| (Sampul buku Close Casket Terbaru/Dok. Internet) |
Ketika persoalan warisan diduga akan mengguncang seisi rumah, maka keputusan Lady Athelinda Playford adalah mengundang para profesional yang diharapkan mampu melindunginya dari rencana pembunuhan. Di antaranya ada Hercule Poirot, seorang detektif Belgia yang terkenal, Inspektur Edward Catchpool dari Scotland Yard, dan Michael Gathercole serta Orville Rolfe, sebagai partner biro hukum yang sukses.
Lady Playford adalah seorang janda kaya raya yang menghabiskan masa tua dengan menulis buku anak-anak bergenre detektif yang sangat dicintai. Sudah tiba masanya untuk mengurus masalah warisan: kepada siapa warisan Lillieok-nya yang luas serta seisinya akan diberikan. Di ruang kerjanya, ia meminta Gathercole menyusun isi surat warisan terbaru. Ia memutuskan untuk mewarisi sekretaris pribadinya, Joseph Scotcher, yang kini sedang merasakan sakit keras. Lebih mengejutkan lagi, ia menyuruh Gathercole untuk menjadi pewaris hak cipta karya novelnya setelah wafat nanti. Keputusan ini mengguncang dada Gathercole, kendati kedua anak Lady Playford masih hidup dan akan hadir untuk perjamuan makan malam.
Di antara anak-anak Lady Playford, Claudia dan Harry sama-sama menentang keputusan ibunya yang aneh itu. Bagaimana bisa seorang lelaki yang sakit keras, yang mungkin akan mendahului Lady Playford, akan mendapatkan harta ibunya yang tak akan kunjung habis itu? Dalam ruang perjamuan makan, logika Poirot dan Catchpool sama-sama diuji oleh reaksi seluruh orang. Entah Scotcher yang terguncang kaget, atau Claudia dan Harry yang tidak bisa menerima kenyataan ini. Di tengah-tengah keadaan yang kusut ini, seseorang berhasil membuat ulah baru dengan merenggut nyawa Scotcher. Apakah ini yang sebenarnya diduga Lady Playford atau ini adalah dendam kesumat seseorang?
Novel dengan latar Lillieoak yang luas serta malam hari yang menjadi waktu pembunuhan Scotcher adalah keputusan jenius untuk menggambarkan keadaan menegangkan serta membingungkan. Pembaca berhasil dibawa ikut berpikir sebab penulis juga menambahkan investigasi detektif dan inspektur kepolisian yang sejalan dengan narasi novel ini. Lillieoak yang luas berhasil menjadi latar yang menimbulkan banyak spekulasi mengenai detail cara pembunuhan Scotcher. Bahkan pembunuh yang ternyata orang asing sukses membuahkan perasaan terkejut pada pembaca dan menuntun untuk menyadari setiap detail. Detail kecil dalam novel berhasil menipu pembaca agar tidak dipedulikan atau sekadar menjadi pembangun latar cerita. Pemeran tambahan dalam novel juga berhasil mengikuti narasi pembunuhan sehingga cerita semakin terasa utuh atau matang.
Namun, sayangnya, ada beberapa kekurangan pada pengembangan karakter, seperti kurang kuat dan khasnya “jiwa detektif” Poirot dibandingkan dengan dirinya di dalam karya-karya lain. Selain itu, penyelesaian masalah juga dinilai kurang greget atau mencengangkan seperti dalam kasus-kasus lainnya. Judul novel yang kurang menarik serta gaya kepenulisan Sophie Hannah yang terlalu bergantung pada dialog panjang menyebabkan alur cerita di beberapa bagian terasa lambat atau bertele-tele.
0 Komentar