| (Pemutaran film/ Dok.Rakha) |
Lpmvisi.com, Solo – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sukses menggelar Expo Seni 2026 pada 23-24 September 2026 lalu. Kegiatan ini diselenggarakan di Teater Besar Gendon Humardani dan Pendopo GPH. Joyokusumo, Kampus Kentingan ISI Surakarta dengan mengusung tagline “Gema Karya Prestasi Mahasiswa”. Tagline yang dibawakan seperti sebuah pernyataan bahwa karya-karya mahasiswa layak untuk diapresiasi dan dipamerkan ke masyarakat luas.
Perhelatan akbar ini menyajikan berbagai agenda yang menarik. Agenda tersebut meliputi pameran karya, tari, karawitan, pedalangan, monolog, baca puisi, vokal grup, dan pencak silat. Tidak hanya itu, ada juga display produk unggulan Program Mahasiswa Wirausaha (PMW).
Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah screening film di Teater Besar Gendon Humardani pada hari kedua. Film-film yang ditayangkan adalah film karya mahasiswa. Terdapat lima film yang ditayangkan pada pagelaran tersebut di antaranya, "Malathi”, “Nadi Literasi”, “Batik di Nadi Kota”, “Kita Gali Sampai Mati”, dan “Misi Bunuh Diri”.
Bagi pecinta film yang berekspektasi mendapatkan tontonan short film seperti di festival mungkin akan terasa mengecewakan. Saya termasuk orang yang berekspektasi mendapatkan kedalaman cerita ala-ala film festival. Akan tetapi, saat pemutaran dimulai saya merasa seperti menonton iklan layanan masyarakat. Hal ini dikarenakan film-film yang ditayangkan mayoritas film komersial yang bekerja sama dengan dinas.
Meskipun demikian, film yang ditayangkan bisa menjadi sarana belajar dan menambah insight baru bagi saya mengenai perfilman. Film tidak hanya tentang alur cerita dan karakterisasi saja, tetapi juga sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan. Melalui kegiatan ini, pandangan saya mengenai perfilman juga semakin luas.
0 Komentar