Minggu, 26 Mei 2024

Pelestarian Budaya Indonesia Melalui Fear of Missing Out (FoMO)

(Ilustrasi FoMO sebagai alat pelestarian budaya pada media sosial / Dok. freepik.com)

 Lpmvisi.com, Solo — Era globalisasi telah mengikis batas-batas antar negara dan wilayah dalam beberapa hal karena kemudahan dalam komunikasi dan penyebaran informasi. Hal ini berdampak pada masyarakat di berbagai belahan dunia dapat terpapar budaya, tren, dan gaya hidup global. Meskipun globalisasi membuat dunia terasa lebih terhubung, setiap negara tetap memiliki kedaulatan, budaya, dan identitas nasional yang khas. Tantangannya adalah bagaimana menyeimbangkan keuntungan globalisasi dengan mempertahankan nilai-nilai lokal yang penting.

Globalisasi membuat informasi dari seluruh dunia menjadi lebih mudah diakses. Melalui media sosial, berita, dan internet, kita dapat melihat gaya hidup, tren, dan pengalaman orang lain di berbagai belahan dunia. Hal ini dapat memicu FOMO, di mana kita merasa ketinggalan atau kurang beruntung jika tidak mengikuti tren yang sama. FoMO (Fear of Missing Out) atau ketakutan akan ketinggalan adalah fenomena yang sering terjadi dalam era globalisasi dan budaya digital saat ini.

Menurut saya, pelestarian budaya melalui FOMO (Fear of Missing Out) dapat menjadi strategi yang menarik, dikarenakan kita sebagai bangsa Indonesia dapat lebih memperkenalkan budaya yang ada. Dalam hal tersebut, akan semakin banyak orang yang mengenal budaya Indonesia sedikit demi sedikit.  

Di era serba digital, kita sebagai anak muda dapat memanfaatkan media sosial untuk membagikan konten menarik tentang budaya lokal. Misalnya, dengan membuat video atau foto-foto yang menampilkan keunikan budaya tersebut. Hal ini dapat memicu rasa penasaran dan FOMO pada pengguna lain yang belum mengetahuinya. Melalui media sosial anak muda dapat mengajak masyarakat untuk mengeksplorasi dan mengalami sendiri kebudayaan lokal. Namun, kita perlu mengingat bahwa fenomena FOMO harus dilakukan dengan bijak dan tidak berlebihan. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal, bukan semata-mata untuk keuntungan pribadi atau komersial. (Jasmine)



SHARE THIS

0 Comments: