(Ilustrasi AI/Dok.Internet)
Lpmvisi.com, Solo - Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan yang biasa disingkat menjadi AI merupakan salah satu hal yang tidak bisa jauh dari umat manusia di era modern. Kehadiran AI sangat mempermudah penggunanya dalam mengerjakan berbagai macam hal. Namun, kemudahan yang ditawarkan oleh AI menimbulkan berbagai dampak bagi kehidupan di bumi.
Bumi yang merupakan rumah bagi seluruh makhluk hidup menjadi yang pertama merasakan pengaruh dari megahnya AI di kehidupan sekarang ini. Dalam beroperasinya AI, terdapat dampak negatif yang dihasilkan. Salah satu dampak tersebut adalah mengurangi ketersediaan air bersih. Proses produksi cip AI membutuhkan air ultramurni secara mutlak. Pabrik menghabiskan 4 liter air tawar untuk menghasilkan 1 liter air ultramurni. Peningkatan penggunaan AI secara global dapat memperbesar tekanan terhadap sumber daya air, terutama pada wilayah yang mengalami krisis air (George et al., 2023).
Air-air tersebut digunakan untuk membentuk cip AI dan mendinginkan mesin-mesin komputer yang menjadi pusat data. Air bersih yang digunakan secara besar-besaran akan sangat mempengaruhi pasokan air yang dibutuhkan makhluk hidup untuk bertahan hidup. Perusahaan memilih menggunakan air bersih karena jika menggunakan air payau, mesin dapat cepat terkorosi dan rusak.
Bagi manusia yang hidup di dekat fasilitas pusat data, seiring berjalannya waktu mereka akan kesulitan mencari air bersih karena air disedot secara masif. Bagi tanaman sekitar, sumber air yang menjadi keperluan utama menjadi hilang, tanah mulai mengering sehingga proses pertumbuhan pun gagal, dan pada akhirnya banyak tanaman yang mati. Bagi hewan-hewan, mereka membutuhkan air untuk minum, namun lama kelamaan sumber-sumber air mulai hilang dan menjadi keruh. Hilangnya air bersih menjadi faktor tinggi kepunahan makhluk hidup.
Sementara, manusia
yang menjadi pelaku utama hilangnya air-air bersih ini masih terus
melangsungkan kehidupan mereka seraya merusak bumi. Seluruh makhluk hidup
memiliki hak yang sama untuk mendapatkan air bersih. Manusia yang memiliki akal
dan kepintaran, harus menjadi sosok yang menjaga keseimbangan kehidupan di
bumi. Di balik dampak negatif yang dihasilkan oleh AI, tentunya terdapat
hal-hal positif yang sangat membantu perkembangan kemajuan umat manusia. Oleh
karena itu, manusia harus membentuk kebijakan-kebijakan yang melindungi makhluk
hidup dan lingkungan dalam keberjalanannya AI. Karena jika manusia tidak
bertindak, maka alam sendiri yang akan melindungi dirinya dengan menghukum umat
manusia. (Maureen)
Daftar Pustaka
George, A. S.,
& George, A. H. (2023). A review of ChatGPT AI's impact on several business
sectors. Partners universal international innovation journal, 1(1), 9-23.
0 Komentar