POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

Seni Bertahan Hidup ala Film Keluarga Super Irit

(Cuplikan film Keluarga Super Irit.Dok.Gladys)

 
Judul : Keluarga Super Irit
Sutradara : Danial Rifki
Penulis : Theo Arnoldy, Fahmie Yanardi, dan Agung Prasertiaso
Genre : Film Keluarga, Film Keluarga & Anak
Durasi : 1 Jam 56 Menit
 
Film ini menceritakan kehidupan sebuah keluarga yang bisa dibilang sangat irit dalam pengeluarannya. Konflik mulai muncul ketika perusahaan tempat sang ayah bekerja melakukan penghematan besar-besaran. Ia harus memilih mengundurkan diri atau pemotongan gaji dan ia memutuskan untuk memilih pilihan kedua yang secara langsung membuat keluarganya harus lebih extra dalam menghemat.
 
Keluarga ini mencari berbagai cara untuk dapat meminimalisir pengeluaran, seperti naik sepeda untuk bepergian, mengumpulkan barang bekas, dan memanfaatkan fasilitas umum yang ada. Awalnya saya berpikir untuk apa mereka melakukan hal-hal super irit dengan gaji yang masih cukup “aman”. Hingga akhirnya kebiasaan hemat tersebut memiliki makna yang berbeda ketika kondisi ekonomi keluarga ini mengalami tekanan yang cukup serius. Pemotongan gaji yang dialami sang ayah membuat keluarga ini harus menerapkan kebiasaan baru. Proses irit yang sebelumnya mungkin terlihat seperti kebiasaan unik berubah menjadi cara mereka untuk mempertahankan kehidupan sehari-hari.
 
Salah satu kelebihan film ini menurut saya adalah bagaimana persoalan ekonomi dibungkus dengan konsep komedi yang mengundang tawa. Penonton diajak untuk melihat cara unik keluarga ini dalam berhemat dan melihat tantangan atau persoalan ekonomi yang datang menimpa dalam waktu yang berdekatan. Film ini menggunakan komedi sebagai cara pendekatan untuk menyampaikan pesan persoalan yang mungkin cukup relate dengan kehidupan sehari-hari. Melalui film ini, saya mendapati bahwa dampak dari perubahan tidak selalu hadir dalam bentuk konflik besar, ada kalanya dampak dari perubahan justru terlihat dari keputusan-keputusan kecil seperti memilih apa yang harus dibeli, apa yang harus ditunda, dan apa yang harus dikorbankan.  
 
Ketika kondisi mulai berubah, setiap anggota keluarga harus ikut beradaptasi. Kondisi ini menunjukan bahwa kesulitan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu dua orang tetapi menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga, masalah yang dipikul bersama akan terasa jauh lebih ringan. Hal ini membuat konsep “irit” dalam film tidak terbatas pada persoalan menghemat. Ada nilai kebersamaan yang ditunjukan lewat berbagai kesulitan yang mereka hadapi. Menurut saya, film ini mengajarkan bagaimana menentukan skala prioritas. Film ini juga menunjukan bahwa tidak semua hal dapat kita pertahankan dalam masa sulit, terkadang melepas apa yang kita pertahankan membuat kita merasa lebih lega. 
 
Film Keluarga Super Irit tidak hanya semata menyajikan adegan komedi yang mengajak penonton tertawa melihat berbagai cara sebuah keluarga menghemat pengeluaran. Di balik itu, film ini menyajikan proses naik turunnya kehidupan suatu keluarga dan kehangatan keluarga yang menjadi penopang dari masalah yang dihadapi. Dari sini, “irit” bukan lagi sekadar soal seberapa sedikit uang yang dikeluarkan, tetapi tentang bagaimana seseorang menentukan apa yang benar-benar dibutuhkan dan bagaimana seseorang memiliki kelapangan hati untuk merelakan. (Gladys)

Posting Komentar

0 Komentar