Kamis, 19 Oktober 2023

Film Pendek Indonesia “Love Is Not Enough” Cinta Beda Agama

(Poster Film Love Is Enough/Dok. Google)


Judul Film : Love Is Not Enough (Film Pendek Indonesia)

Genre : Romansa

Sutradara : Rangga Azof

Produser : Dilla Bondan

Pemeran : Givina (Arunika) dan Antonio M Blanco Jr (Anak Agung Bagus Sanje)

Tanggal Rilis : 14 Januari 2023

Bahasa Asli : Bahasa Indonesia

Jumlah Episode : 1 Episode 

Durasi : 37.37 menit

Produksi : Garasinema (YouTube Channel Ide Garasi)


Halo teman-teman…

Siapa nih dari kalian yang pernah mengalami kisah percintaan beda agama? pasti berat yaa. Harus dituntut untuk memilih antara cinta atau Tuhan kita sendiri. Nah buat teman-teman yang pengen flashback atau mungkin bagi temen-teman yang penasaran dan belum pernah ngerasain jatuh cinta dengan orang yang berbeda keyakinan dengan kita, temen-temen boleh banget nih cobain nonton salah satu Film Pendek Indonesia Karya Rangga Azof yang berjudul “Love Is Not Enough”.  Temen-temen kepo ga nih? kira-kira seperti apa sih Film Love Is Not Enough Itu? Aku akan berbagi Review Film yang satu ini. Ayo disimak secara seksama!


YouTube Channel Ide Grasi baru saja merilis Film pendek Indonesia Love Is Not Enough pada Januari 2023 Lalu. Film pendek ini, dikemas dengan unsur Romansa yang siap membawa kamu hanyut dalam petualangan cinta yang ditampilkan. Tentu saja seperti yang aku katakan tadi bahwa, film ini menceritakan tentang kisah cinta beda agama antara dua orang remaja, Arunika si gadis yang beragama Islam dan Sanje seorang pemuda beragama Hindu.


Lika-liku cerita cinta ini dimulai ketika Arunika yang melakukan pelariannya dari Jakarta ke pulau Bali untuk menenangkan diri dari semua masalah kehidupannya. Pada suatu hari di sebuah museum lukisan di Bali adalah kali pertama Arunika bertemu dengan Sanje yang bekerja sebagai pengelola museum dan juga seorang pelukis yang handal. Perkenalan mereka berlanjut setelah Arunika yang dengan tidak sengaja menebak arti nama Sanje. Sanje yang dibuat tertarik oleh Arunika pun berinisiatif untuk mengajak gadis itu berjalan-jalan menyusuri museum lukisan yang berakhir menawarkan diri untuk menjadi  Guide Tour Arunika selama masa liburannya di Pulau Dewata itu.


Arunika yang merasa butuh seorang teman selama liburannya di Bali, akhirnya menerima tawaran Sanje untuk menjadi Guide Tour nya. Akan tetapi ada faktor lain dimana gadis itu melihat keunikan Sanje yang seperti Cenayang. Pemuda yang terus menerus menebak isi hati dan isi kepala Arunika yang selalu berantakan, terkadang membuat gadis itu kesal tapi juga merasa hangat karena Arunika merasa entah kenapa Sanje selalu paham isi hatinya.  Arunika, si gadis yang melakukan pelarian ke Bali memang sengaja untuk mencari ketenangan. Dan Sanje yang berbaik hati itu, membuat Arunika tentu merasa hangat. Waduh.. pesona seorang Sanje bisa aja yaaa….


Berawal dari memahami Lukisan, Arunika merasa dibuat banyak belajar oleh Sanje, terlebih lagi tentang arti ketenangan. Menjalani harinya bersama Sanje membuat Arunika sadar bahwa dirinya telah tertarik dengan seorang Sanje. Begitu halnya dengan Sanje, keduanya memiliki dan merasakan ketertarikan yang sama.  Perasaan yang tumbuh disetiap harinya, tidak dapat mereka hindari, namun mereka sama-sama sadar bahwa mereka tidak dapat berbuat lebih terhadap perasaan mereka akibat perbedaan yang sangat besar di antara keduanya. Sanje yang beragama Hindu dan Arunika yang beragama islam membuat mereka pada akhirnya memilih untuk membawa hubungan mereka sebatas teman saja. Wahhh…Berat yaa teman-teman, ibarat hubungan Long Distance Relationship (LDR) pembatasnya hanya sebatas waktu dan jarak, jadi masih bisa ditembus. Tapi kalau sudah tentang Tuhan, Jalan terbaiknya adalah ikhlas dan  mengalah. Atau apa mungkin ada dari teman-teman yang memilih nekat? 


