Jumat, 17 Februari 2023

Kirab Boyong Kedhaton Meriahkan HUT Kota Solo

 


 

(Rombongan Kirab yang melewati Jalan Slamet Riyadi/Dok. Valeria)

 

Lpmvisi.com, Solo – Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta mengadakan Kirab Boyong Kedhaton yang dilaksanakan pada hari Jumat (17/02), sebagai salah satu rangkaian acara untuk memperingati hari jadi Kota Solo yang ke-278. Kirab diarak dari koridor Gatot Subroto kemudian melewati Jalan Slamet Riyadi hingga gedung Balai Kota Surakarta, kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan drama sendratari yang menceritakan kedatangan rombongan Keraton Kartasura yang memasuki desa Sala atau yang kini disebut Kota Solo.

Warga mulai memadati kawasan bahu jalan Slamet Riyadi sekitar pukul 15.00 WIB. Antusiasme masyarakat tidak mereda meskipun matahari tertutup awan mendung. Arak-arakan mulai berjalan pada 15.20 WIB tanpa menghentikan arus kendaraan yang melaju di area Slamet Riyadi. Rombongan kirab yang terdiri dari prajurit Keraton Surakarta serta para penari, berjalan di pinggir jalan raya beriringan dengan kendaraan yang melaju. Tidak sedikit pengguna jalan yang memperlambat laju kendaraan untuk ikut menyaksikan rombongan kirab yang berjalan.

Rombongan kirab sampai di depan Balai Kota Surakarta pada pukul 16.00 WIB, kemudian berlanjut dengan drama sendratari yang menceritakan rangkaian upacara perpindahan Keraton Kartasura ke Desa Sala. Pertunjukan tari dengan iringan musik berhasil memukau masyarakat yang turut menonton di sekitar pelataran Balai Kota.

“Bangga sih, ternyata Solo keren banget. Kirab budaya ini bermanfaat karena masyarakat yang habis lihat jadi ingin ikut melestarikan budaya juga,” tutur Vallerie (15), seorang pelajar yang turut menikmati acara ini.

 

Mengingat hujan deras yang mengguyur kota Solo pada beberapa hari terakhir, ada kekhawatiran akan keberlangsungan acara terganggu. Namun, pertunjukan berlangsung dengan lancar meski cuaca kurang mendukung. “Sebenarnya kita ada Plan B. Semisal hujan, (pertunjukan) akan dipindahkan ke pendopo Balai Kota,” ucap Dwi Priyo (40) sebagai komposer acara Boyong Kedhaton. 

Kirab Boyong Kedhaton yang telah dipersiapkan sejak bulan Januari ini, melibatkan lebih dari 100 orang yang berasal dari sanggar seni serta sekolah seni yang ada di Surakarta. Kirab yang ditampilkan setiap peringatan hari jadi Kota Solo ini selalu ditampilkan dengan inovasi baru untuk memberikan pengalaman yang berbeda setiap tahunnya. “Tiap HUT memiliki konsep yang sama (Boyong Kedhaton) tetapi setiap tahun memiliki versi yang berbeda, sejarah tidak berubah tetapi untuk pertunjukannya harus ada inovasi,” ungkap Tuti Orbawati, S.Sen, M.Sn. selaku Kabid Seni Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta, yang dalam event ini ibu Orba menjadi PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan). 

“Harapan saya dengan masyarakat menonton ini itu satu, menjadi tahu bagaimana kota Solo terbangun, memberikan pengetahuan kepada anak-anak dan untuk yang sudah sepuh, sudah tahu, untuk bisa mengenang,” imbuhnya.

 

(Suasana di pelataran Balai Kota Solo yang dimeriahkan dengan
pertunjukan tari-tarian dan musik/Dok. Valeria)
 

Di tengah banjir yang melanda 15 kelurahan, rangkaian acara perayaan HUT Kota Solo tetap dilaksanakan meskipun tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan harapan untuk tidak mengecewakan masyarakat lain yang turut menantikan kemeriahan hari jadi Kota Solo. Selain itu, pelaksanaan rangkaian acara juga dapat membantu perekonomian yang terdampak setelah pandemi. Selebihnya, Kirab Boyong Kedhaton juga ditampilkan melalui siaran langsung di kanal YouTube Pemkot Surakarta sehingga warga yang tidak sempat datang dapat ikut menyaksikan dengan gawai yang dimiliki. (Vale)


SHARE THIS

0 Comments: