![]() |
(Aksi Demo Mahasiswa UNS di Balaikota Surakarta, Kamis (22/10/2026)/Dok.Pribadi) |
Lpmvisi.com, Solo - Diawali dengan konvoi dari kampus pusat Universitas Sebelas Maret (UNS) hingga gedung Balaikota Surakarta, aksi demo yang digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS pada Kamis (22/10/2026) terlaksana dengan lancar. Massa berkumpul untuk memulai aksi di depan gedung Balaikota Surakarta sekitar pukul 15.30 WIB. Panggung rakyat dibuka dengan orasi dari Moehadjier, Wakil Menteri Aksi Kreatif dan Propaganda (Akspro) BEM UNS dan kemudian dilanjutkan oleh penampilan puisi, nyanyian, serta orasi dari kawan-kawan perwakilan mahasiswa lainnya.
Dengan perkiraan sekitar 600 massa yang hadir, situasi tergolong cukup kondusif. Keenan Ghiffary, selaku Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS, menyatakan bahwa di samping menyuarakan tuntutan agar didengar oleh stakeholder terkait dan pemerintah, keselamatan massa juga menjadi fokus utama pada aksi kali ini. Upaya mitigasi juga telah dilaksana demi memastikan keamanan aksi, seperti bersurat kepada pihak kepolisian untuk menutup jalan agar tidak dibenturkan dengan masyarakat, dan juga menandai peserta aksi dari mahasiswa UNS dengan pita berwarna sesuai identitas fakultas masing-masing.
Sebelum aksi dilaksanakan, para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi BEM sudah mengadakan perencanaan, konsolidasi, dan juga teknis lapangan untuk menyepakati isu, tuntutan, tagline, mitigasi risiko, hingga mobilisasi. Keenan menyebutkan bahwa aksi kali ini mengusung tagline besar “Evaluasi 2 Tahun Kinerja Prabowo-Gibran” dengan tujuh poin tuntutan yakni:
1. Tetapkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional & evaluasi sistem penanggulangan bencana
2. Wujudkan pendidikan gratis yang tersistematis
3. Evaluasi penetapan desil & pulihkan hak masyarakat
4. Pulihkan kondisi ekonomi masyarakat
5. Evaluasi Proyek Strategis Nasional (PSN)
6. Reformasi total Tentara Nasional Indonesia (TNI) & Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
7. Hentikan praktik militerisme di berbagai daerah
![]() |
| (Massa Demo Mahasiswa UNS di Area Patung Slamet Riyadi, Gladak, Kamis (22/10/2026)/Dok.Pribadi) |
Langkah massa BEM UNS menyuarakan tujuh tuntutan tersebut bukanlah tanpa alasan. Desakan utama mereka yang menuntut penetapan Karhutla sebagai bencana nasional serta evaluasi total sistem penanggulangan bencana berangkat dari krisis kebakaran hutan dan lahan gambut yang terus berulang di Sumatera dan Kalimantan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan puluhan ribu hektar lahan gambut terbakar saban tahun dan memicu kabut asap pekat hingga tingkat kualitas udara (Indeks Standar Pencemar Udara/ISPU) masuk kategori berbahaya. Mahasiswa menilai penanganan pemerintah sejauh ini masih reaktif dan belum menyentuh akar masalah seperti pemulihan ekosistem gambut dan penegakan hukum tegas.
Keresahan tersebut berhasil tersuarakan melalui penyampaian orasi dan juga aksi nyata solidaritas terkait dampak kabut asap Karhutla. Seperti yang dinyatakan Keenan, “Sebagai mahasiswa yang menjalankan fungsi Iron Stock, motivasi kami berangkat dari keresahan masyarakat luas. Kami turun aksi untuk membersamai masyarakat, bukan sekadar mewakili, karena kami adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Kami percaya revolusi tidak lahir dari instastory, sehingga kami turun ke jalan untuk merawat ingatan dan melakukan pencerdasan.” Aksi kali ini menegaskan bahwa seluruh golongan masyarakat harus bersatu untuk mendesak pemerintah untuk mewujudkan penanganan serta pemenuhan tuntutan masyarakat.
Aksi ini juga diharapkan memiliki daya tahan serta keberlanjutan hingga seluruh aspirasi masyarakat diakomodasi oleh pemerintah. Faiz, salah satu mahasiswa peserta aksi juga turut menyoroti hal ini dalam pesannya, "Saya sangat berharap aksi ini akan terus berlangsung sampai tuntutan-tuntutan kita dipenuhi. Cuma, bagaimanapun juga kita harus tetap mengorganisir, menjaga semangat internal, terutama dari BEM. Karena kita lihat per hari ini BEM bisa memberikan ruang kepada teman-teman fakultas untuk menggelar aksi sebesar ini. Jadi kedepannya saya harap BEM bisa terus mengorganisir massa yang ada di UNS.” (Salsabila)


0 Komentar