Minggu, 22 Agustus 2021

Presiden BEM FKIP Meminta Maaf Atas Orasi Masalah Kampus

 

 Presiden BEM FKIP resmi meminta maaf atas orasinya pada saat PKKMB FKIP 2021. (Dok.Bagas)


    Lpmvisi.com, Solo – Pasca orasi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam acara Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) 2021, Presiden BEM FKIP, Alqis Bahnan menyampaikan permohonan maafnya dalam konferensi pers pada Kamis (19/08/2021).

    Permohonan maaf tersebut Ia sampaikan atas orasi problematika di dalam Kampus UNS yang dilakukan saat PKKMB FKIP UNS. Alqis membenarkan pemanggilan dirinya oleh dekanat FKIP UNS untuk memberikan penjelasan mengenai orasi tersebut. Alqis menganggap orasi tersebut harus disampaikan kepada mahasiswa baru.

  “Saya menyesal telah menganggu acara tersebut, namun apa yang kami sampaikan merupakan sebuah kewajiban kami sebagai pelayan mahasiswa” ungkap Alqis dalam konferensi pers.

    Orasi Alqis tersebut memuat beberapa hal seperti pemisahan biaya uang kuliah tunggal (UKT) dengan biaya jaket almamater, penghapusan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI) nol Rupiah, pembangunan UNS Tower disaat fasilitas lain belum optimal, pengadaan SPBU di dalam kampus yang berlawanan dengan Green Campus, dan kurangnya pemerataan sarana dan prasarana di kampus wilayah.



    Menurut Alqis, tujuan orasi tersebut untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai kondisi kampus mereka saat ini. Ia tidak membantah adanya pro dan kontra dari berbagai pihak mengenai orasinya.

    Disinggung mengenai rencana ke depan, Alqis mengatakan BEM FKIP UNS akan terus mengadvokasi berbagai permasalahan yang ada di Kampus UNS serta terus melakukan evaluasi agar aspirasi yang disampaikan dapat tepat sasaran dengan menggunakan cara-cara yang lebih baik.

    Di akhir konferensi pers, Alqis berharap agar mahasiswa selalu peka terhadap isu seputar Kampus UNS. Ia menegaskan tidak perlu takut untuk menyampaikan keresahan mengenai kampus.

    “Ini bukan hanya kewajiban dan tanggung jawab dari BEM saja. Perlu adanya sinergi dari BEM dan seluruh mahasiswa UNS untuk terus mengawasi dan mengawal problematika kampus,” pungkas Alqis. (Bagas)



SHARE THIS

0 Comments: