Senin, 15 Juli 2019

Di Tengah Kemajuan Modernisasi, Pementasan Wayang Orang Sriwedari Tetap Eksis

Para pemain memerankan toko pewayangan dalam pertunjukan Wayang Orang Sriwedari di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Solo. Pencahayaan dan tata panggung yang epik menambah daya tarik pertunjukan ini. (Dok. Pribadi)
Kota Budaya merupakan julukan bagi Kota Solo yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kota yang kaya akan kebudayaan ini memiliki berbagai destinasi pariwisata. Salah satu destinasi pariwisata unggulan yang ditawarkan oleh Pemerintah Kota Solo adalah pertunjukan wayang orang Sriwedari. Pertunjukan wayang orang Sriwedari menjadi salah satu destinasi malam di Kota Solo yang bisa menjadi pilihan wisata untuk dikunjungi bagi wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang ingin lebih mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Pertunjukan wayang orang Sriwedari merupakan sebuah destinasi budaya yang tetap eksis di tengah-tengah perkembangan zaman modern. Ditemui di sela-sela persiapan pagelaran, Harsini (47), menjabat koordinator kostum merangkap sutradara dari pementasan wayang orang Sriwedari. Selama 29 tahun kariernya dalam pagelaran wayang orang Sriwedari, Harsini hampir telah melakoni semua posisi bidang di tempat kerjanya itu. Dari situlah, banyak pengalaman yang diperoleh dan wayang orang Sriwedari dapat diselami oleh Harsini.  Harsini mengatakan bahwa pertunjukan wayang orang Sriwedari pada tahun ini akan berusia 109 tahun. Kunci dari tetap eksisnya pertunjukan wayang orang Sriwedari adalah bahwa dalam menampilkan pertunjukannya selalu mengikuti perkembangan zaman, begitu katanya.

Ide garapan baru muncul dari para pemain dan sutradara wayang orang Sriwedari. Dengan pemeran yang rata-rata adalah seniman kaliber berat, bahkan rata-rata sudah lulus sarjana bahkan ada yang sudah menjadi pegawai negeri sipil (PNS), kualitas pementasan wayang orang ini tak perlu dirugikan lagi. Kualitas tersebut telah dipertahankan sejak 109 tahun yang lalu dimana Wayang Orang Sriwedari pertama kali berdiri. Iyem (52), mengaku bahwa keterlibatannya dalam pertunjukan wayang orang Sriwedari adalah bukti dari rasa “handarbeni” terhadap budaya kesenian tradisi. Ide-ide garapan baru itu lah yang membedakan pertunjukan wayang orang Sriwedari dengan pertunjukan wayang orang lainnya. 

“Biasanya satu pentas/lakon paling lama 2,5 sampai 3 jam terhitung dari jam 8 sampai selesai. Itu tergantung pemainnya telat apa nggak, atau kalo misal ada pemain yang ijin mendadak mencari pemain pengganti kan butuh waktu juga,” ungkap Harsini. Satu kali pementasan biasanya akan bertemakan sebuah lakon atau kisah yang diambil dari kitab Mahabarata atau Ramayana.

Okupansi penonton pun bervariasi, namun biasanya mencapai puncaknya pada hari Sabtu malam Minggu atau pada saat hari libur. Penonton wayang orang Sriwedari mayoritas merupakan warga asli Kota Solo, pelajar, wisatawan domestik, bahkan wisatawan mancanegara yang ingin melestarikan dan juga mengatahui mengenai kebudayaan Jawa. Satu hal yang menarik dari pertunjukan wayang orang Sriwedari adalah pertunjukan selalu dilakukan secara spontan, dengan keunikan dari tiap produksi suasana dan cerita oleh tiap pemain yang membuat wayang orang Sriwedari otentik, dan selalu unik pada setiap pementasannya. Selain itu komedi yang ditampilkan oleh para tokoh Punakawan juga menjadi daya tarik. Handayani (32) yang merupakan penonton setia pertunjukan wayang orang Sriwedari mengatakan bahwa wayang orang Sriwedari tidak pernah kehabisan ide untuk terus menggarap pertunjukannya. Hal tersebut yang membuat Handayani tidak pernah bosan dengan pertunjukan wayang orang tersebut.

Pertunjukan wayang orang Sriwedari ini digelar setiap hari Senin hingga Sabtu dan dimulai pada pukul 20.00 WIB bertempat di Gedung Wayang Orang Sriwedari Solo. Untuk menontonnya, pengunjung dikenakan tarif biaya yang cukup miring mulai dari Rp.5000,- hingga Rp.10.000,- untuk kelas VIP. Pementasan wayang menampilkan lakon yang berbeda setiap harinya. Hal ini bertujuan agar para penonton yang terdiri dari berbagai kalangan usia tidak merasa bosan. Durasi waktu pertunjukan kurang lebih 3 jam, tergantung pada lakon yang dimainkan. Oleh karena itu di tengah-tengah perkembangan zaman modern ini, Wayang Orang Sriwedari merupakan destinasi pariwisata yang tetap eksis dan menjadi destinasi wisata unggulan Kota Solo yang patut untuk di kunjungi. (Bimbi, Novan, Pradipta, Rizka, Romero)


SHARE THIS

0 komentar: