Jumat, 08 September 2023

Festival Payung 2023 Ajak Masyarakat Peduli Alam

(Berbagai Payung dipamerkan di Balai Kota Surakarta./Dok. Rista Ambarwati)

Lpmvisi.com, Solo - Festival Payung Indonesia (Fespin) 2023 kini kembali hadir menyapa masyarakat Solo. Fespin resmi digelar pada hari Jumat (8/9/23) di Kawasan Pasar Gede dan Balai Kota Surakarta. Festival ini berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 8 hingga 10 September 2023. 

Tahun ini Fespin memilih tema yang berkaitan dengan isu pelestarian alam dan lingkungan yaitu “Sepayung Bumi, Alam adalah Kita”. Tema ini mengajak masyarakat untuk semakin memahami bagaimana alam bekerja. 

“Kita mengajak para seniman dan kreator seni untuk menyuarakan kepedulian terhadap perubahan iklim ini melalui festival, ” ujar Heru Mattaya selaku founder, saat ditemui pada Sabtu (9/9/23).

Dalam rangkaian festival ini akan ada 65 grup seni pertunjukan, 8 grup fashion show dan 33 kelompok UMKM dan komunitas kreatif yang terkonfirmasi turut serta berpartisipasi secara sukarela untuk mensukseskan acara ini. 

“Peserta Fespin ke-10 ini berasal dari Sabang hingga Sumba Timur. Ada beberapa negara juga yang ikut berpartisipasi antara lain Thailand, Ekuador, Jepang, dan India,” tambah Heru.

Selain berbagai penampilan seni, pengunjung juga dapat menikmati stan kuliner dan stan kerajinan yang masih berada di kawasan Balai Kota. Heru juga mengatakan bahwa Balai Kota Surakarta dipilih karena merupakan tempat penting dan sumbu tempat bersejarah kota Solo. 

Warna-warni payung dan berbagai pertunjukkan yang dihadirkan ini menarik perhatian dan antusias masyarakat. Dibuktikan dengan peningkatan pengunjung dari tahun ke tahun.

Isna, salah satu pengunjung mengungkapkan kekagumannya terhadap festival payung tahun ini. “Ini pertama kali melihat festival payung dimana semua seni terkumpul disini. Nggak cuma payung aja, banyak lukisan dan karya seni lain yang bisa dijumpai,” ungkapnya.

Festival Payung yang sudah diselenggarakan dari tahun 2014, acara ini menjadi wadah bagi pegiat seni untuk memamerkan berbagai seni dan budaya. Heru Mattaya berharap semoga masyarakat selalu bergerak bersama untuk mencintai dan merawat warisan budaya lokal Indonesia dan meningkatkan jejaring kerja antar komunitas, antar-grup seni, dan antarbangsa. (Rista)


 


SHARE THIS

0 Comments: