Monday, January 8, 2018

Drama Politik Cinta Dasamuka, Penutup Pagelaran yang Memukau

Penampilan Teater Dimar dalam Pagelaran Drama Angkatan 2015 di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah.
(Dok. VISI/Banyu)
Lpmvisi.con, Solo − Dalam rangka memenuhi tugas akhir mata kuliah Pengkajian Drama, para mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia 2015, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan “Pagelaran Drama Angkatan 2015” bertajuk “Pagelaran Panca Hasta”. Berlokasi di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), selama lima hari berturut-turut−Rabu (3/1/2018) hingga Minggu (7/1/2018)−pagelaran menampilkan lima pertunjukan teater. Naskah berjudul “Maaf maaf maaf, Politik Cinta Dasamuka” karya N. Riantiarno−dibawakan oleh Teater Dimar−sukses menjadi penutup pagelaran yang memukau.

Pembacaan puisi yang kemudian berlanjut dengan lantunan musik keroncong, mengantar penonton untuk menyaksikan pertunjukan. Mengangkat kisah tentang sebuah keluarga yang bersandiwara dengan menjadikan diri mereka sebagai tokoh pewayangan−demi menuruti Sang Kepala Keluarga yang menganggap dirinya sebagai Dasamuka−pementasan berhasil menyita perhatian penonton. Pementasan pun sukses mengundang gelak tawa penonton saat menyaksikan tingkah lucu para lakon.

Fauziah, salah seorang penonton, mengakui keelokan penampilan Teater Dimar. “Bagus sih ceritanya, alurnya runtut, seru, dan akhirnya nggak ketebak.” Ujar Fauziah. Namun, Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya UMS tersebut menyayangkan pagelaran tersebut tidak dimulai tepat waktu. “Tapi, overall, bagus kok,” sambungnya.

Tak berisi lucu-lucuan saja, kritik sosial, citra pemerintahan yang carut-marut, serta kesenjangan dalam masyarakat yang menuntut penyetaraan pun turut mewarnai panggung. Dasamuka, dengan kepemimpinan otoriternya, mendapat sorotan tersendiri dalam pertunjukan.

Rianti Wahyu Ningrum selaku sekretaris acara menyebutkan bahwa Pagelaran Drama Angkatan 2015 merupakan ajang berekspresi bagi para mahasiswa. “Selain untuk memenuhi tugas akhir, dari pagelaran ini, kita juga dapat mengapresiasi karya seni, terutama drama,” sambung Rianti.
Antusiasme pengunjung yang mayoritas datang dari kalangan mahasiswa menunjukkan bahwa minat pemuda terhadap dunia seni terbilang masih cukup tinggi.

Rianti pun berharap, pertunjukan teater dapat membuat anak muda lebih mencintai karya seni−terutama seni peran−dan dapat mengapresiasinya. “Karena dalam drama seperti ini, ada banyak pelajaran yang dapat dipetik dan diterapkan dalam kehidupan,” Pungkasnya. (Atta,Banyu)

SHARE THIS

0 comments: