Saturday, October 31, 2015

Menikmati Malam Dengan Iringan Fusion Jazz

Dok.VISI/Asti
lpmvisi.com, Solo - Alunan musik jazz mulai terdengar di area Balai Soedjatmoko Solo pada Kamis malam (29/10). Dalam hitungan menit, kursi penonton di halaman belakang Balai Soedjatmoko mulai penuh terisi oleh kalangan muda-mudi hingga orang tua. Bahkan, banyak dari mereka yang harus rela berdiri karena tak kebagian kursi. Malam itu memang sedang digelar Parkiran Jazz, sebuah pergelaran musik jazz yang diselenggarakan oleh Solo Jazz Society yang bekerja sama dengan Balai Soedjatmoko.
Dengan mengusung tema ‘Fusion Jazz’ event musik rutin bulanan di Balai Soedjatmoko itu sukses menarik perhatian penonton. Dengan tata panggung yang sederhana, para pengisi acara seperti HALO Project, B’Fusion, Bayu Raditya Project feat I Komang Kusuma Adi dan Sojazz Ensemble tetap tampil maksimal di depan penonton. Berbeda dengan pergelaran sebelumnya, Parkiran Jazz kali ini lebih banyak menyuguhkan instrumen musik tanpa lirik yang mengalun dengan merdu dan asik.
Fusion Jazz sendiri adalah salah satu jenis musik jazz  yang bercampur dengan aliran musik di luar jazz seperti rock, blues, hingga musik etnik yang khas dari beberapa negara. Malam itu, alunan musik jazz tak melulu terdengar mendayu-dayu seperti biasa. Beberapa kali, penonton disuguhi dengan alunan musik yang menghentak lalu secara tiba-tiba kembali melembut. Tak lupa, di setiap jeda pergantian lagu, salah seorang pemain akan memberikan penuturan singkat mengenai sejarah mulai dari judul lagu hingga pencipta lagu yang akan dibawakan selanjutnya.
“Acaranya bagus, apalagi tema kali ini adalah Fusion Jazz yang mungkin belum banyak dikenal oleh masyarakat. Musiknya unik dan masih nyaman di dengar telinga,” kata Ita (20), salah satu penonton, yang terlihat cukup menikmati suguhan Fusion Jazz dengan mengetuk-ngetukkan jari tangan di atas lututnya. Beberapa penonton lain pun tanpa sadar mulai melakukan hal yang sama seperti Ita. Ada juga yang mulai menggeleng-gelengkan kepala atau mengetuk-ngetukkan sepatu mengikuti iringan musik yang ada.
Selain Ita ada juga Yesa (21), salah satu penonton yang juga terlihat cukup menikmati suguhan Fusion Jazz. “Saya sangat mengapresiasi event ini dan semoga bisa menjadi embrio untuk event yang lebih besar lagi. Sebab, di Solo, event musik jazz yang cukup besar kan hanya Solo City Jazz yang masih terasa Pemkot sekali,” ungkapnya. Ini adalah kali pertama Yesa melihat Parkiran Jazz. Baginya yang tak begitu menyukai musik jazz, acara Parkiran Jazz ini patut untuk diapresiasi sebagai salah satu bukti perkembangan event musik di kota Bengawan.

Meskipun bertambah malam, para penonton masih tetap berkerumun di area belakang Balai Soedjatmoko. Menjelang usainya pertunjukan, B’Fusion menjadi performer yang terakhir tampil. Kemudian dilanjutkan dengan adanya jam session atau kolaborasi beberapa pemain tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu. Malam itu, Parkiran Jazz berakhir dengan tepuk tangan panjang dari penonton yang terlihat puas dengan musik yang disuguhkan. (Asti)

SHARE THIS

0 comments: