Senin, 16 Desember 2013

Antre Masuk Mata Najwa, Enam Penonton Pingsan


Para penonton Mata Najwa On Stage
rela berpanas-panasan dan berdesak-desakan
menanti gate dibuka.
(Sumber : Facebook.com/  Metro TV on Campus UNS 2013)
SOLO - Enam orang penonton pingsan saat menunggu kesempatan untuk memasuki gedung Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (14/12). Enam orang tersebut bermaksud menyaksikan acara talkshow Mata Najwa On Stage, yang menjadi rangkaian acara Metro TV On Campus UNS.

Setelah berdesak-desakan dengan penonton lainnya, enam orang itu tak sadarkan diri. Panitia sempat kebingungan mengatasi insiden ini karena tidak ada tim medis yang dipersiapkan sebelumnya. Baktiar Anang Abiantoro ketua panitia lokal saat ditemui VISI usai acara mengatakan ada diantara penonton yang pingsan sedang dalam kondisi hamil.

Saat penonton berjubel di luar gate, Baktiar sedang mengurus prosesi gladi resik di dalam gedung Auditorium. “Korban yang pingsan kemungkinan disebabkan oleh antrean yang panjang dan cuaca panas. Panitia juga langsung tanggap dengan kejadian ini, kita langsung sediakan transportasi kemudian mencari bantuan ke Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) unit UNS,” terang Baktiar. Beruntung tak lama setelah dilakukan pertolongan pertama, para korban langsung siuman.

Pengakuan serupa dilontarkan oleh salah satu panitia acara, sebut saja Fulan. Fulan mengaku, sampai sekitar pukul dua belas siang kemarim terdapat tiga orang yang pingsan akibat cuaca panas dan penonton yang berjubel.

Fulan menambahkan, korban pertama jatuh pingsan antara pukul sebelas hingga setengah dua belas siang. Lalu disusul dua korban lainnya. “Waktu itu saya panik dan langsung memberi pertolongan terhadap korban bersama panitia lainnya. Kemudian panitia yang lain langsung mencari bantuan,”. Ujar Fulan.
Menuru
t Fulan, korban pingsan pertama adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS angkatan 2009. Korban mengaku belum sempat sarapan dan saat ini tengah hamil muda. Dari ketiga korban pingsan, dua orang adalah perempuan, sedangkan yang satunya lagi ia lupa karena pada saat itu dalam kondisi panik. (Arfian)


SHARE THIS

0 Comments: