Sabtu, 06 April 2019

Pameran Seni Rupa Perlawanan, Sarana Kritisi Pemilu 2019


(dok.visi/Nova)

Lpmvisi.com, Solo – Lima pelukis dari Jakarta dan Solo menggelar pameran seni rupa bertemakan “Perlawanan” di  Taman Budaya Jawa Tengah Solo. Pameran dilaksanakan pada Senin (01/04/2019) hingga tanggal 5 April 2019. “Perlawanan” bertujuan sebagai sarana untuk penyampaian pesan kepada kaula muda guna membangun kesadaran politik di indonesia terutama tentang pemimpin indonesia kelak.  

Pameran yang berlangsung sejak 1 April kemarin tidak hanya menampilkan seni lukis, namun juga ada serangkaian acara yang dimulai pukul 14.00 sampai 21.00. Seperti pementasan atau performance art dari para pemrakarsa pameran, diskusi pameran, hingga parade pemilu yang berlangsung mulai dari pukul tujuh malam. Pameran ini sudah dipersiapkan dari satu tahun lalu tepatnya saat lebaran, mereka Ibob Susu Arief, Ableh Deni Kuncoro (Jakarta) yang kebetulan dari satu organisasi Sebumi dan Choiri, Safiuddin Hafiz, J. Christanto (Solo) dari organisasi S3.

Lukisan yang ditampilkan identik dengan warna merah dan bergambarkan babi. Hal tesebut memliki filosofi tersendiri. Merah menggambarkan semangat perlawanan dalam berjuang sedangkan babi menggambarkan hewan yang rakus bahkan kotorannya sendiri pun dimakan lagi. Hal tesebut menggambarkan begitulah pemerintahan indonesia saat ini yang penuh dengan bualan semata.

“Sebenarnya karya-karya ini sudah lama, lukisan Prabowo dan Jokowi  itu sebenarnya prediksi kita dari 2014, dibuat setelah 100 hari kepemimpinan Jokowi terus kita prediksi kalau  dua tokoh tersebut yang bakalan muncul dan ternyata benar,” ujar Ableh Deni Kuncoro atau yang biasa dipanggil Deni salah satu pemrakarsa pameran tesebut.

Pameran ini direncanakan akan diadakan saat momentum pemilihan presiden. Saat ini baru dimulai dari Solo lalu akan berlanjut di Bandung. Sasaran dari pameran ini adalah mahasiswa-mahasiswa.
“Pemuda pinter-pinter melihat situasi politik sekarang, karena politik itu yang mengatur kehidupan kita selanjutnya. Kalau kita diam maka politik akan semena-mena walaupun sejago apapun, kalau diam akan tetap ditindas,” pesan Deni kepada para pemuda Indonesia.

Pameran bertemakan politik ini banyak menarik atensi pengunjung terbukti dari ratusan orang yang telah mengisi buku tamu pameran. “pameran ini menarik, seolah pemuda disadarkan bahwa sebenarnya politik itu akan merasuki segala aspek kehidupan. Namanya pemuda kudu punya independensi agar egga mudah dibawa kesana-kemari” ujar Dania salah satu pengunjung pameran "Perlawanan" tersebut. (Nova)


SHARE THIS

0 komentar: