Rabu, 09 September 2020

Dory Harsa, Seniman Solo Jadi Maskot SIPA 2020

Dory Harsa. (Dok.Gede)


    Lpmvisi.com, Solo -Dory Harsa dinobatkan sebagai maskot Solo International Performing Arts (SIPA) 2020 yang mengusung tema “Recognition and Acceleration”. Terpilihnya Dory Harsa sebagai ikon ajang pertunjukan bergengsi tersebut tidak hanya memamerkan kehebatan seniman asli Solo, tetapi juga perwujudan dari partisipasi generasi muda dalam pengembangan kesenian tradisional.

    Dory Haryanto Saputra, atau kerap disapa Dory Harsa, adalah seniman kelahiran 27 November 1992 yang tengah menggeluti karir di dunia tarik suara dengan genre Pop Jawa- Campursari. Dory meraih banyak penghargaan, salah satunya adalah meraih urutan pertama pada Trending Chart di Youtube selama satu pekan, serta menduduki 20 Trending Chart Worldwide di platform yang sama.

    Dory memiliki tekad untuk mengangkat budaya daerah di mata dunia, sehingga karya yang ia hasilkan mayoritas menggunakan bahasa jawa. Selain itu, Dory berkeinginan untuk  mengedukasi generasi muda tentang seni pertunjukan. Hal ini juga sejalan dengan komitmen SIPA untuk terus menyuguhkan acara seni yang menarik dan berkualitas.

    Sebagai maskot SIPA 2020, Dory mengungkapkan harapannya, “Semoga SIPA bisa memberikan pertunjukan yang baik, yang mendidik, dan tentunya bisa mendorong kreativitas teman - teman pelaku seni yang terlibat di dalamnya. Saya harap SIPA tahun ini bisa memberikan satu tolok ukur untuk event - event yang lain,” ungkap Dory.

    SIPA adalah festival seni bertaraf internasional yang rutin digelar setiap tahun. SIPA 2020 Recognition and Acceleration merupakan tahun ke-12 penyelenggaraan festival. Tema SIPA  tahun ini, menitikberatkan pada pehamahan seni sebagai sesuatu yang bertumpu dari penghargaan serta apresiasi guna akselerasi kemajuan serta persatuan. Pertujukan megah ini digelar selama tiga hari pada tanggal 10, 11, dan 12 September. Acara ini dapat disaksikan secara gratis melalui kanal Youtube SIPA FESTIVAL mulai pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. SIPA diharapkan dapat menjadi sarana pelestarian seni pertunjukan agar masyarakat selalu mengingat keberadaan seni sebagai salah satu budaya asli Indonesia.

(Fitri Ana R)


SHARE THIS

0 komentar: