Jumat, 04 September 2020

Mengabdi itu Tidak Rugi Tapi Seri

 

(Dok.Indah)

Oleh: Indah Sonia Siregar

Mahasiswa UIN Sumatra Utara, Fak. Ilmu Sosial, Jur. Ilmu Komunikasi/Jurnalistik Sem.VI

 

Pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan suatu bangsa. Pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Hal itu tercantum dalam UUD 1945 Pasal 31  ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Artinya, pendidikan itu adalah hak mutlak untuk setiap warga sesuai dengan uraian pembukaan UUD 45 alinea ke 4 yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun faktanya, tidak semua anak di Indonesia dapat mengenyam pendidikan. Hal itu disebabkan oleh belum adanya pemerataan pendidikan baik dari segi tenaga pengajar, fasilitas, sarana, prasarana, hingga siswa-siswanya yang kelak menjadi generasi penerus bangsa. Banyak anak yang tidak sekolah dengan alasan yang bermacam-macam. Ada yang yang terhambat karena akses jalan ke sekolah terlalu jauh, ada pula yang terhambat kemiskinan.

Sering kita lihat baik itu di media telivisi, surat kabar, radio dan media massa lainnya tentang betapa mirisnya nasib banyak putra-putri negeri ini. Hanya untuk menuntut ilmu, mereka harus bejalan jauh melewati titi dan bahkan diharuskan menyeberangi sungai. Mengerikan memang melihat mereka harus bertaruh nyawa demi mendapatkan hak mereka yaitu menuntut ilmu.

Hal ini memang seharusnya sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memperbaikinya. Tapi, apakah ini hanya menjadi tugas pemerintah semata? Tentu tidak. Kita sebagai bangsa Indonesia, bangsa yang memiliki ribuan suku dan budaya yang berbeda tapi tetap satu, dapat ikut andil dalam  membantu pemerintah menanggulangi hal tersebut. Lalu, dengan cara apa kita dapat membatu?

Menjadi relawan adalah salah satu kontribusi yang besar. Ikut membantu dalam meminimalisir kurangnya pemerataan pendidikan yang masih menjadi pe-er negara akan segera terselesaikan kalau saja masyarakatnya, terutama anak mudanya, mau bergerak. Bukankah Bapak Proklamator Indonesia juga pernah menyampaikan, “berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya berikan aku satu pemuda, maka kuguncangkan dunia? Kemerdekaan Indonesia juga tidak lepas dari perjuangan para pemudanya. Itulah bukti bahwa anak muda berperan penting dalam maju tidaknya suatu negara. Pemikiran mereka yang terus berubah mengikuti zaman yang ada, merupakan kunci negara untuk terus bertransformasi menjadi negeri yang lebih baik lagi.

Gerakan Indonesia Mengajar menjadi pelopor anak muda untuk membentuk lebih banyak komunitas relawan di bidang pendidikan. Sampai sejauh ini pergerakan anak muda dalam mengabdikan dirinya untuk negeri makin ramai. Dimulai dari pergerakan relawan yang bersifat kedaerahan hingga nasional. Mereka berkumpul menjadi satu dan menghasilkan solusi-solusi baru untuk persoalan pendidikan yang kian tertinggal.

Tak hanya itu, baru-baru ini sedang viral putri Indonesia yang baru terpilih pada 6 Maret 2020, Ayu Maulidia, yang ternyata terlibat dalam kegiatan sosial lewat program Senyum Desa. Senyum Desa adalah sebuah komunitas independen sosial yang bertujuan untuk menigkatkan kesetaraan pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan.

Tercatat Indonesia menjadi negara paling dermawan  dari 148 negara yang disurvei Giving Index 2018 oleh Charties Aid Foundation (CAF). Indonesia mendapat skor tertinggi di bidang donasi untuk amal dan sukarelawan. Apakah semboyan kita, Bhinneka Tunggal Ika masih bertahan? Terbukti sampai sekarang semangat gotong royong kita masih menjadi perhatian dunia. Berkat siapa? Tentu berkat masyarakatnya, berkat anak mudanya yang melakukan pergerakan membantu negara tanpa mengharap bayaran ataupun penghargaan. Dapat memberi guna bagi negara dan dapat melihat senyum anak bangsa sudah cukup bagi para relawan.

Ikut melakukan aksi mengabdi menjadi relawan merupakan cara yang baik bagi anak muda untuk memperbaiki pendidikan. Hal ini karena bagi yang beruntung mendapatkan pendidikan sudah seharusnya berbagi apa yang didapat. Dengan mengabdi, setidaknya dapat mengurangi beban pemerintah dalam pemerataan tenaga pendidik. Hal ini karena tenaga pendidik merupakan faktor utama dalam permasalahan ini. Ada anggapan bahwa anak yang cerdas merupakan hasil didikan seorang guru dan seorang guru lah yang dapat menuntun anak-anak bangsa ini menuju cita-citanya yang tinggi.

Kita sebagai orang Indonesia sudah seharusnya ikut andil membangun bangsa, agar Indonesia dapat menyelesaikan salah satu tujuannnya sesuai yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 Alinea ke-4 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita anak muda yang telah beruntung mendapatkan pendidikan tinggi tidaklah rugi jika sedikit berbagi. Apa lagi untuk negeri sendiri. Ingatlah apa yang seharusnya kau berikan untuk negara bukan hanya apa yang negara berikan untukmu.



SHARE THIS

0 komentar: