![]() |
(Cover novel Senior/Dok.internet) |
Novel berjudul Senior yang telah dibaca 18,7 juta kali di Wattpad ini merupakan novel fiksi remaja bergenre romance. Buku ini menceritakan tentang perjalanan asmara antara Aluna dengan sang ketua osis super dingin, Nakula. Cerita berawal saat Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA (Sekolah Menengah Atas) Sevit Bandung. Nakula adalah ketua MOS sekaligus ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) yang terkenal galak, kaku, tak banyak bicara, dan sangat tegas. Aluna sebagai siswi baru sering kali berurusan dan berkonflik dengan Nakula yang berujung pada berbagai hukuman yang diterimanya.
Di balik sikapnya yang dingin dan kaku, Nakula memendam luka batin yang dalam. Ia memiliki masalah keluarga yang berat, terutama yang berkaitan dengan ayahnya dan saudara kembarnya yang bernama Sadewa. Seiring berjalannya waktu dan banyak kebetulan yang melibatkan mereka, kebencian Aluna berubah menjadi rasa suka. Aluna menjadi satu-satunya orang yang berhasil menembus tembok pertahanan Nakula, membantunya membuka diri, dan menemaninya berdamai dengan trauma masa lalunya.
Novel ini memang mengusung tema love hate, yang mana, pada awal cerita si tokoh utama saling membenci. Aluna yang kerap mendapatkan sikap kurang ajar dari Nakula, dan Nakula yang selalu salah paham atas sikap Aluna menjadi bumbu yang membuat cerita tidak membosankan. Di tengah-tengah cerita juga disebutkan beberapa selera humor yang menarik. Percakapan antar tokoh yang natural, dan penggambaran kejadian yang jelas membuat pembaca semangat untuk langsung menamatkan ceritanya.
Penulis berhasil mengajak pembaca masuk ke dalam cerita ini melalui emosi-emosi yang ia gambarkan dengan jelas. Pada paruh awal cerita, emosi Aluna yang tertuang dalam kalimat bisa dimengerti dan dirasakan oleh pembaca, termasuk ketika ia malu karena membaca buku terbalik. Rasa jengkel Aluna juga sedikit memengaruhi pembaca tentang pandangannya pada Nakula sebelum menamatkan buku ini. Di tengah dan akhir buku, rasa geli, suka, salting, sedih, dan kasihan juga sangat mudah untuk diresapi. Gaya bahasa pada novel fiksi remaja ini pun tergolong ringan, sesuai dengan karakter serta dunia remaja SMA yang santai. Penulis menggunakan kosakata dan bahasa yang tidak kaku, sehingga konflik maupun emosi antar tokoh tersampaikan dengan jelas pada pembaca.
Namun sayangnya, alur cerita pada novel ini terlalu umum dijumpai sehingga alurnya mudah sekali ditebak. Beberapa percakapan yang terlalu dramatis juga dirasa sedikit berlebihan untuk dialog anak SMA. Selain itu, perubahan sikap Nakula yang digambarkan sebagai “pangeran tanpa ekspresi” menjadi seseorang yang hangat dan penuh perhatian terasa kurang halus dan terburu-buru.

0 Komentar