Sabtu, 02 September 2023

Antusiasme Warga di Tengah Dinginnya Malam Untuk SIPA Hari Kedua

(Panggung SIPA yang akan menampilkan performer baik dari dalam maupun luar negeri/Dok. Nabila)

 Lpmvisi.com, Solo – Solo International Performing Arts (SIPA) kembali hadir dengan penampilan dari berbagai delegasi negara. Acara yang diadakan di Benteng Vastenburg tersebut memasuki hari kedua pelaksanaannya (01/09). Digelar 3 hari pada 31 Agustus, 1 dan 2 September, SIPA 2023 suguhkan penampilan menarik yang tidak kalah dari tahun-tahun sebelumnya.


Penampil SIPA malam kedua kali ini antara lain, S. Sophiyah. K & Tilik Sarira Creative Process (Bandung dan Surakarta), N-Lions Taekwondo Demonstration Team - Korean Cultural Center (KCC) Indonesia (Korea), Sanggar Seni 8 Art Sultra (Kendari), Maya Dance Theatre (Singapore), Nuansa Etnik Ansambel (Banjarmasin), Chinese Youth Goodwill Association (Taiwan), Parknahoon Company in Cooperation with UPI University Indonesia, Prof. Juju Masunah, and Dr. Ayo Sunaryo (Korea), Sanggar Menjulang Budaya Meskom Bengkalis (Riau), dan ditutup oleh penampilan dari De Tradisi (Medan).


(Penampilan delegasi Korea Selatan yang membuat banyak pengunjung tertarik karena penampilannya diiringi lagu boygroup BTS/Dok. Nabila)


Dinginnya angin malam hari di venue acara tidak menurunkan antusiasme para penonton, meskipun pada hari kedua ini juga tidak ada pertunjukan kembang api seperti pada pembukaan ataupun penutupan nantinya. Tidak hanya datang untuk menonton Art Show saja tetapi pengunjung juga dapat melihat dan bertransaksi di stand yang menjual makanan hingga kerajinan. Masyarakat yang hadir beragam mulai dari orang tua yang mengajak anaknya hingga pelajar yang datang bersama teman-temannya, dan masih banyak lagi.


Salah satu pengunjung, Okta (20) asal Wonogiri yang kebetulan sedang bersama saudaranya di Solo, mengaku tertarik datang dan menonton SIPA dikarenakan sudah tidak menonton acara ini secara langsung sejak adanya pandemi Covid-19. “Kalau saya sih dateng karena mumpung di Solo, nonton acara yang dulu sebelum Corona saya pernah nonton juga. Bagus mengajarkan budaya dan memberi tontonan ke masyarakat umum, cuman tempat duduknya aja kurang jadi sempet rebutan kursinya.” ungkapnya. 

(Nabila)



SHARE THIS

0 Comments: