Rabu, 27 Oktober 2021

Kronologi Meninggalnya Gilang Peserta Diksar Menwa: Sempat Alami Sakit Punggung

 


Meninggalnya Gilang (21) usai mengikuti Diksar Menwa menimbulkan tanda tanya terkait kronologi kejadian tersebut. UNS akhirnya merilis kronologi versi panitia dalam jumpa pers Selasa (26/10/2021). (Dok.Gede)


    Lpmvisi.com, Solo – Kasus meninggalnya Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Gilang Endi Saputra (21) usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Resimen Mahasiswa (Menwa) menuai tanda tanya dari berbagai pihak mengenai kronologi kejadian. Meskipun Menwa belum angkat bicara, jajaran Rektorat UNS merilis kronologi kematian mahasiswa Sekolah Vokasi tersebut melalui konferensi pers yang digelar Selasa (26/10/2021).

    Kronologi tersebut disusun berdasarkan pengakuan panitia pada Senin (25/10/2021) saat dikumpulkan oleh pihak kampus dan dimintai keterangan oleh Polsek Jebres dan Polresta Solo.

    “Kami akan menyampaikan apa yang kami ketahui yang bersumber dari pengakuan pihak panitia” ujar Direktur Reputasi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Sutanto.

    Sutanto mengatakan Diksar sedianya dilakukan tanggal 23 – 31 Oktober 2021. Kegiatan dimulai pada tanggal 23 Oktober. Agenda pada hari itu ialah penyambutan pada pukul 06.00 WIB dan berakhir pukul 23.00 WIB. Sutanto mengatakan acara dilaksanakan di lingkungan kampus UNS.

   “Penyambutan ada di markas mereka. Kemudian bergerak ke GOR Kampus, lalu ke Musala Fakultas Teknik. Dari Musala Fakultas Teknik kemudian menuju jembatan di danau, jelas Sutanto.

   Menurut Sutanto, Gilang mengikuti seluruh kegiatan di hari itu. Tetapi Gilang sempat mengeluhkan kram di kakinya. Pihak Menwa pun menyikapi dengan mencarikan seorang pendamping. Hingga titik itu, Sutanto mengatakan belum ada tanda-tanda kelelahan.

    Pada tanggal 24 oktober, kegiatan dimulai dari subuh untuk senam senjata dan apel pagi. Setelah itu, kegiatan diksar mulai dilakukan di luar kampus, yaitu di jembatan jurug.

  “Kegiatannya saya tidak tahu apa namanya, meluncur menggunakan tali dari atas ke bawah,lanjut Sutanto.

    Sutanto menambahkan Gilang masih mengikuti kegiatan tersebut. Setelah selesai dan kembali ke kampus, panitia menuturkan Gilang mengeluhkan sakit punggung. Pada pukul 14.00 WIB, Gilang mendapat perawatan berupa kompres di bagian dahi.

    Disinggung mengenai informasi kesurupan yang diduga sempat terjadi dan telah beredar  di media sosial, Sutanto mengatakan pihaknya tidak tahu mengenai hal tersebut.

    “Kami tidak pernah mengatakan ada kejadian kesurupan. Kami tidak pernah pengeluarkan statement ini. Kami juga tidak tahu apakah statement ini keluar dari pihak panitia sendiri atau memang orang-orang di sekitar mengatakan bahwa yang bersangkutan (Gilang -red) mengigau dalam keadaan tidak sadar,sambung Sutanto.

    Pukul 21.00 WIB panitia berinisiatif untuk membawa Gilang ke RSUD Dr. Moewardi. Pukul 22.05 WIB, menurut pengakuan panitia, Gilang sudah tidak bernafas. Kondisi saat itu sedang di dalam mobil menuju rumah sakit. Setibanya di RSUD Dr. Moewardi, Gilang dinyatakan meninggal.

   Pihak keluarga akhirnya mendapat kabar kematian Gilang pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Buntut dari kasus ini adalah pihak UNS akan menghentikan semua kegiatan UKM  yang berkenaan dengan fisik.

 “Sementara ini kita hentikan semua kegiatan fisik di dalam maupun di luar kampus. Kemudian, ke depannya praktik-praktik kemenwaan di kampus akan kita evaluasi, disesuaikan bahwa kampus bukan seperti militer,” pungkas Sutanto. (Muthia).



SHARE THIS

0 Comments: