(Gerbang masuk Solo Literasi Festival, Kamis (17/9) / Dok.VISI/Aliifah) |
“Lpmvisi.com, Solo ー Solo Literasi Festival 2026 resmi dibuka di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman, Surakarta, Kamis (17/9). Festival yang berlangsung hingga Sabtu (19/9) ini mengusung tema “Berkarya, Berdaya, Berbudaya” dan melibatkan berbagai komunitas literasi di Surakarta.
Rifai Putratama (32) selaku panitia acara menyampaikan tentang berbagai macam kegiatan yang ada di Solo Literasi Festival selama tiga hari mendatang. “Pameran dan bazar buku. Lalu pameran dan bazar dari berbagai komunitas. Kami menggandeng berbagai komunitas juga. Lalu ada bazar UMKM. Tentunya ada diskusi yang kami namai ‘Ruang Cerita’. Itu satu hari ada 3-4 diskusi. Lalu ada Walking Tour Literasi, ada nobar film dan pemutaran film juga,” ujarnya.
Rifai juga menyampaikan, kegiatan yang paling disoroti pada hari pertama yaitu pembukaan oleh Wakil Gubernur selaku Bunda Literasi Provinsi. Selanjutnya, pada hari kedua, Rifai menyoroti kegiatan bersama Wakil Wali Kota Surakarta Ibu Astrid Widayani, yang juga merupakan seorang penulis. Tak hanya itu, kegiatan bersama seorang filolog Rendra Agusta juga menjadi salah satu agenda yang disoroti pada hari kedua. Lalu pada hari ketiga bincang bersama para penulis dan tayang film dari Cinemaria dilanjut dengan pemutaran film.
Panitia penyelenggara berharap masyarakat memiliki pemahaman lebih luas mengenai literasi. “Mengetahui bahwa irisan dari literasi itu bukan hanya menulis dan membaca, tetapi banyak isian dari literasi itu. Maksudnya, pemahaman masyarakat tentang literasi adalah menulis dan membaca, padahal gak cuma itu. Bagaimana kita memahami situasi, itu juga literasi, bagaimana kita mengetahui sejarah, itu juga literasi. Jadi emang semua dari masyarakat paham bahwa hal-hal yang ada dalam hidup sampai kapanpun adalah literasi,” jelas Rifai.
Afril (20), salah satu pengunjung Solo Literasi Festival, mengaku tertarik dengan kegiatan ini. “Berhubungan dengan literasi, dengan buku. Menarik sih banyak stan makanan di depan, terus pas masuk juga ada bazar buku, bukunya juga bermacam-macam, harganya juga masih terjangkau. Selain bazar juga ada stan-stan menarik lainnya. Waktu saya datang ada kegiatan ruang cerita lebih kayak seminar versi skala kecil saja. Pemaparan dari ahli mengenai menulis buku, mengenai cerita, Seru sih, seru-seru”, ujarnya. (Aliifah)
0 Komentar