POSTINGAN TERKINI

6/recent/LPM VISI

Melihat Masa Muda Orang Tua Lewat Keajaiban Twinkling Watermelon

(Pemutaran Film Drama/Dok.Anggie
Judul Drama: Twinkling Watermelon
Sutradara: Son Jong-hyun
Penulis Skenario: Jin Soo-wan
Rumah Produksi & Saluran: Pan Entertainment / tvN
Pemeran Utama: Ryeoun (Eun-gyeol), Choi Hyun-wook (Yi-chan), Seol In-ah (Se-kyung), Shin Eun-soo (Chung-ah)
Jumlah Episode & Durasi: 16 Episode / ~70 Menit per Episode
Tahun Rilis: 2023
Genre: Drama, Coming-of-Age, Musik, Perjalanan Waktu (Time Travel)

Eun-gyeol, seorang siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) anak CODA (Child of Deaf Adults) yang jenius musik, terlempar secara ajaib ke tahun 1995 setelah keluar dari sebuah toko alat musik tua. Di masa lalu, ia malah bertemu dengan ayahnya versi remaja yang ternyata masih bisa mendengar, bertingkah konyol, dan lagi heboh-hebohnya mendirikan band demi mencuri perhatian cewek populer. Demi mengubah masa depan dan mencegah kecelakaan yang nantinya membuat sang ayah kehilangan pendengarannya, Eun-gyeol nekat bergabung ke band ayahnya yang bernama Watermelon Sugar.

Ketika Masa Muda Orang Tua Menjadi Cermin Hubungan Keluarga

Pernah nggak sih, terlintas di pikiran kamu, seperti apa kehidupan orang tua kita waktu mereka masih seumuran kita sekarang? Apakah mereka dulu tipe anak nongkrong yang seru, atau malah punya kisah cinta dramatis yang nggak pernah diceritakan ke anak-anaknya? Pergolakan emosi dan rasa penasaran itulah yang dikemas dengan sangat indah dan hangat dalam drama Twinkling Watermelon.

Hal yang paling aku suka dari drama ini ada pada cara penceritaannya yang santai dan humoris, tapi dalam banget. Walau mengusung tema perjalanan waktu (time travel), masalah pertentangan antar-generasi, beban ekspektasi orang tua, sampai rasa lelahnya jadi anak CODA terasa dekat banget sama kehidupan kita sehari-hari. Drama ini secara halus kayak menampar kita pelan: sosok ayah yang selama ini kita kenal tegas atau kaku, ternyata dulunya cuma anak muda konyol yang punya impian besar dan pernah patah hati juga.

Penjiwaan para pemerannya bikin drama ini makin hidup. Chemistry antara Ryeoun dan Choi Hyun-wook sebagai anak dan bapak yang "kepeleset" jadi sahabat sebaya itu juara banget! Asli kocak, tapi di sisi lain juga sangat emosional. Shin Eun-soo yang jadi Chung-ah muda bahkan nggak punya dialog verbal sama sekali, tapi ekspresi muka dan bahasa isyaratnya sanggup bikin penonton ikut merasakan perih dan bahagianya dia. Ditambah alunan lagu-lagu retro 90-an yang dibawakan anak-anak band, suasananya jadi bikin makin nostalgia.

Secara teknis, visual yang cerah dan penataan musiknya sukses bikin betah nonton dari awal sampai akhir. Walau ada sedikit bagian di pertengahan alur yang terasa agak lambat karena konfliknya muter, penyelesaian masalah di bagian akhir dikemas sangat hangat, melegakan, dan sama sekali nggak terkesan menceramahi penontonnya.

Pada akhirnya, Twinkling Watermelon bukan sekadar tontonan drakor hiburan biasa, melainkan pengingat hangat buat kita tentang pentingnya empati dan keterbukaan di dalam keluarga. Drama ini mengajarkan kita bahwa sebelum menjadi orang tua buat kita, mereka adalah manusia biasa yang juga pernah berjuang melewati masa mudanya. (Anggie)

Posting Komentar

0 Komentar