POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

Antara Mimpi dan Batasan

(Poster Film Big World /Dok.Internet)

Judul : Big World
Sutradara : Yang Lina
Tahun Rilis : 2024
Genre : Drama, Family, dan Coming-of-age
Durasi : 131 menit
Rating : 9/10

Sinopsis: 

    Big World menceritakan perjuangan Liu Chun Hee, seorang pemuda dengan cerebral palsy yang bercita-cita menjadi aktor. Meskipun menghadapi berbagai tantangan akibat kondisinya, ia tetap berusaha mengejar mimpinya di dunia seni peran dengan dukungan dari sang nenek. Di sisi lain, hubungan Chun Hee dengan ibunya tidak selalu berjalan mudah. Kekhawatiran sang ibu terhadap kondisi Chun Hee membuat hubungan keduanya menjadi kompleks. Tidak hanya berfokus pada kehidupan Chun Hee dan keluarganya, Big World juga menunjukkan bagaimana orang-orang di sekitarnya merespons dan menyikapi perbedaan yang ada. 

Resensi: 

    Semua orang berhak memiliki mimpi. Ada mimpi yang dapat dikejar dengan sedikit berlari, tetapi ada pula mimpi yang harus diperjuangkan lebih keras. Film Big World bukan hanya kisah tentang seseorang yang terhalang keterbatasan dalam mengejar mimpinya. Menurut saya, film ini menarik karena menunjukkan bahwa Chun Hee tidak hanya berhadapan dengan keterbatasan tubuhnya saja, tetapi juga dengan batasan yang diberikan oleh lingkungan di sekitarnya.

Karakter Chun Hee digambarkan sebagai individu yang memiliki mimpi, ambisi, rasa kecewa, dan keinginan untuk membuktikan dirinya. Meskipun kondisi cerebral palsy yang dimilikinya merupakan bagian penting dalam cerita, kondisi itu tidak dijadikan sebagai identitas satu-satunya. Dalam hal ini, tokoh Nenek menjadi sosok yang memberikan kepercayaan dan dukungan kepada Chun Hee untuk mengejar keinginannya. Berbeda dengan Nenek, hubungan Chun Hee dengan sang Ibu menunjukkan kebalikannya. Kekhawatiran Ibu terhadap kondisi Chun Hee membuat perlindungan yang diberikan terkadang justru membatasi keinginannya untuk mandiri. Namun, Ibu tidak sepenuhnya digambarkan sebagai pihak yang salah karena sikap tersebut juga muncul dari rasa sayang dan keinginannya untuk melindungi anaknya.

Berangkat dari persoalan tersebut, film ini mempertanyakan apakah keterbatasan benar-benar berasal dari kondisi seseorang, atau juga dapat muncul dari cara lingkungan memperlakukannya. Hal ini terlihat melalui perjuangan Chun Hee saat harus menghadapi pandangan orang lain yang seolah-olah menentukan sejauh mana dirinya boleh berusaha dan dianggap mampu. Dengan demikian, Big World tidak hanya membahas perjuangan mengejar mimpi, tetapi juga bagaimana seseorang berusaha mendapatkan ruang untuk menentukan hidupnya sendiri.

Dari sisi akting, Jackson Yee memerankan Chun Hee dengan effort dan dedikasi yang besar sehingga di dalam film ini ia terlihat sangat natural. Perasaan dan konflik lebih banyak disampaikan melalui ekspresi dan gerak tubuh daripada dialog panjang yang bersifat menjelaskan. Hal ini membuat perjuangan Chun Hee terasa lebih manusiawi dan menunjukkan bahwa cerebral palsy bukan sebuah alasan untuk melarang dirinya memiliki keinginan dengan tidak menyingkirkan kehidupan emosionalnya.

Kesimpulan:

    Secara keseluruhan, Big World menunjukkan bahwa keterbatasan seseorang tidak hanya berasal dari kondisi fisiknya, tetapi juga dapat terbentuk dari cara lingkungan memandang dan memperlakukannya. Perjuangan Chun Hee dalam mengejar mimpinya memperlihatkan seberapa pentingnya kepercayaan dan dukungan bagi seseorang untuk menentukan hidupnya sendiri. Hubungan Chun Hee dengan Nenek dan Ibunya juga menunjukkan bahwa kasih sayang dan perlindungan dapat menjadi faktor pendukung, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat berubah menjadi batasan dan hambatan. Melalui cerita dan akting Jackson Yee yang natural, Big World berhasil menyampaikan kisah tentang mimpi, keluarga, dan penerimaan terhadap perbedaan dengan lebih manusiawi. (Nadya)


Posting Komentar

0 Komentar