Selasa, 09 Agustus 2016

Dialog dengan Hujan

(Dok. Internet)

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan

|-------|

Ini awal bulan

Hujan di matanya membiusku

Menyapu jiwa-jiwa resah

Menerangi deraan masalah

Menegaskan sisa-sisa semangat

Yang pernah terombang-ambing…

Di tapal batas ada dan tiada

---

Cahayaku menyala….

---

Bergumpalan awan di langit timur

Putih, bersih, berarak-arak

Lapang

Tak terhingga…

Dari sana kupetik sinar mentari

Kuhadirkan ke khatulistiwa

Untuk menghapus resahmu

---

Aku terpikat masuk perangkap

Hujanmu jadi gerimis..

Gelap merayuku

Sekejap dan cepat

Bagai malam yang hanya sesaat

Dan tak mungkin bisa dimiliki

---

Kini tak ada lagi hujan sejukmu

Yang selalu kutunggu di pertengahan bulan

Nyalaku pun redup

Kehilangan pesonanya

---

Sejak awal kau tak bermaksud

Aku tahu itu..

Dan kita jadi korban

Hingga tak ada pemenang

---

Nyalaku yang redup masih tersisa

Tetap ingin menenangkanmu

Seperti gerimismu

Yang tak mengizinkanku berontak

|-------|

SHARE THIS

0 Comments: