POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

Perihal Cinta yang Memilih Ikhlas dan Melepas di Film “Tak Ingin Usai di Sini”

Poster Film Tak Ingin Usai di Sini (Dok. Pinterest)


Judul : Tak Ingin Usai di Sini 

Sutradara : Robert Ronny 

Tahun Rilis : 5 Juni 2025 

Pemeran Utama : Bryan Domani (K) dan Vanesha Prescilla (Cream)

Durasi : 108 menit 

Genre : Drama Romantis

Robert Ronny sukses menggarap film genre romantis dengan mengangkat tema pengorbanan cinta. Tak Ingin Usai di Sini merupakan judul yang singkat namun mampu mewakili keseluruhan isi film. Film hasil kolaborasi antara Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment ini tayang pada 5 juni 2025 di seluruh bioskop se Indonesia. Dibintangi oleh aktor dan aktris yang sudah dikenal oleh banyak orang dan totalitasnya dalam memerankan seorang tokoh. Bryan Domani sebagai K dan Vanesha Prescilla sebagai Cream mampu membawakan alur cerita dengan chemistry yang kuat. Didukung dengan musik latar “Aku Baik Saja” oleh Rossa, semakin menguatkan emosional dan mampu membuat penonton hanyut ke dalam alur cerita yang ada. Terbukti dengan terdengarnya isak tangis, tawa bahagia di dalam bioskop selama film Tak Ingin Usai di Sini di putar. Film ini berhasil ditonton lebih dari 500 ribu penonton dari sejak perilisan perdana.


K dan Cream merupakan dua sahabat sejak SMA dengan nasib keluarga yang sama, bukan perihal ekonomi melainkan keduanya sama-sama yatim piatu.  K dan Cream bersahabat sejak dari SMA. Dengan adanya ikatan persahabatan tersebut, keduanya semakin dekat, selalu mengandalkan satu sama lain, diskusi bareng, tempat bercerita dan tempat bersandar untuk saling menguatkan. Mengingat keduanya sudah tidak lagi punya orang tua. Seiring berjalannya waktu, Cream menjadi roommate K. Mereka tinggal bersama di rumah K dengan tujuan menghemat pengeluaran, merawat, menjaga kebersihan dan kerapian rumah K. Sebagaimana wajarnya seorang anak laki-laki yang pastinya mengesampingkan perihal kebersihan dan kerapian rumah. Keduanya menjalani kehidupan dengan tabungan dan warisan dari orang tua.


K suka sekali dengan musik, dan Cream suka menulis. Terlihat sangat serasi bukan? Jika musik dan tulisan disandingkan. Dan benar saja, setelah lulus dari bangku perkuliahan di bidang marketing, K menjadi seorang program director Enlight Radio dan Cream menjadi seorang penulis lagu terkenal. Tinggal bersama bertahun-tahun tidak mengurangi kemungkinan adanya rasa lebih dari sekedar teman yang muncul. Entah itu dari K atau Cream. Dan benar saja, keduanya tidak mau kehilangan dan ada rasa cinta yang sama-sama belum berani untuk diungkapkan.


Namun, sayangnya rasa cinta itu masih menjadi tanda tanya yang tak kunjung ada pernyataan. Tanpa sepengetahuan Cream, K menderita penyakit leukemia stadium akhir. Yang dimana kesempatan hidup K diprediksi oleh dokter hanya tersisa 1 tahun lagi. Mengetahui bahwa hidupnya tak lagi panjang. K menyimpan cintanya kepada Cream dan memilih menghabiskan sisa hidupnya untuk mencari dan memastikan bahwa sudah ada laki-laki yang akan menjaga dan menemani Cream ketika ia sudah tiada nanti. Di sisi lain, dengan sendirinya dan tanpa disengaja Cream akhirnya mengetahui keadaan K, tanpa sepengetahuan K. Setelah mengetahui apa yang diderita dan diinginkan oleh K, Cream berusaha untuk mempercepat memenuhi keinginan K. Walaupun di bagian ini penonton dibuat bertanya-tanya tentang bagaimana sebenarnya perasaan Cream kepada K. Sakit? Pasti, ketika lubuk hati berkata ingin berdiri di pelaminan menggunakan gaun pengantin yang indah dengan K. Namun, pada akhirnya K bukan sebagai orang yang bersanding di pelaminan, melainkan seorang laki-laki yang mengantarkan Cream untuk berdiri dengan lelaki lain di pelaminan.


Film Tak Ingin Usai di Sini, bukan hanya drama cinta dengan adegan romantis belaka. Film ini memberikan pesan tentang arti pengorbanan cinta yang bukan hanya sekedar memiliki, tetapi juga merelakan untuk ikhlas melepaskan demi kebahagiaan orang yang dicintai. Dengan mengambil konflik latar belakang perihal kesehatan, film ini mampu mengajak penonton untuk menyadari bahwa kehilangan adalah hal yang pasti dan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Entah itu dengan sesama manusia maupun makhluk hidup lain yang kita sayangi.


Melalui pengalaman pribadi sutradara Robert Ronny tentang kehilangan, Tak Ingin Usai di Sini sukses menghasilkan narasi yang menyentuh. Namun, bagi sebagian penonton yang mengharapkan plot twist berat atau konflik yang kompleks, film ini masih terasa aman dan ringan. Terdapat beberapa alur yang mudah ditebak bagi penggemar film drama romantis. Apalagi bagi penggemar yang sering nonton dengan alur cerita yang berkaitan dengan kesehatan.


Film ini cocok dinikmati bagi pecinta drama romantis yang didalamnya menceritakan tentang menghargai, ketulusan, dan cinta yang dalam. Film ini juga mengingatkan kepada penonton bahwa cinta tidak selamanya dengan bersama itu menjadi lebih baik, terkadang perpisahan adalah kasta tertinggi untuk mencintai seseorang. Jika dengan perpisahan itu bisa membuat orang yang kita cintai bahagia dan lebih baik kedepannya, maka cinta akan memilih untuk melepaskan dan merelakan. (Aulia)

Posting Komentar

0 Komentar