Rabu, 02 September 2020

Mengelola Keuangan di Tengah Resiko Resesi

(Dok.Internet)


        Lpmvisi.com, Solo - Akhir-akhir ini, topik seputar resesi
ekonomi menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Resesi adalah kondisi ketika produk domestik bruto (PDB) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Resesi dapat mengakibatkan penurunan secara serentak pada seluruh aktivitas ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan.

Pandemi Covid-19 yang belum kelihatan ujungnya, ditambah perlambatan pertumbuhan ekonomi dinilai menjadi pemicu utama terjadinya resiko resesi di Indonesia. Setidaknya sampai dengan 17 Agustus 2020, sejumlah negara mengonfirmasi telah mengalami resesi. Beberapa di antaranya adalah Filipina, Amerika Serikat, Inggris, Polandia, Malaysia, Uni Eropa, Korea Selatan, Hong Kong, hingga Singapura.

Indonesia pun kini sedang di ambang resesi. Jumlah penderita Covid-19 yang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan, ditambah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal pertama di tahun 2020, dinilai merupakan fase awal sebelum Indonesia mengalami resesi sepenuhnya.

Lalu, hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk memastikan keuangan tetap aman? Berikut ini merupakan tips mengelola keuangan jelang resesi:

1.    Cari Pemasukan Sampingan

Di masa yang serba sulit ini, pemasukan bisa saja berkurang banyak. Penting untuk mencari sumber pemasukan sampingan untuk menambah pendapatan. Kamu harus lebih kreatif dan inovatif dalam hal ini.

Kamu bisa memulai bisnis kecil-kecilan, melakukan pekerjaan freelance, mencari sumber pendapatan yang pasif, dan lainnya. Ini akan membantu kamu membangun benteng keuangan dan lebih bersiap menghadapi perubahan yang bisa saja secara tiba-tiba terjadi.

2.    Tingkatkan Keterampilan

Masa pandemi membuat angka pengangguran semakin tinggi dan menambah ketatnya persaingan di bursa lowongan pekerjaan. Banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pegawai karena ketidakstabilan finansial yang dihadapi. Jadi, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah berinvestasi pada diri sendiri dengan meningkatkan keterampilan.

Manfaatkan media sosial seperti LinkedIn untuk memantau perkembangan kamu. Publikasikan karya orisinilmu, perbarui profilmu, serta pertahankan jaringan yang kuat dengan rekan-rekan kamu.

3.    Pertimbangkan Asuransi

Pertimbangkan untuk membeli produk asuransi. Baik itu asuransi kesehatan untuk menjamin pengobatan di masa depan, maupun asuransi jiwa untuk jadi bekal jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirimu dan keluargamu.

4.    Beli Produk Lokal

Membeli produk lokal, selain murah, juga membantu perekonomian masyarakat di tengah resesi. Dengan membeli produk lokal, kita menjamin bahwa perputaran uang di dalam negeri tetap terjaga. Hal ini tentu untuk menjaga kestabilan perekonomian dalam negeri dalam menghadapi resesi.

Resesi memang menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Tidak hanya Indonesia yang sedang terancam resesi, negara lain pun secara terbuka telah menyatakan kondisi perekonomian mereka. Untuk itu, mari kita persiapkan segala hal dan kebutuhan dengan sebaik mungkin. Tetap patuhi protokol Kesehatan, cuci tangan secara rutin, jaga kebersihan, dan selalu gunakan masker ke manapun kamu pergi.  (Lucky Ikhlasul)


SHARE THIS

0 komentar: