Jumat, 30 September 2022

Kisah Kasih Kita

Ilustrasi (Dok. Internet/Pinterest)

  

Oleh: Azra Athifa


Mamat sudah duduk manis di atas motor tuanya, bernampilan ciamik dengan kemeja flanel agak kebesaran, celana lepis belel serta sepatu Vans bekas yang dia dapatkan dari pasar loak dekat statiun. Mamat bersiul-siul membuat nada-nada abstrak, sesekali menatap spion motor tuanya merapikan rambut menunggu pujaan hatinya keluar. 

"Mat! Maaf ya lama," 

Mamat yang merasa dipanggil menengok ke arah sumber suara. Mamat terperengah, menatap pujaan hatinya bernampilan begitu cantik sore ini.

Neng mengenakan dress putih bercorak bunga berlengan pendek, tatanan rambut yang dibuat sedimikian rupa dipadukan dengan riasan sederhana lalu sepatu flat warna yang senada, dan jangan lupakan tas selempang pemberian Mamat.

"Alamak! Cantik sekali kau, Neng!" Puji Mamat 

Neng yang mendapat pujian seperti itu, hanya mampu tersipu malu-malu menghampir Mamat.

"Apa sih, sudah ayo jalan nanti keburu sore." Neng masih enggan menatap Mamat berusaha menutupi rona merah di pipi nya.

"Hei, kau kenapa? Malu?" Mamat makin gencar menggoda Neng 

Neng yang digoda pun makin menundukkan kepalanya, benar-benar malu ia saat ini.

"Yasudah, ayo naik!" Mamat berujar sambil tangannya terulur memberikan helm batok berwarna hitam pada Neng

Setelah Neng duduk manis diatas motornya, Mamat bertanya "siap bersenang-senang sore ini, tuan putri?"

"Siap!!" Neng menjawab penuh semangat, tangannya melingkar erat dipinggang Mamat dan menyandarkan wajahnya pada bahu Mamat.

Setelah itu motor tua Mamat melaju membelah perumahan sederhana ini.



SHARE THIS

0 Comments: