya muda itu sendiri.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Komunitas Generasi Aktivis Remaja Islam Gedongan (GARIS) yang berlokasi di Masjid Ababil, Gedongan. Peserta kegiatan adalah 20 anak perempuan berusia 6 hingga 13 tahun dan 4 pengajar yang berusia sekitar 21 sampai 30 tahun. Sosialisasi produk Kate’z ini diawali dengan fun game yang disesuaikan dengan usia peserta melalui permainan tepuk bahu dengan teman di sampingnya dengan tujuan refreshing. Selain itu, fun game diberikan di awal rangkaian kegiatan juga bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, santai, sekaligus membangun kedekatan dengan anak-anak sebelum memasuki sesi pengenalan produk.
Setelah fun game selesai, Tim Kate’z melanjutkan ke sesi utama sosialisasi yaitu pengenalan produk. Diawali dengan pertanyaan ringan kepada peserta apakah mengetahui pepaya muda atau tidak, berdasarkan jawaban yang diberikan, anak-anak sudah tidak asing lagi dengan pepaya muda. Berhubung lokasi pembelajaran mereka juga berada di desa, pepaya banyak tumbuh subur di sekitar pemukiman mereka. Setelah itu, Tim Kate’z memperkenalkan keripik pepaya muda sebagai produk camilan yang diproduksi langsung secara manual oleh mahasiswa Sosiologi FISIP UNS. Tim Kate’z juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan keripik pepaya muda ini mulai dari proses pemotongan, pencucian, peracikan bumbu, peracikan tepung, penggorengan, hingga pengemasan dan pemasarannya. Kate’z diproduksi dengan dua varian rasa, yaitu rasa original dan pedas daun jeruk.
Selama sesi pengenalan produk berlangsung, peserta sangat interaktif dan komunikatif. Setelah pengenalan produk selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi mencicipi produk Kate’z. Tim Kate’z melaksanakan sesi ini dengan tujuan anak-anak dapat merasakan langsung produk yang diperkenalkan, tidak hanya dibayangkan. Dengan adanya sesi ini, diharapkan anak-anak dan pengajar dapat memberikan kritik dan saran terhadap produk inovasi olahan pepaya muda yang dikenalkan. Walaupun bahan baku sudah tidak asing bagi mereka, tapi olahan pepaya muda yang dibuat keripik merupakan hal yang baru bagi mereka. Azwa (10) mengatakan bahwa walaupun Kate’z terbuat dari keripik pepaya muda, tapi rasanya tetap enak dan sama crispy-nya dengan keripik pada biasanya. Azwa juga mengatakan bahwa rasa yang dihasilkan juga unik, paduan antara manis dan gurih yang dibalut dengan tepung renyah.
Kate’z tidak hanya ingin memperkenalkan produk, tetapi juga membagun brand awareness terkait keripik pepaya muda yang seringkali bahan baku ini diabaikan karena tidak memiliki nilai ekonomi. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sejak tahap awal usaha. "Setelah kegiatan selesai, para pengurus di sana langsung menanyakan kapan buka pesanan lagi karena mereka suka dan ingin order produk kita. Dan itu terbukti saat kita open order, kebanyakan yang order tuh anak-anak dan para pengurus tersebut. Ini membuat tim kita yakin dengan adanya pengenalan produk kepada target pasar kita, dapat meningkatkan penjualan kedepannya," ujar Aini (20) selaku ketua Tim Kate’z.
Kolaborasi dengan komunitas GARIS menunjukkan peran komunitas lokal dalam mendukung inisiatif wirausaha muda di lingkungan masyarakat. Selain sesuai dengan target pasar, kolaborasi seperti ini juga memberikan timbal balik yang saling menguntungkan. Hal ini terbukti dengan banyaknya pesanan yang diperoleh Tim Kate’z dengan adanya sosialisasi dengan komunitas GARIS tersebut. Bagi komunitas GARIS juga dapat memperoleh pengetahuan baru dan inspirasi, serta peluang kerja sama yang ditawarkan oleh Tim Kate’z. (Aulia, Aini, Luisa)
0 Komentar