Hari demi hari berlalu bersama Sanje, Arunika merasa semakin banyak pelajaran dan ketenangan yang didapatkannya selama liburannya di pulau Dewata itu. Hingga suatu hari saat tengah menikmati secangkir kopi bersama, Sanje menyadari bahwa si gadis yang dikenalnya harus kembali pulang ke Jakarta. Perasaan sedih menghampiri mereka, menciptakan keheningan yang pada akhirnya mereka menyadari bahwa, mereka harus menaruh rasa ikhlas. Momen haru datang pada kepulangan Arunika kembali ke Jakarta, sebab untuk pertama dan terakhir kalinya mereka saling berpelukan. Pelukan yang membawa arti perpisahan itu adalah kali terakhir Sanje dan Arunika bertemu.


Gimana nih teman-teman? sedih banget ya harus mengikhlaskan sesuatu yang memberikan kita perasaan cinta dan sayang. Jadi menurut teman-teman cerita cinta Arunika dan sanje ini sad ending atau happy ending? FIlm Love Is Not Enough ini wajib sih untuk di tonton, karena selain menampilkan kisah romansa, buat teman-teman yang belum pernah ke pulau Bali langsung, di film ini kita dibuat tau sedikit tentang sejarah dan bagaimana bentuk pulau Dewata. bagi kalian yang menonton film ini akan dimanjakan dengan keindahan pulau Dewata. Aku aja dibuat jadi pengen nih ke pantai lagi. Buat teman-teman yang takut bosan, jangan khawatir karena film pendek ini hanya berdurasi 37.37 menit saja dengan hanya satu alur cerita yaitu alur maju.


Kelebihan lain dari film Love Is Not Enough ini yaitu pesan yang terkandung dalam film sangat banyak. Mungkin karena hanya film pendek, pesan dalam film ini tersampaikan secara jelas. beberapa pesan yang paling menyentuh adalah tentang kita yang tidak perlu melawan isi pikiran. Memang apapun yang ada di pikiran kita itu sangat berisik, tapi ketika kita semakin melawan makan hanya akan semakin berisik saja. Ada juga disampaikan pesan bahwa perihal menghargai adalah pelajaran yang tidak bisa didapatkan melalui teori, karena cara menghargai paling baik adalah ketika kita bisa menghargai diri kita terlebih dahulu. Pesan lain yang cukup menyentuh adalah bahwa kita harus menerima dan berdamai dengan apa yang ditakdirkan untuk kita.  Setelah menonton film ini rasanya bukan Arunika sendiri ya yang mendapat pelajaran, tapi kita juga bisa belajar banyak. Oh iya hati-hati karena kamu bisa dibuat ikut jatuh cinta dengan ketampanan sosok Sanje juga loh.


Kekurangan Film ini terdapat pada gambaran sosok Arunika dari cara berpakaiannya yang kurang menggambarkan sosok muslimah. Cukup dibuat kaget ternyata Arunika adalah seorang muslim. Atau mungkin memang sengaja agar penonton dibuat kaget? Saran aku sih mungkin kedepannya ketika ingin menggambarkan sosok muslimah bisa disesuaikan lagi pakaiannya. Film ini cukup memberikan kesan baik, Jujur saja ya teman-teman menonton film ini bikin aku jadi agak flashback nih. selain itu karena pesan yang disampaikan sangat tepat sasaran dan memotivasi, film ini jadi penuh makna disamping lika-liku cinta beda agama yang ditampilkan. 


Tunggu apalagi? jangan ragu untuk menonton film Love Is Not Enough ini, karena hanya film pendek, jadi film ini tidak akan membuang banyak waktu kalian ya teman-teman. Sambil duduk santai ditemani cemilan kesukaan, enjoy the film and happy watching


(Resensi oleh Sevina Emy Sulistyowati)

 


SHARE THIS

0 Comments: