| (Novel Bandung After Rain karya Wulan Nur Amalia / Dok. Gramedia.com) |
Judul: Bandung After Rain
Pengarang: Wulan Nur Amalia
Tebal: 284 halaman
Penerbit: Black Swan Books
Tahun terbit : 2024
“Bandung adalah kita. Dan, setelah hujan, ada cerita tentang kita.”
Lpmvisi.com, Solo — Kita pasti memiliki kenangan yang membekas ketika melihat hujan. Entah itu kenangan yang mengingatkan tentang kehilangan, kenangan, ataupun seseorang yang mungkin sempat membekas di hati. Wulan Nur Amalia dalam novel ini mengajak kita para pembaca untuk mengikuti perjalanan dari segi emosional para tokohnya, kenangan dan kisah antara Hemachandra dan Rania. Tapi, apakah novel ini akan memberikan perspektif baru untuk kita bagaimana perjalanan konflik batin dan bagaimana kita memaknai kehilangan itu?
Novel ini menceritakan Hemachandra, biasa dipanggil Hema, sebagai remaja Bandung yang memiliki rasa terpendam. Ia selalu menyesal dan merasa bersalah setelah ia membuat kesalahan besar terhadap Rania (Ra) yang mengakhiri hubungan setelah berpacaran selama tujuh tahun. Setelah putus, kehidupan Hema terasa biasa saja. Ia memulai harinya dengan rutinitas sederhana di kota Bandung. Namun, kesalahan yang ia buat telah mengubah segala keputusan Rania. Dalam masa-masa kesendiriannya, Jeano muncul menemani Rania yang diam-diam memiliki rahasia. Melalui Hema, Rania, dan Jeano, Bandung After Rain menelusuri fase-fase perjalanan emosional manusia ketika berhadapan dengan masalah dalam kehidupan. Adanya rasa bersalah, kehilangan, proses memaafkan diri sendiri, dan bangkit dari keterpurukan masa lalu yang menyakitkan, memberikan gambaran kepada pembaca bagaimana perjalanan emosional itu tumbuh dan berkembang, bagaimana perjalanan untuk menerima keadaan. Setelah membacanya, menurut penulis, permasalahan emosional masing-masing tokohnya dirasa complicated. Novel ini menceritakan dengan realistis bagaimana keadaan emosional manusia dan konflik batinnnya setelah putus cinta dengan kekasih yang menemani selama tujuh tahun. Menurut penulis, kelebihan di novel ini adalah bagaimana Wulan berhasil menceritakan sisi emosional dan dengan bahasa yang sederhana walaupun konflik batin tokohnya cukup rumit; putus saat masing-masing tokohnya sedang mempersiapkan masa depannya dengan studi, membuat mereka merasa sangat terpuruk.
Dalam novel ini, Wulan juga bisa menceritakan setiap alur penyembuhan emosional tokoh dengan realistis, alurnya berhasil membuat pembaca ikut merasakan dan mengikuti masalah masing-masing tokohnya. Hal yang menarik lainnya adalah Wulan memberikan rekomendasi-rekomendasi playlist musik yang bisa pembaca dengarkan sembari membaca novelnya, agar suasana emosionalnya lebih mendalami.
Meskipun Wulan mampu menyampaikan perjalanan emosional tokohnya dengan menarik, menurut penulis dalam novel ini masih ada beberapa kekurangan di dalamnya. Beberapa alur perjalanan kisah tokohnya masih sangat berlarut dalam penyesalan Hema, secara tidak langsung membuat pembaca terjebak terus menerus dengan konflik batin Hema. Latar belakang emosional Jeano dirasa kurang digali secara mendalam, yang padahal Jeano sendiri adalah tokoh yang berperan penting untuk Rania dalam berkembang dan memulihkan konflik batinnya. Dari segi penyelesaian konflik, walaupun perjalanan emosionalnya terasa rumit dan complicated, konflik di akhir novel cenderung cepat dan mudah untuk ditebak, sehingga membuat akhir cerita menjadi kurang memuaskan untuk pembaca.
Secara keseluruhan, menurut penulis, Bandung After Rain adalah novel yang penuh makna. Wulan berani untuk tidak melulu menulis cerita romansa yang akan selalu happy ending. Wulan mampu menceritakan kisah romansa realistis yang pastinya menyimpan banyak luka dan sakit hati. Dikemas dengan alur yang menceritakan penyesalan dan pemulihan diri, perjalanan dan konflik batin emosional masing-masing tokohnya terasa realistis.
Untuk kalian penikmat kisah romansa klasik dengan alur complicated yang realistis, novel ini bisa menjadi salah satu rekomendasi dan pilihan untuk belajar bagaimana agar kita bisa kuat dalam menerima keadaan, kehilangan, dan belajar untuk memulihkan emosional dari keterpurukan. Bandung After Rain mengingatkan juga bahwa setelah hujan, selalu ada kesempatan untuk memulai kembali dengan hati yang lebih tenang dan pandangan yang lebih jernih. (Stephanie)
0 Komentar