Selasa, 16 Juni 2020

Kolaborasi VISI dan Himakom Hadirkan Webinar Jurnalisme Sains

Dok.Internet/Zerbor

Lpmvisi.com, Solo - Jurnalisme Sains atau Science Journalism mungkin masih asing di telinga banyak orang. Padahal, apabila kita mendalami topik tersebut, manfaat yang didapat sangatlah besar. Apabila Anda seorang penikmat rubrik kesehatan atau teknologi, dua topik tersebut merupakan contoh dari jurnalisme sains..  

Mengusung tajuk "Mengenal Science Journalism", LPM VISI UNS berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom) FISIP UNS, menyelenggarakan acara webinar terkait Jurnalisme Sains pada (13/06/2020). Menghadirkan Dewi Safitri, Standard and Practices CNN Indonesia, webinar ini membahas seluk beluk jurnalisme sains. Topik ini dipilih karena sesuai dengan situasi pandemi COVID-19 yang sedang terjadi dan hangat diperbincangkan berbagai kalangan. Meski menggunakan platform Google Meet, acara ini mampu menarik minat peserta sebanyak 94 orang.

Menurut Rizka Awalina, ketua acara, webinar ini diadakan dengan tujuan mengenalkan jurnalisme sains untuk semua orang khususnya mahasiswa. "Kami telah melakukan survei dengan kesimpulan banyak responden, khususnya dari kalangan mahasiswa masih belum mengetahui apa itu science journalism namun tertarik untuk mengetahuinya," ujar Rizka Awalina saat ditanya alasan memilih topik mengenal jurnalisme sains lebih lanjut.

Dalam Seminar, Dewi Safitri menjelaskan jurnalisme sains adalah segala sesuatu untuk menciptakan deskripsi jujur tentang semesta. Dia juga menjelaskan tentang sejarah jurnalisme sains di dunia dan hal-hal yang membedakan jurnalisme sains dan jurnalisme lainnya. "Jurnalisme sains penting bagi manusia agar dapat mengambil keputusan yang tepat." Ujar Dewi.

Peserta webinar yang mengikuti acara ini tidak hanysa mahasiswa dari perguruan tinggi di Surakarta saja. Ada juga mahasiswa dari Banjarmasin, Semarang, dan Medan yang juga antusias mengikuti acara ini. Salah satu peserta dari Universitas Sumatra Utara, Noni,  mengaku senang dengan adanya webinar ini. " Rupanya dunia science journalism itu banyak banget dan masih sedikit yang aku tahu. Dengan Bu Dewi menginformasikan lewat seminar, aku jadi merasa terbantu banget," Sambung Noni. (Bintang)

 


SHARE THIS

0 komentar: