Saturday, April 15, 2017

Di Balik Gurihnya Tempe

Oleh : Pulung Prasiwi

Tempe, salah satu produk pangan hasil olahan kedelai. Lauk yang cukup terkenal di Indonesia dan sering berpasangan dengan tahu, serta dikenal karena kaya akan manfaat bagi kesehatan, seberapa banyak kita tahu tentang pembuatannya? LPM VISI menyajikan kisahnya dalam foto-foto berikut yang diambil di Yogyakarta, Mei 2016 lalu.


Tukinah (68), salah satu perajin tempe yang masih bertahan memproduksi tempe secara rumahan di kampungnya, Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta. Di Kampung ini, perajin tempe rumahan hanya tinggal dua keluarga saja, yaitu Tukinah serta kakaknya.



Mulanya, kedelai yang telah direndam semalaman dicuci terlebih dahulu dengan air, lalu direbus selama 1 jam
Setelah matang, kedelai kemudian dicuci lagi dengan cara diinjak-injak. Hal ini dilakukan untuk memecahkan biji kedelai agar lebih mudah difermentasi nantinya. Setelah biji kedelai terpisah dari kulitnya, kedelai direndam semalaman, untuk kemudian di kukus lagi esok harinya. 



Setelah dikukus, kedelai didinginkan sebentar, kemudian diberi ragi.


Ada dua cara dalam peragian, yaitu dengan menggunakan ragi bubuk, atau yang lebih tradisional lagi, dengan menggunakan daun jati yang sudah berjamur. Daun jati yang berjamur tersebut diremaskan pada kedelai sambil diratakan. 

Setelah ragi merata, kedelai dibungkus. Untuk menjadi tempe, setidaknya membutuhkan waktu tiga hari.

Tempe yang sudah membentuk jamur sempurna setelah beberapa hari didiamkan
Fermentasi kedelai dengan wadah plastik lebih cepat dibandingkan tempe yang dibungkus daun pisang, karena wadah plastik lebih cepat menghangatkan kedelai yang sudah diragi dari pada daun pisang.

SHARE THIS

0 comments: