Senin, 17 Agustus 2020

Memaknai Kemerdekaan: Lebih dari Sekadar Seremoni

 

Dokumentasi pelaksanaan upacara peringatan 74 tahun Indonesia merdeka tahun 2019, Halaman Rektorat, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Dok.Visi/Gede

Lpmvisi.com, Solo - Hari ini, 17 Agustus 2020, Indonesia memperingati hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-75. Peringatan kemerdekaan tahun ini menjadi cukup berkesan mengingat kini Indonesia sedang diuji masalah pandemi, ancaman resesi, hingga rancangan undang-undang yang penuh kontroversi. Di tengah keruhnya suasana, kita diminta untuk berhenti sejenak mengheningkan cipta. Mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan dan mengingat kembali tujuan-tujuan kita sebagai bangsa yang merdeka. Hal ini membuat hari ulang tahun Indonesia kali ini makin bermakna. 

Dalam gempita semangat kemerdekaan, VISI menanyakan makna kemerdekaan bagi pemuda saat ini. Brilyan Duta, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) memaknai kata “merdeka” sebagai kondisi yang bebas dari pemaksaan dan represi. Menurutnya, bebas dari pemaksaan ini juga termasuk bebas dalam menyuarakan pendapat dan berserikat. “Selain itu, merdeka juga berarti terjaminnya hak asasi, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk bekerja, mendapatkan kebahagiaan dan kesuksesan,” ujar Duta.

Sementara itu bagi Lintang Madani, Mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UNS menuturkan bahwa kemerdekaan baginya adalah keadaan ketika kita merasa terbebaskan untuk memilih jalan hidup sendiri. “Untukku pribadi, aku ingin meraih kemerdekaan dari rasa malas. Karena rasa malas itu menjadi hambatan terbesar untuk bisa mencapai tujuan hidup, mulai dari hal paling kecil sampai hal yang besar,” ujar Lintang ketika dihubungi VISI pada Senin (17/8/2020).

Ketika ditanya soal harapan untuk Indonesia, Lintang berharap di usia Indonesia yang ke-75 ini tidak ada lagi konflik yang timbul karena perbedaan. Menurut Lintang, kemerdekaan Indonesia bisa diraih karena kuatnya persatuan dari keanekaragaman yang ada. Baik suku, agama, ideologi, dan lainnya. “Menurutku, justru keberagaman yang ada di Indonesia itu harus kita embrace dan jadikan sebagai kekuatan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Lintang berharap agar Indonesia segera pulih dari pandemi dan tidak ada lagi pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan demi kepentingan pribadi atau golongan. Ia juga menyatakan, Indonesia punya banyak sekali potensi yang ia harap dapat lebih diapresiasi dan berkembang di bidang apapun.

Sementara itu, Duta berharap di usia Indonesia yang ke-75 ini, masyarakat semakin sadar atas nilai kebersamaan dan gotong royong membangun lingkungan. Ia juga memiliki mimpi agar bangsa ini dapat rukun, bertoleransi, dan saling mengambil peran untuk membuat hebat bangsa ini dengan cara masing-masing.

Menurut Duta, masih banyak PR untuk Indonesia jadi betul-betul merdeka. Masih banyak hak asasi manusia yang belum terpenuhi. Masih banyak kasus pelanggaran HAM di masa lalu yang belum terselesaikan, juga tindakan represif aparat maupun penguasa kepada rakyat. “Aku harap tidak ada pengebirian hak-hak manusia di dunia, khususnya pada warga Indonesia,” ujar Duta..

Duta juga berharap agar warga sipil Indonesia lebih dilibatkan dalam ruang-ruang dialog dan diskusi untuk perumusan kebijakan dan diberi jaminan untuk bebas menyampaikan pendapat. “Aku berharap Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dalam praktik demokrasi yang sejati, dan rakyatnya bisa hidup rukun dan bertoleransi sehingga Indonesia menjadi tempat yang aman dan nyaman ditinggali oleh semua golongan.” pungkasnya.

Menjadi bangsa yang maju perlu semangat juang dan rasa persatuan yang tinggi dari seluruh rakyatnya. Semoga kita dapat memaknai kemerdekaan bukan hanya sebagai seremonial tahunan, namun mengimplementasikan dalam wujud konkret menuju Indonesia yang benar-benar merdeka dan berdaulat. (Ola)



SHARE THIS

0 komentar: