Sunday, January 7, 2018

Paud Expo 2018, Seni sebagai Metode Pengajaran Anak Usia Dini

Pameran dalam PAUD Expo 2018 yang berlokasi di Kampus IV FKIP UNS pada hari Sabtu (06/01/2018). (Dok. VISI/Yuni)

Lpmvisi.com, Solo – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali selenggarakan serangkaian acara “PAUD Expo” bertajuk “Master 2 Pieces”. Berlokasi di Kampus IV FKIP UNS, PAUD Expo 2018 berlangsung selama dua hari, Sabtu (06/01/2018) hingga Minggu (07/01/2018) dengan rangkaian acara berupa pameran, workshop, serta pertunjukan seni.

PAUD Expo 2018 memamerkan karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi yang berfungsi sebagai Alat Permainan Edukasi (APE) bagi anak usia dini. Riska Ayu Kurniawati selaku Humas PAUD Expo 2018 menuturkan bahwa karya seni yang dipamerkan merupakan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) yang dibuat oleh mahasiswa Program Studi PG-PAUD. Riska menambahkan, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi dari seluruh mahasiswa PG-PAUD.

“Kita ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa inilah hasil karya mahasiswa PG-PAUD,” sambung mahasiswa semester lima tersebut.

Di hari pertama rangkaian acara, workshop bertajuk “Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Melalui Seni” turut menghadirkan Warananingtyas Palupi selaku Kepala Program Studi PG-PAUD dan Sri Wahyuningsih selaku dosen Program Studi PG-PAUD. Membahas penanaman seni sebagai metode pengajaran bagi anak usia dini, para guru TK dan PAUD, yang mayoritas berasal dari Solo, tampak antusias mengikuti workshop.

Warananingtyas Palupi sedang memberikan materi dalam workshop bertajuk "Pendidikan Karakter Anak Usia Dini Melalui Seni" (Dok. VISI/Yuni)

Mulyani (52), salah satu peserta workshop yang ditemui VISI di sela-sela acara, mengatakan dirinya menyambut baik acara tesebut. Dia juga menuturkan bahwa tema yang diangkat dalam workshop sesuai dengan kondisi anak-anak zaman sekarang yang sangat minim etika dan sopan santun.

Pendidikan dulu dan sekarang kan berbeda. Sekarang, sudah lebih maju. Generasi sekarang lebih cerdas dan kreatif.” Ungkap Mulyani. Guru TK Desa Plumbon 2 Mojolaban, Sukoharjo tersebut pun berharap ia mampu mengembangkan kemampuannya untuk lebih kreatif dalam mendidik murid-muridnya.


Sementara itu, pertunjukan seni yang menampilkan gerak dan lagu serta tari anak usia dini oleh para mahasiswa PG-PAUD akan menjadi puncak acara yang dilaksanakan pada hari ini. Riska berharap, PAUD Expo dapat terus diadakan setiap tahun sehingga APE−karya mahasiswa PG-PAUD−dapat diaplikasikan oleh para guru PAUD dan TK untuk murid-muridnya. (Yuni)

SHARE THIS

0 comments: