Selasa, 05 September 2023

Mahasiswa KKN Kelompok 183 UNS Ciptakan Ruang Diskusi Tentang Parenting Anak Berkebutuhan Khusus

(Kelompok 183 Bersama Orang Tua (Peserta Workshop) dan Pengurus Sanggar Inklusi Permata Hati Jatisobo/Dok. KKN Kelompok 183 UNS)

 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 183 Universitas Sebelas Maret Surakarta, menciptakan ruang diskusi mengenai parenting Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Forum ini ditujukan kepada masyarakat Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo. Forum diskusi yang bertajuk “Workshop Parenting Pengasuhan Anak Yang Positif dan Inklusif”, bertempat di Sanggar Inklusi Permata Hati, Jatisobo, Polokarto, Sukoharjo pada Rabu (9/8/23).

Forum diskusi ini dimulai pukul 15.30 WIB, dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Adapun materi yang disampaikan dalam forum diskusi tersebut adalah hal-hal seputar ilmu parenting dalam penanganan ABK, seperti pengenalan jenis disabilitas, pengenalan potensi anak, bentuk-bentuk penanganan, problem solving, serta bentuk apresiasi terhadap anak.

Forum diskusi ini bekerja sama dengan PUSPA Al Firdaus Surakarta. PUSPA merupakan salah satu unit dari Yayasan Lembaga Pendidikan Al Firdaus (YLPAF) Surakarta yang bergerak di bidang pelayanan tumbuh kembang anak dan remaja dan salah satu bentuk layanannya adalah layanan pedagog atau biasa disebut dengan pendidikan luar biasa.


(Sesi Pemaparan Materi oleh Tenaga Ahli dari PUSPA Al-Firdaus/Dok. KKN Kelompok 183 UNS)

Dengan adanya forum diskusi tersebut diharapkan adanya bentuk pemahaman yang lebih dari orang tua dan masyarakat dalam menyikapi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, diharapkan dengan adanya forum tersebut juga bisa meningkatkan narasi bahwa disabilitas bukanlah suatu kekurangan melainkan keunikan yang sudah seharusnya tidak lagi menciptakan sekat antara anak disabilitas dan non-disabilitas.

"Kegiatan ini kami inisiasi atas dasar masih banyaknya orang tua yang denial dengan kondisi khusus yang dimiliki sang anak, sedangkan dalam masing-masing anak memiliki potensi dan hak yang harus dipenuhi oleh tiap orang tua dengan melakukan pengasuhan yang positif" Terang Shinta Dewi, selaku koordinator kegiatan Workshop Parenting tersebut.

Diadakannya kegiatan tersebut juga senada dengan tema KKN dari kelompok 183 UNS yaitu “Pengembangan Rumah Inklusi Berbasis Kemitraan”. Tema tersebut memiliki pengertian upaya menghadirkan rumah inklusi di setiap wilayah. Rumah inklusi ini akan menjadi suatu rumah yang aman dan nyaman tanpa sekat yang bisa dimanfaatkan untuk menyalurkan potensi anak-anak tanpa memberi batasan berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.


SHARE THIS

0 Comments: