Minggu, 06 September 2020

Intip Perayaan Hari Kemerdekaan Di Tiga Negara ASEAN Selama Pandemi

         Lpmvisi.com, Solo - Peringatan hari kemerdekaan oleh sebuah negara merupakan hal yang selalu dinantikan oleh warganya. Di hari itu, seluruh warga negara bergembira memperingati terbebasnya negara dari penjajahan dan penindasan.

Peringatan kemerdekaan biasanya dilakukan dengan cara yang unik. Tidak terkecuali tiga negara di ASEAN yaitu Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Ketiga negara merdeka di bulan yang sama yaitu bulan Agustus ini memiliki caranya masing-masing untuk memperingati hari kemerdekaannya. Meskipun di tengah masa pandemi seperti saat ini, ketiga negara tersebut tetap merayakan kemerdekaan dengan meriah. Seperti apa sih perayaannya?


1.      Indonesia

Di Indonesia, pelaksanaan upacara 17 Agustus tahun ini  diselenggarakan di Istana Negara dengan menjalani protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Petugas upacara yang bertugas hanya berjumlah 67 orang yang terdiri dari komandan upacara, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka sebanyak 3 orang, pasukan upacara 20 orang, Korps musik sebanyak 24 orang, 2 orang MC, dan Pasukan Pelaksana Tembakan Kehormatan saat Detik-detik Proklamasi sebanyak 17 orang.

Selain itu, upacara kemerdekaan tidak mengundang pejabat dan masyarakat. Adapun, yang hadir hanya presiden, wakil presiden, ketua MPR, Menteri Agama, panglima TNI, dan Kapolri. Sementara itu, menteri dan pimpinan lainnya mengikuti upacara 17 Agustus dan penurunan bendera secara virtual di kantor masing-masing. Seluruh masyarakat Indonesia yang menyaksikan upacara secara virtual juga dihimbau menghentikan aktivitasnya sejenak selama 3 menit yaitu pukul 10.17 hingga 10.20 WIB dan berdiri tegap saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan.

Perayaan kemerdekaan juga dilakukan oleh instansi lain seperti Bank Indonesia yang secara khusus mengeluarkan uang pecahan senilai Rp 75.000. Ada juga yang memperingati kemerdekaan dengan perlombaan seperti yang dilakukan oleh SMKN 1 Depok. Lomba tujuhbelasan kali ini digelar secara virtual dan ditujukan untuk seluruh siswa dari kelas X-XII dari semua jurusan. Lomba tersebut antara lain lomba video kreatif, lomba cover lagu, dan lomba membuat serta membaca puisi tentang kemerdekaan.

2.      Malaysia

Bila sebelumnya Malaysia selalu merayakan hari jadi dengan parade militer dan budaya multi-etnis, kini Malaysia terpaksa membatalkan semua agenda tersebut. Pandemi Covid-19 membuat Malaysia mengusung tema “Malaysia Prihatin” sebagai tajuk peringatan hari kemerdekaan tahun ini.  Pembatalan itu merupakan antisipasi jika nanti terjadi kesulitan dalam menjaga jarak sosial dalam pertemuan massa.

Meskipun begitu, pengibaran Jalur Gemilang (bendera nasional Malaysia -red) tetap berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pengibaran Jalur Gemilang dilanjutkan dengan parade tari yang menggambarkan ketiga belas negara bagian Malaysia. Peringatan hari ulang tahun kemerdekaan ke-63 atau yang lebih dikenal dengan nama hari kebangsaan Malaysia ini berlangsung di Dataran Pahlawan Putrajaya mulai pukul 06.30 waktu setempat. Sementara itu, sejumlah warga malaysia sempat menyalakan kembang api sehari sebelumnya untuk menyambut hari kemerdekaan Malaysia.

3.      Singapura

Perayaan National Day Parade (NDP) di Singapura tahun ini cukup berbeda. Tahun ini Singapura mengusung tema “Together A Stronger Singapore”. Pemerintah setempat melarang warganya untuk menghadiri NDP dan memerintahkan untuk tetap di rumah. Meskipun begitu, pada ulang tahun Singapura ke-55 ini, warga Singapura bisa menyaksikan pertunjukan proyeksi digital dan cahaya pada 10 tempat wisata Singapura di Bras Basah Precinct and Civix District.

Tempat wisata yang menampilkan pertunjukan proyeksi digital antara lain, the Armenian Church, Asian Civilisations Museum (ACM), Cathedral of the Goof Shepherd, Central Fire station, CHIJMES, Esplanade – Theatres on the Bay, National Gallery Singapore, National Museum of Singapore, The Arts House, dan Victoria Theatre and Victoria Concert hall. Masing-masing karya proyeksi tersebut mengandung cerita tersendiri.

Uniknya, secara khusus, Singapura mendedikasikan peringatan kemerdekaan tahun ini untuk petugas medis sebagai garda terdepan penanganan Covid-19. Hal ini terlihat dalam siaran langsung acara yang juga tayang dari beberapa atap rumah sakit di Singapura. Mereka yang tampil dalam siaran tersebut merupakan dokter dan perawat yang berjuang menangani pasien Covid-19.

Selain itu, NDP 2020 juga tetap melaksanakan parade militer di Padang dan The Star Performing Arts Center di Star Vista, meskipun jumlah peserta yang hadir sangat dibatasi. Parade ini merupakan acara khusus dengan tingkat keamanan tinggi di bawah Public Order Act (undang-undang ketertiban umum di Singapura). Area sekitarnya pun ditetapkan sebagai kawasan khusus dan dijaga dengan tingkat keamanan tinggi.

Pandemi bukan menjadi halangan bagi berbagai negara untuk tetap merayakan kemerdekaan. Banyak cara yang dapat  dilakukan untuk merayakan kemerdekaan. Karena dewasa ini, merdeka dapat dimaknai oleh banyak hal. Merdeka dalam berpendapat, merdeka dalam bersuara, dan yang lebih utama ialah merdeka dari pandemi. Tetap gunakan masker, jaga jarak, dan patuhi protokol Kesehatan. Salam! (Hida Essin)



SHARE THIS

0 komentar: