Kamis, 26 September 2019

Kumbang yang Jatuh Tanpa Disadari


Dok. Internet (commons.wikimedia)
Oleh : Alif Nurmardiyanto

Terlahir dan tumbuh melalui garis takdir
Sebagai lumut dalam hutan pinus
Sebagai semut dalam rombongan gajah yang mengentak
Sebagai manusia yang terabaikan

Berjalan di antara orang-orang yang dinamis
Memijaki batas sosial yang hidup
Tapi tanpa saling menghidupi,
Nafasku bukan nafas untuk mereka

Dahulu bukan begitu
Hari ini juga tidak dapat disalahkan
Hanya bumi benar-benar berputar
Hanya bumi benar-benar harus berputar

Kumbang yang dulu saling hinggap menghinggapi, 
Sekarang lebih memilih terbang dan hinggap
Tanpa menghinggapi
Manusia adalah kumbang, 

Dan aku, salah satu kumbang
Yang jatuh tanpa ada yang menyadari

SHARE THIS

0 komentar: