POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

Kedekatan yang Perlahan Menghancurkan Pertemanan: Film Roommates (2026)

(Sumber: letterboxd.com/film/roommates-2026)
 
Identitas Film
Judul : Roommates
Sutradara : Chandler Levack
Penulis Skenario : Jimmy Fowlie dan Ceara O'Sullivan
Produser : Adam Sandler, Tim Herlihy, dan Brian Kavanaugh-Jones
Rumah Produksi : Happy Madison Productions
Negara Produksi : Amerika Serikat
Genre : Komedi Drama
Durasi : 107 menit
Bahasa : Inggris
Tahun Rilis : 2026
Platform Tayang : Netflix
 
Memulai kehidupan baru di bangku perkuliahan bukanlah hal mudah bagi Devon (Sadie Sandler), seorang mahasiswi baru yang pemalu dan sulit beradaptasi dengan lingkungan sosial. Dalam masa orientasi, Devon bertemu dengan Celeste (Chloe East), mahasiswi yang memiliki kepribadian percaya diri, ekspresif, dan extrovert. Pertemuan tersebut membuat keduanya semakin dekat hingga akhirnya memutuskan untuk menjadi teman sekamar.
 
Awalnya, hubungan mereka dipenuhi berbagai pengalaman menyenangkan khas kehidupan mahasiswa. Celeste membantu Devon keluar dari zona nyamannya dan mulai menikmati kehidupan kampus yang sebelumnya terasa asing. Namun, semakin intens hubungan mereka, semakin terlihat pula perbedaan karakter yang perlahan memunculkan konflik emosional.
 
Melalui dinamika hubungan Devon dan Celeste, Roommates mencoba memperlihatkan bahwa persahabatan tidak selalu berjalan harmonis. Film ini menunjukkan bagaimana hubungan yang tampak sederhana dapat berubah rumit ketika komunikasi mulai memburuk dan batasan pribadi tidak lagi dihargai.
 
Kelebihan
Salah satu kekuatan utama Roommates terletak pada cara film ini membangun dinamika hubungan antar karakternya. Chandler Levack sebagai sutradara berhasil menghadirkan konflik persahabatan dengan pendekatan yang terasa relatable dengan kehidupan mahasiswa masa kini. Konflik yang muncul tidak dibuat terlalu dramatis, melainkan berkembang dari persoalan kecil sehari-hari seperti perasaan tidak nyaman yang dipendam, ketergantungan emosional, hingga komunikasi yang pasif-agresif. Pendekatan tersebut membuat penonton dapat memahami alasan perubahan hubungan Devon dan Celeste secara perlahan.
 
Dari segi akting, Sadie Sandler dan Chloe East mampu menampilkan chemistry yang natural. Sadie Sandler berhasil memperlihatkan sosok Devon sebagai pribadi yang canggung namun emosional melalui ekspresi yang tenang dan tertahan. Sementara itu, Chloe East tampil lebih dominan dengan karakter Celeste yang ekspresif dan impulsif. Perbedaan energi dari kedua karakter tersebut justru membuat interaksi mereka terasa hidup. Beberapa adegan pertengkaran mampu membangun ketegangan emosional tanpa dialog yang berlebihan.
 
Secara sinematografi, penggunaan tone hangat pada awal film secara tidak langsung membangun ilusi kenyamanan dalam hubungan Devon dan Celeste. Ketika konflik mulai muncul, visual yang terasa lebih sempit menjadi simbol bagaimana hubungan mereka perlahan berubah menjadi ruang yang menekan. Pengambilan gambar dengan framing yang cukup dekat terhadap karakter juga membantu memperlihatkan perubahan emosi secara lebih intim.
 
Selain itu, penggunaan musik dalam film ini juga cukup efektif mendukung suasana cerita. Soundtrack bernuansa indie pop dan musik upbeat khas anak muda berhasil memperkuat atmosfer kehidupan mahasiswa yang bebas dan dinamis. Pada beberapa adegan emosional, musik digunakan dengan cukup sederhana sehingga emosi karakter tetap menjadi fokus utama dan tidak terasa berlebihan.
 
Penulis merasa kekuatan terbesar film ini justru terletak pada keberaniannya memperlihatkan bahwa hubungan toxic tidak selalu hadir dalam hubungan romantis, tetapi juga dapat muncul dalam persahabatan yang terlihat sehat di permukaan yang membuat penonton diajak memahami bahwa kedekatan yang terlalu intens dapat berubah menjadi hubungan yang melelahkan ketika salah satu pihak mulai kehilangan ruang pribadinya.
 
Kekurangan
Meskipun premis nya menarik, Roommates masih memiliki beberapa kelemahan dari sisi teknis penceritaan. Penggunaan alur maju mundur dalam beberapa bagian justru membuat perkembangan konflik terasa kurang fokus. Perpindahan timeline yang terlalu sering membuat beberapa momen emosional kehilangan dampaknya karena penonton harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan waktu.
 
Dari sisi editing, transisi antar adegan juga terasa kurang halus pada pertengahan film. Beberapa perpindahan adegan berlangsung cukup tiba-tiba tanpa penanda yang jelas sehingga ritme cerita terasa tidak stabil. Akibatnya, perkembangan hubungan antar karakter terkadang terasa meloncat dan sedikit membingungkan.
 
Selain itu, pacing film menjelang akhir terasa terlalu cepat dibandingkan pembangunan konflik yang cukup panjang sebelumnya. Setelah berbagai ketegangan emosional yang berhasil dibangun sepanjang cerita, penyelesaian konflik antara Devon dan Celeste justru hanya disampaikan melalui percakapan singkat. Resolusi tersebut terlalu sederhana dibanding intensitas emosi yang telah dibangun sepanjang film sehingga ending kehilangan kekuatan dramatiknya.
 
Penulis rasa apabila film ini memberikan ruang yang lebih panjang untuk penyelesaian konflik, hubungan antar karakter akan terasa lebih emosional dan memuaskan bagi penonton.
 
Kesimpulan & Rekomendasi
Secara keseluruhan, Roommates menghadirkan kisah persahabatan di dunia perkuliahan dengan pendekatan yang ringan namun tetap menyimpan konflik emosional yang cukup dekat dengan realitas kehidupan anak muda. Film ini berhasil memperlihatkan bagaimana hubungan yang awalnya terasa nyaman dapat berubah menjadi rumit ketika perbedaan karakter, ego, dan emosi mulai mendominasi. Meskipun alur maju mundur dan penyelesaian konflik yang terburu-buru menjadi kelemahan yang cukup terasa, Roommates tetap mampu memberikan pengalaman menonton yang menghibur sekaligus reflektif tentang arti pertemanan dan proses mengenal diri sendiri di lingkungan baru. Film ini sangat cocok dinikmati oleh remaja hingga mahasiswa yang menyukai drama komedi dengan nuansa emosional ringan, terutama bagi penonton yang ingin melihat dinamika persahabatan yang tidak selalu berjalan sempurna. (Dhea Sekar Permtasari)

Posting Komentar

0 Komentar