Selasa, 21 Juli 2020

Berulang Kali Gagal Audiensi, Mahasiswa UNS Turun ke Jalan

Mahasiswa melakukan orasi menuntut audiensi terbuka dengan rektorat. (Dok.Visi/Gede)

Lpmvisi.com, Solo – Di tengah situasi pandemi yang tidak menentu, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) turun ke jalan dengan lantang menyerukan tuntutan yang selama ini dibungkam oleh “Bapak” (rektor -red) sendiri.

Mahasiswa UNS yang tergabung dalam Aliansi UNS Bergerak turun ke jalan pada Senin (20/07/2020). Aksi demonstrasi ini dilakukan di Jalan Boulevard UNS. Mereka menuntut pihak rektorat untuk memenuhi berbagai tuntutan yang tertulis di dalam Dasasila Maklumat Mahasiswa UNS. Beberapa tuntutan dalam maklumat tersebut yaitu jaminan tidak adanya mahasiswa yang putus kuliah sementara karena pandemi Covid-19, transparansi keuangan, keterbukaan terhadap aspirasi mahasiswa, hingga peninjauan kembali terhadap efektivitas kuliah daring. Aksi sempat dihalangi petugas keamanan UNS yang memblokade pintu masuk gerbang depan UNS.

Poster yang dibawa oleh peserta aksi. Salah satu tuntutan kepada pihak rektoran adalah dikembaliaknnya spi nol rupiah dan transparansi ukt. (Dok.Visi/Gede)

Dalam aksi ini, peserta mengisi acara dengan orasi, pembacaan puisi, hingga teater parodi mengenai rektor yang menarik biaya tambahan jaket almamater untuk mahasiswa baru tahun 2020. Aksi berlangsung dengan tertib dan tidak menimbulkan kericuhan, meski sempat ada ketegangan lantaran ada pasukan polisi bersenjata yang berjaga di seberang gerbang depan UNS. Mahasiswa menilai, hadirnya oknum polisi bersenjata menunjukkan bentuk represi kampus dalam menyikapi tuntutan mereka.

Zaki (21), humas Aliansi UNS Bergerak, menuturkan bahwa aliansi ini terdiri dari organisasi kemahasiswaan kampus seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan himpunan mahasiswa jurusan, individu, hingga organisasi eksternal kampus. Ia menambahkan, setidaknya ada tiga organisasi eksternal kampus yang tergabung dalam aliansi ini, yaitu Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Zaki juga menuturkan bahwa secara garis besar, tuntutan mahasiswa dalam aksi ini adalah transparansi uang kuliah tunggal (UKT) dan pengembalian pilihan sumbangan pengembangan institusi (SPI) nol rupiah.

“Aksi ini dilaksanakan karena sudah tiga kali mahasiswa mengundang audiensi dengan pihak rektorat, namun jawaban mereka hanyalah menemui perwakilan kami, mengirimkan undangan workshop, atau sosialisasi saja,” imbuh Zaki.

Mahasiswa memasang tanda segel sebagai bentuk aksi protes mereka. (Dok.Visi/Gede)

Bertemu dengan Pimpinan Kampus

Forum terbuka antara pimpinan kampus dan mahasiswa, menyikapi aksi yang dilakukan mahasiswa. (Dok.Visi/Gede)

Sekitar pukul 16.30 WIB, peserta aksi mulai bergerak masuk ke dalam kampus sambil menyanyikan lagu dan berorasi. Mahasiswa yang hendak masuk kemudian ditahan oleh petugas keamanan yang memblokade pintu masuk dengan palang besi. Mahasiswa terus meneriakkan orasi dan tuntutan mereka. Dalam kejadian tersebut, pihak kampus yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T., beserta beberapa perwakilan lain hadir untuk menemui para mahasiswa.

Wakil Rektor 3 telah menerima dan menandatangani pakta integritas (Dok.Visi/Gede)

Perwakilan pihak kampus lalu mendengarkan tuntutan mahasiswa yang disampaikan oleh Presiden BEM UNS, Presiden BEM FISIP UNS, dan beberapa pimpinan aksi lainnya. Mahasiswa menuntut pihak kampus dengan segera untuk memenuhi segala tuntutan mereka dan tetap mengawal proses ini hingga tuntas. Dalam forum tersebut, dihasilkan pula pakta integritas yang berisi beberapa tuntutan yaitu: mengadakan sesegera mungkin forum terbuka dengan mahasiswa UNS baik luring maupun daring, menerima tuntutan dan kajian Dasasila Maklumat Mahasiswa UNS untuk segera dibahas dan dijawab dalam audiensi terbuka dengan mahasiswa UNS. Pakta integritas ini kemudian ditandatangani secara langsung oleh WR Bidang Kemahasiswaan dan Alumni setelah mendapat paksaan dari peserta aksi. Aksi ditutup dengan pelepasan banner bertuliskan “UNS Disegel Mahasiswa” dan berlangsung secara damai. (Gede)



SHARE THIS

0 komentar: