Senin, 28 Februari 2022

IPK Atau Organisasi?

Ilustrasi (Dok. Internet)

             Oleh: Tatiana Pramudya

        Indeks Prestasi Kumulatif atau yang biasa kita kenal dengan IPK merupakan suatu hal yang penting bagi beberapa mahasiswa. Mengapa hanya beberapa mahasiswa? Karena tidak semua mahasiswa menganggap bahwa IPK merupakan suatu hal yang penting dalam tujuan kuliah mereka. Mengapa demikian? Seringkali kita mendengar pernyataan bahwa IPK tidak dibutuhkan dalam dunia kerja karena pada saat interview kerja, perusahaan tidak akan menanyakan berapa IPK kita dan bahwa perusahaan saat ini tidak membutuhkan hard skills karena yang dibutuhkan saat kerja nanti adalah soft skills. Hard skills sendiri merupakan penguasaan ilmu pengetahuan yang lebih berorientasi pada Intelligence Quotient (IQ), sedangkan soft skills merupakan kombinasi dari keterampilan di luar ilmu pengetahuan yang lebih berorientasi pada Emotional Quotient (EQ). Hard skills mahasiswa dapat dinilai dari IPK-nya, sedangkan soft skills mahasiswa dapat dinilai dari pengalaman berorganisasinya.

          Berbicara mengenai IPK dan organisasi, keduanya memiliki peranan penting dalam dunia kerja ke depannya. Anggapan tentang IPK tidak dibutuhkan dalam dunia kerja, melainkan pengalaman berorganisasi yang lebih penting merupakan pernyataan yang tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena IPK dan organisasi merupakan dua hal yang perlu dikerjakan secara seimbang. IPK memang bukan sesuatu yang dapat menunjukkan orang itu pintar atau tidak, tetapi lebih menunjukkan apakah orang tersebut bertanggung jawab atau tidak dalam Pendidikan perkuliahannya. Menjadi mahasiswa dan menjalani kehidupan perkuliahan merupakan pilihan masing-masing. Ketika kita sudah memilih untuk menjadi mahasiswa, maka kita harus bisa bertanggung jawab pada pilihan kita yang salah satunya dapat diwujudkan dengan mendapat IPK yang baik. Apabila mahasiswa mendapat IPK yang baik, hal tersebut bisa menjadi kunci awal untuk dapat lulus pada seleksi administrasi dalam dunia kerja.

          Jika IPK merupakan hal yang penting, bagaimana dengan pengalaman organisasi? Aktif dalam kegiatan berorganisasi adalah satu hal yang tak kalah pentingnya dengan IPK. Mahasiswa akan mendapat keuntungan tersendiri apabila ia aktif dalam berorganisasi. Mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi tentu akan mendpatkan relasi yang lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswa yang tidak ikut organisasi. Mahasiswa juga akan memiliki soft skills yang baik karena sudah terlatih selama mengikuti kegiatan berorganisasi. Relasi dan soft skills sendiri merupakan dua hal yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja nanti.

          Dari penjelasan-penjelasan di atas, maka sudah dapat dipastikan bahwa IPK dan organisasi merupakan dua hal yang harus dikerjakan secara seimbang. Ketika seseorang mampu memiliki IPK yang baik dan ia aktif dalam berorganisasi, maka hal tersebut dapat menunjukkan seberapa baiknya ia memiliki kemampuan untuk mengatur waktu. Kemampuan untuk mengatur waktu sendiri merupakan hal yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja sehingga apabila mahasiswa di dunia perkuliahan mampu menyeimbangkan antara kemampuan akademik dengan kegiatan berorganisasi, maka ia sudah terlatih untuk lebih siap lagi dalam dunia kerja. Perusahaan tentu akan lebih memilih Curriculum Vitae (CV) yang memenuhi kemampuan hard skills dan soft skills sehingga seseorang yang mampu menjalankan kegiatan akademiknya dan kegiatan berorganisasinya secara seimbang akan lebih mendapatkan kepercayaan dan kesempatan dalam dunia kerja.




SHARE THIS

0 Comments: